Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 21


__ADS_3

Fahmi memasuki kamar hotel dengan sedikit ragu karena pasalnya kini di kamar tidak hanya dia seorang diri namun ada sosok baru yang masih asing bagi Fahmi yaitu seorang wanita yang kini berstatus menjadi istri sah nya.


Perlahan dia mulai memegang handle pintu dan pintu pun terbuka secara perlahan menampilkan suasana kamar yang begitu romantis dan indah bagi pasangan pengantin baru, tapi bagi fahmi kamar yang di lihat seperti kamar yang membuat hatinya tidak senang karena dia berpikir mungkin jika kamar ini pakai oleh pasangan pengantin yang saling mencintai akan terasa indah tapi baginya pernikahannya hanya sebatas pernikahan terpaksa.


“Mas”ucap mawar pada fahmi yang sudah memasuki kamar.


“ya, ada apa”jawab fahmi dingin.


“Apa kamu ingin bersih2, perlu aku siapkan air hangat untuk mu mandi??”tanya mawar yang berusaha untuk melayani suaminya fahmi.


“tidak perlu, aku sudah terbiasa mandi dengan air dingin di malam hari”timpal fahmi.


“Tapi mandi dengan air dingin di malam hari tidak baik untuk kesehatan tubuh mas”ucap Mawar berusaha membujuk Fahmi.


Fahmi yang ditanyain terus menerus mulai kesal dengan mawar karena baginya mawar sangat cerewet. Sampai menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan mawar berikutnya.


“Huffftttt..... kamu bisa diam tidak, tidak perlu sok perhatian dengan ku lagian aku bisa menyiapkannya sendiri jika aku ingin, tidak memerlukan bantuanmu”ucap Fahmi dengan sedikit bentakan karena mulai kesal.


Mawar yang mendengar bentakan dari suaminya berusaha menata hatinya agar tetap tenang.


“Tapi mas aku kan sekarang sudah menjadi istrimu dan sudah kewajiban ku melayani mu dan menyiapkan kebutuhanmu karena kamu sekarang suamiku” timpal mawar.

__ADS_1


Fahmi tidak menggubris omongan mawar lagi yang terus membuat telinganya panas apalagi dengan mawar terus menyebut kata “suami” dan “istri”, dia langsung masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu yang membuat mawar pun kaget karena suara bantingan pintu.


“Astaqfirullah, ada apa kenapa mas fahmi marah. Apa aku salah memperhatikan kebutuhannya, padahal kan ini baru beberapa jam aku menjadi istrinya tapi sudah mendapat bentakan dan juga amarahnya.  Ya allah semoga saja aku bisa menghadapi emosi mas fahmi aamiin”ucap mawar sambil berdo’a.


Mawar pun akhirnya memilih untuk tidur setelah menyiapkan baju tidur Fahmi yang telah di ambilnya di dalam tas yang diberikan mertuanya tadi sewaktu akan memasuki kamar hotel.


Fahmi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk sepinggang, dia terpaksa keluar dengan keadaan seperti itu karena tak membawa baju seketika masuk kamar tadi.


“Malunya aku jika dia masih bangun dan melihat ku dengan keadaan seperti ini, beruntung sudah tidur”ucap Fahmi berjalan mencari baju tidurnya.


Saat dia mencari tas yang berisi bajunya yang dibawa oleh mamahnya tapi ketika dia akan mengambil tas ternyata sudah ada baju tidurnya di atas tempat tidur tersusun rapi.


“Ternyata sudah disiapkan, apa dia akan tetap menyiapkan kebutuhan ku walau sikap ku kasar padanya, aihhh sudahlah lagian itu memang tugasnya sebagai istri aku tinggal menikmati pelayanan nya saja”Gumam fahmi.


Fahmi selesai menggunakan piyama tidurnya tapi tiba2 dia bingung harus tidur sendiri disofa atau berdua dengan wanita yang sudah menjadi istrinya di ranjang.


“sekarang sudah selesai tinggal tidur saja, tapi apa aku harus tidur seranjang dengannya?? kalau aku tidur di sofa badan ku akan sakit semua tapi biarlah lagian kita juga sudah sah dan setiap hari pun aku akan tetap tidur sekamar dengannya”gumam fahmi lalu beranjak menaiki tempa tidur.


Waktu terus berputar seiring dengan jarum yang telah menunjukkan waktu tidur, dikamar pengantin baru kini telah tertidur dua makhluk yang sudah menjadi suami istri namun tidak seperti pengantin baru karena mereka melewati malam pertama dengan tidur2 masing tanpa melakukan kegiatan apapun yang biasanya dilakukan oleh pengantin baru.Mereka tidur dengan nyenyak sampai waktu menjelang shubuh, mawar pun terbangun dari tidurnya saat alarm ponselnya yang terus bersuara yang memang sengaja dipasanganya semalam agar dia tak kesiangan untuk melakukan sholat shubuh.


Ketika hendak bangun tiba2 terasa ada beban yang menindih diperutnya yaitu sebuah tangan kekar yang sukses melingkar diperutnya tanpa ingin melepaskan pelukkannya.

__ADS_1


“Astagfirullah, ya allah ternyata tangan mas Fahmi. Huffttt hampir saja aku memukul tangan nya kenapa aku bisa lupa kalau aku sekarang sudah menjadi istri dan harus berbagi tempat tidur dengan suamiku”gumam mawar sepelan mungkin agar tak membangunkan sang suami.


Alarm pun terus berbunyi membuat seseorang terbangun dari tidurnya dan meminta orang disebelah untuk mematikan alarmnya.


“Matikan alarm sialan itu, kenapa suaranya berisik sekali aku masih mengantuk ingin tidur”ucap fahmi kesal.


“Ehh maaf mas aku ingin mematikannya tapi lihatlah aku tak bisa bergerak”ucap mawar.


“kenapa tidak bisa bergerak, apa kau tak punya tangan panjang untuk meraih ponselmu itu”ucap Fahmi senggit.


“tangan mu terus memeluk erat perutku , bagaimana aku bisa menjangkau ponselku mas”ucap mawar yang juga sudah mulai kesal.


Seketika fahmi bangun dari tidur dan melihat apa yang dikatakan Mawar padanya dan ternyata benar kini tanganya telah naik ke perut mawar dan memeluknya, cepat2 dia mengese tangannya menjauh dari tubuh mawar.


“Jangan Geerrr dulu aku tidak sengaja memelukmu lagian aku belum terbiasa berbagi tempat tidur dengan orang lain”ucap fahmi dingin sambil beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


Mawar yang melihat kelakukan Fahmi yang terus dingin terhadapnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terus bersabar menghadapi suaminya yang ketus.


Bersambung......


jangan lupa like dan komen buat kasih masukkan ya bila ada saran ❤👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2