Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 47


__ADS_3

COMEBACK


hAii


Apakabar semua para pembaca cerita “kehidupan gadis pendiam dan kuper”


 


Sebelumnya saya ingin mengucapkan Terimakasih buat para pembaca yang sudah mau membaca ceritaku.Dan maaf karena hampir sebulan nggak update cerita ini, karena satu  dan lain hal yang nggak bisa dijelaskan disini.


Hari ini cerita “kehidupan gadis pendiam dan kuper” akan kembali lagi update namun tidak bisa janji untuk selalu update, karena mood author suka naik turun jadi kemungkinan agak susah untuk mendapat ide cerita.


Dan buat pembaca yang masih menunggu cerita ini kembali, saya sebagai author dicerita ini mengucapkan banyak sekali terimakasih dan maaf sudah membuat kecewa karena menggantungkan cerita ini.


Satu hal lagi yang akan disampaikan disini, bahwa kemungkinan cerita ini akan dipercepat partnya karena saya rasa cerita ini terlalu panjang jika harus dijelaskan terlalu rinci. Jadi jangan kaget bila cerita ini dipercepat saaat update nanti.


 


Terimakasih atas partisipasi nya kawan² readers. Kawal sampai cerita ini tamat supaya kalian tau akhir dari cerita ini bakalan Sad ending atau Happy ending. mari kita lanjutkan cerita ini, selamat membaca.


BAB 47


 


“Mas udah ya” Jawab Mawar saat ciuman mereka terlepas.


 


“Iya sayang, makasih yah” ucap Fahmi yang sedang mengambil napas dalam² agar tak tersulut oleh hasratnya yang mulai muncul.


 


“Ya sudah ayok kita kebawah pasti udah banyak yang datang” sambung Fahmi yang sudah bisa mengatur napasnya dan melihat sang istri yang sudah rapi kembali setelah ulahnya tadi.


 


“Iya mas” jawab Mawar.


 


Fahmi menggandeng tangan sang istri keluar kamar untuk menyambut tamu² yang sudah hadir dibawah. Berjalan menuntun sang istri dengan tangan yang terus menggandeng tanpa mau melepaskan, seakan menunjukan pada semua orang bahwa wanita cantik yang berada disampingnya saat ini hanya miliknya seorang. Banyak pasang mata yang menatap dua sejoli ini saat mereka menuruni satu demi satu anak tangga. Semua menatap dengan tatapan memuja, seakan mengisyaratkan bahwa mereka memang pasang yang cocok. Yang satu berwibawa, tegas dan juga tampan, sedangkan satunya lagi cantik dan anggun meski dalam keadaan hamil sekalipun. Dua sejoli yang memang serasi , pikirnya mereka.


 


                                  ...


 


Disaat semua orang tengah memuji dua sejoli yang tampil dengan serasi, ternyata ada seorang wanita yang masih belum sepenuhnya ikhlas melepaskan lelakinya bersama wanita lain terlebih wanita itu adalah adik tirinya. Ya orang itu adalah Anita, Anita hanya bisa memandangi tanpa memberontak karena kemesraan mereka. Sebab Dia sendirilah penyebab hubungannya dengan Fahmi berakhir waktu itu. Mungkin jika dia tidak marah dengan ibunya saat itu yang akan menikah dengan ayah Mawar, Dia tidak akan memutuskan pergi keluar negri untuk  menenangkan diri, dan mungkin seandainya dia tidak berambisi mengejar mimpinya sebagai model terkenal diluar negri. Hubungannya dengan Fahmi saat ini masih baik² saja, atau mungkin jika ibunya tak menikah lagi dia tidak marah dan pergi keluar negri. Kemungkinan² itu terus berputar dengan kemungkinan² yang tidak akan pernah terjadi dan akan selalu disesali dalam hidupnya. Jalan takdir seolah mempermainkan perasaanya, disaat dia mulai berdamai dengan dirinya sendiri mencoba menerima pernikahan ibunya dan mencoba menerima keluarga barunya namun disaat itu pula dia merasa dihancurkan oleh keluarga barunya sebab anak sambung dari ibunya justru menikah dengan kekasihnya sendiri. Jika boleh egois, dia ingin mengambil kebahagiaannya kembali yang telah diambil dengan adik sambungnya. Biarlah orang mencap dirinya sebagai perusak rumah tangga orang, jika memang itu jalannya maka dia akan melakukannya demi mendapatkan kebahagiannya kembali. Tetapi itu semua tidak mudah, sebab setiap kali dia berencana akan ada yang selalu mengganggu untuk membatalkan rencananya yaitu Aji prayoga(Asisten pribadi Fahmi) , orang yang selalu menghalangi² untuk tidak kembali bersama Fahmi. Kesal, sedih, kecewa menjadi satu didalam dirinya. Sebab tidak ada yang pernah membela dirinya, tidak ada yang pernah peduli dengan keadaannya. Takdir selalu mempermainkannya, pikir Anita.


 


                                    ...


 


“Duh cantiknya calon ibu” ucap ibu Diana(mama Fahmi) memuji menantunya.


 


“Mama bisa aja, mama juga cantik kok” ucap Mawar malu².


 


“Tapi kamu memang cantik Nak meski dengan make up tipis, udah mulai kelihatan aura keibuannya” ucap Ibu Leni (ibu sambung mawar) membenarkan omongan Mama Fahmi.


 


“Iya bener kata mama mertua dan ibu mu, kamu hari ini kelihatan cantik sekali meski dengan make up tipis Nak. Ayah seneng sebentar lagi kamu menjadi seorang ibu” ucap Pak Wijaya (ayah mawar) yang ikut membenarkan omongan istri dan besan nya.


 


“Tuh sayang lihat ayah,ibu sama mama aja muji kamu cantik padahal kamu cuma make up tipis doang. Hufttt, untung kamu nggak Make up tebel. Bisa² semua orang yang ada disini pada ngelihatin kamu tanpa kedip” ucap Fahmi pura² sebel dengan merangkul pundal sang istri dengan mesra.


 

__ADS_1


“Mas udah, mesra-mesrannya nanti lagi. Malu diliat banyak orang tuh” ucap Mawar melirik pada orang² yang memperhatikan kemesraan yang dilakukan suaminya.


 


“Biarin, lagi biar mereka tau kalau kamu itu milikku sepenuhnya” ucap Fahmi berbisik ditelinga istrinya.


 


“Heyyy sudah², fahmi mesra-mesraanya nanti lagi. Mending kamu buka acaranya terlebih dulu, semua orang udah nunggu kalian daritadi buat mulai acaranya” ucap Ibu Diana menghentikan kemesraan antara Anak dan menantunya.


 


“hehehe Iya Ma maaf, ini juga mau Fahmi mulai kok acaranya” ucap Fahmi malu.


 


“Ya sudah cepet sana” ucap Ibu Diana kesel.


 


“Okeh mama cantik, jangan kesel gitu dong mukanya”  ucap Fahmi merayu Mama nya yang sedang kesal pada dirinya sambil menujukan jarinya yang berbentuk “oke” pada Mama nya.


 


“Ayok sayang kita mulai acaranya” sambung Fahmi lagi dan langsung membawa sang istri menuju panggung yang telah disiapkan untuk menyambut para tamu.


 


“Dasar Anak tengil” ucap Ibu Diana melihat Anaknya  yang mencoba merayau dan lantas mengikuti dari belakang menuju ketempat acara begitupun kedua orangtua Mawar.


 


Akhirnya acara tujuh bulanan pun berjalan lancar dan semua keluarga pun tak luput dari rasa bahagia sebab akhirnya Fahmi sudah memperkenalkan istirnya (Mawar) ke publik dan sudah bisa menerima pernikahannya yang terjadi akibat perjodohan.


 


Dua bulan kemudian setelah acara tujuh bulanan


 


 


“Mas aku takut, tapi aku juga bahagia” ungkap mawar dengan menahan sakit diperutnya.


 


“Sayang tenang ada aku yang akan selalu menemani mu sampai nanti jagoan kita lahir. Bertahanlah demi aku dan anak kita. Kamu wanita hebat sayang” ucap Fahmi menggenggam tangan sang istri dengan kuat. Fahmi pun sama takutnya namun dia harus bersikap tenang agar istrinya pun tenang dan tidak merasa takut saat akan melahirkan.


 


“Iya mas pasti, do’a kan aku ya supaya lancar ketika melahirkan nanti, supaya anak kita bisa melihat ayah nya” Ucap mawar dengan senyum tulus.


 


Rencana akan melahirkan normal pada akhirnya gagal sebab kondisi mawar yang lemah mengakibatkanya harus melahirkan caesar, Fahmi sebagai suami yang ingin istri dan anaknya selamat akhirnya menyetujui usulan dari dokter meskipun istrinya ingin melahirkan normal. Fahmi mencoba memberi pengertian pada istrinya. Mawar pun menyetujui untuk operasi caesar jika memang itu yang terbaik untuk calon anak mereka.


 


Mawar pun sudah memasuki ruang operasi untuk melakukan persalinan. Dan fahmi pun menunggu diluar ruang operasi dengan perasaaan cemas dengan raut wajah yang khawatir akan keadaan sang istri.


 


“Fahmi tenang lah, jangan mondar mandir begitu bikin kepala pusing aja. Mending kamu berdo’a buat istri mu daripada berdiri disitu nggak jelas” kesal mama Fahmi yang melihat anaknya yang mondar mandir tidak jelas didepan ruang operasi.


 


“Iya iya mah, lagian Fahmi itu takut mawar kenapa². Fahmi cemas mah” ucap Fahmi berjalan  menghampiri mamahnya.


 


“Iya mama tau kamu cemas, khawatir. kita juga semua yang ada disini khawatir sama keadaan Mawar. Tapi kan kamu nggak harus mondar mandir depan ruang operasi bikin tambah pusing tau” omel mama Fahmi yang kesal pada sang anak yang sudah duduk disebelahnya.


 


“Iya mah, maaf” ucap Fahmi lesu.

__ADS_1


 


“Iya nak benar kata mama mu sebaiknya kamu banyak² berdo’a untuk istri dan calon anak mu agar selamat sampai proses persalinan selesai” timpal ayah Mawar yang ikut memberi saran pada menantunya.


 


“Iya yah, semoga mereka baik² saja didalam” ucap Fahmi lagi.


 


Proses persalinan yang menegangkan pun sudah berakhir, kini Mawar serta putranya pun sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Fahmi tidak berhenti mengucapkan rasa syukur atas kelahiran putra mereka yang lahir dengan selamat dan juga istrinya yang masih dalam keadaan baik² saja meski harus mendapatkan jahitan diperutnya.


 


“Alhamdulillah sayang, jagoan kita sudah lahir. Aku bangga kamu bisa sekuat ini untuk ngelahirin anak kita” ucap Fahmi dengan haru dan menyiumi tangan sang istri.


 


“Iya aku juga seneng, akhinya kita sudah bisa lihat jagoan kita. Tapi maaf ya mas, aku belum bisa menjadi wanita sempurna karena tidak bisa melahirkan anak kita dengan normal dan harus dengan bantuan operasi” ucap mawar sedih pasalnya ia tak jadi untuk melahirkan normal.


 


“Husstt” ucap fahmi menutup mulut sang istri dengan jari telunjuknya yang akan menangis.


 


“Jangan berkata seperti itu, mau normal atau operasi  sekalipun itu tetap sama² bertaruh nyawa, kamu sudah berjuang untuk melahirkan putra kita dengan selamat, sayang. Jadi jangan beranggapan bahwa kamu bukan ibu sempurna karena tak melahirkan normal. Itu bukan masalah bagiku, yang terpenting kamu dan putra kita selamat”  ucap Fahmi mencoba untuk menenangkan sang istri, karena persalinan normal atau operasi itu sama saja toh istrinya tetap akan bertaruh nyawa untuk melahirkan putranya, pikir fahmi.


 


“iya mas, Makasih ya ” jawab mawar denga suara yang bergetar.


 


“Iya sayang, harusnya aku yang berterimakasih karena sudah mau melahirkan putra kita” ucap Fahmi dengan memeluk sang istri yang masih berbaring dibrankar rumah sakit.


 


“Sudah jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang loh” gurau Fahmi setelah melepaskan pelukan dari sang istri.


 


“Iya mas”.


 .


.


.


.


 


Makasih yang sudah mampir dicerita ini entah karena iseng atau memang lewat beranda. Aku ucapkan banyak² terimaksih. Dan maaf untuk keterlambatan update ceritanya.


 


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya kawan².


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2