
Malam ini yang seharusnya Aji pulang bersama bos nya tapi dibatalkan secara sepihak oleh Bos nya, dan harus pulang dengan sendiri. Sebenarnya Aji tak mempermasalahkan jika dia harus pulang sendiri toh dia sudah pengalaman bolak balik keluar kota tanpa Bos nya. Namun yang jadi masalahnya adalah dimana Bos nya membatalkan kepulangannya akibat ulah mantan kekasihnya yang sekarang menjadi kakak iparnya dari Bosnya.
Flasback on
Malam ini aji sudah bersiap dengan segala barang yang telah dikemasnya dan akan pulang dengan sendiri tanpa Tuan muda nya. Padahal mereka berangkat bersama namun pulang dengan sendiri². Bagaimanapun Aji tetap tidak bisa melarang kuputusan Tuan nya sekaligus temannya itu. Meskipun dia sangat menyayangkan keputusan itu. Namun sebelum pulang dia pamit pada Fahmi yang berada didalam kamarnya. Setelah memastikan Tuan nya masih berada didalam kamar, aji yang masih punya waktu sebelum berangkat menyempatkan Singgah ke kamar Anita mantan kekasih Tuannya. Dia akan memperingati wanita yang menjadi penghalang hubungan antara Tuan dan Nyonya Muda nya. Karena sejak melihat Anita berada didekat Tuannya membuat dia muak dengan segala drama yang dilakukan oleh Anita.
...
Anita yang sedang rebahan setelah menimum obatnya pun merasakan sedikit enakkan, pusing dikepala nya berkurang meski belum sepenuhnya hilang. Namun baru akan menutup matanya sejenak, tiba² ketukan dari pintu kamar terdengar.
“Siap yang datang malam-malam begini, ganggu. Kalau Fahmi kenapa nggak masuk langsung aja” gumamnya kesal, pasalnya ketukan pintu itu tak kunjung berhenti. Dan memutuskan untuk beranjak dari tempat tidur meski sedikit pusing.
“Siap-....” belum selesai melanjutkan omongan Anita sudah lebih dulu kesal pasalnya ternyata orang yang dengan tidaak sopan mengetuk pintu kamar dengan terus menerus adalah Asisten Fahmi.
“Kau asisten sinting, ada apa mengetuk pintu kamar orang dengan tidak sopan . Dasar gila” umpat Anita kesal pada Aji.
“Heyyy apa kau bilang, sinting. kalau lebih sinting dari ku” jawab Aji tak kalah sengit ketika Anita dengan gampang memanggil nya asisten sinting.
“Iya kau sinting dan gila, ada apa kau kesini??” tanya nya Pada Aji.
“Kau dasar gila” ucap Aji lagi.
“Oke to the point saja, kedatangan ku kemari tak lebih tak kurang hanya untuk memperingati mu sekali lagi, karena sepertinya kau masih saja jadi penggangu hubungan antara Tuan dan Nyonya muda ku, jadi kuperingatan sekali lagi jangan coba² mempengaruhi Tuan muda ku untuk berpaling dari istrinya hanya demi wanita seperti mu” ucap Aji memperjelas dan menekan kata² terakhirnya.
“Hey laki² aneh, jaga bicara mu maksud mu apa berbicara seperti itu. Dasar laki² gila, lagian siapa juga yang ingin mengganggu hubungan antara Fahmi dan istrinya” sungut Anita.
“kau adalah penggangu, masih belum jelas peringatan ku. Gara² kau Fahmi bohong pada istrinya mengenai batalnya kepulangannya hari ini. Kau pura-pura sakit dan meminta Fahmi merawat mu supaya dia tak jadi pulang bertemu dengan istrinya” jelas Aji dengan sikap dingin.
“oh jadi karena itu kau datang kesini untuk memperingati ku dengan marah². Ingat aku memang sakit tapi aku tak pernah minta Fahmi untuk merawat ku. Mengenai kepulangan Fahmi yang dibatalkan, aku tidak tahu menahu masalah itu” jawan Anita kesalnya. Pasalnya memang sakit dan tidak pura² sakit tapi malah dituduh yang tidak² oleh aji.
“Alasan, sekali lagi aku peringat kan jangan coba² untuk menggoda Fahmi. Ingat itu”ucap Aji masih tidak percaya.
“Terserah, lagian pergi sana bukannya kau ingin pulang kan. Kenapa masih disini” ucap Anita kesal dan mengusir Aji untuk pergi.
“Sapa juga yang ingin berlama² didepan kamar mu ini, aku kesini juga karena ingin menekan mu agar tidak dekat² dengan Tuan muda” ucap Aji dan langsung menarik kopernya menjauh dari anita, pasalnya dia bisa naik pitam jika terus berdebat apalagi kebarangkatannya sebentara lagi, jika dia terus berdebat maka bisa² dia yang tertinggal pesawat. Dan itu tidak lucu jika harus ketinggalan pesawat gara² berdebat dengan cewek keras kepala yang mengatai dirinya orang sinting untuk pertama kalinya dihidupnya, pikirnya.
Sedangkan Anita yang melihat Aji pergi menjauh dengan terburu² pun senang pasalnya pasti cowok itu harus mengejar pesawat yang akan ditumpanginya.
“Rasain sapa suruh berdebat dengan wanita, semoga saja dia tertinggal oleh pesawat . Dasar laki² gila, sinting” ucap Anita kesal dan lalu memasuki kamarnya untuk beristirahat kembali.
...
__ADS_1
Flasback off
Didalam pesawat lah sekarang Aji berada, duduk dengan tenang namun sekelibat bayangan yang tengah berdebat dengan Anita muncul diotak nya dan membuat senyumnya tiba² muncul. Bukan, bukan aji tidak mungkin jatuh cinta sekarang tapi nanti mungkin iya, entahlah itu masih rahasia tuhan. Karena pasalnya dia cukup tertarik dengan Anita, lebih tepatnya tertarik untuk terus berdebat dan memperingati Anita agar tak dekat² dengan Fahmi dan juga mawar. Sebab ini pun demi kebaikannya, dia mencegah Anita untuk berhenti mendekati Fahmi itu ada alasannya. Ya, alasannya adalah supaya harga diri Anita tak direndahkan karena telah merebut suami orang atau akan dicap Pelakor oleh orang² jika dia sampai berhasil merebut kembali Tuannya. Dia ingin anita menjadi wanita baik-baik bukan wanita pelakor, ingin membuat sadar Anita bahwa sesuatu yang sudah dilepasnya tidak bisa digenggam, terlebih sudah ada orang baru yang menempati posisinya yaitu adik tirinya sendiri.
“sebenarnya wanita itu memang sakit, terlihat tadi wajah nya pucat. Namun cara dia untuk meminta tolong salah, harusnya dia menghubungi teman atau rekan kerjanya untuk membantunya kerumah sakit. Sekalipun harus Fahmi yang menolong harus nya dia tetap menolaknya karena itupun demi kebaikkannya sendiri agar terhindar dari masala nantinya, hufffftttttt” gumam Aji diakhiri helaan napas yang dalam. Jujur, Aji bisa melihat sendiri wajah Anita yang pucat tadi waktu berdebat dengannya, tapi dia tetap berpikir bahwa tidak seharusnya Anita terus menerima bantuan dari Fahmi karena itu akan berbahaya nantinya. Setidaknya Anita bisa menghubungi dirinya untuk meminta bantuannya, pikir Aji. Tapi itu tidak mungkin karena sekalinya mereka bertemu saja, mereka saling melempar pandangan sinis, pandangan ketidaksukaan diantara dua belah pihak jadi tidak mungkin Anita mau mengubungi Aji untuk membantunya berobat kerumah sakit atau sekedar memanggilkan dokter. Dan sekali lagi membuat senyum terukir dibibir Aji akibat memikirkan Anita.
...
“Nit, ayok makan. Ini aku sudah belikan bubur untuk mu, supaya perut mu terisi. Mau aku suapi atau tidak??” ucap Fahmi yang sudah duduk dipinggir ranjang Anita.
Sedangkan Anita tengah berbaring menanatap wajah Fahmi, Fahmi memang selalu membuatnya terpesona dengan wajah dan semua perlakuan lembut yang diberikan untuknya meski sudah bukan lagi berstatus kekasihnya. Namun sekita dia teringat ucapan Aji yang memarahinya akibat membuat Fahmi batal pulang karena merawatnya yang sakit, dia sedikit merasa bersalah dengan Fahmi karena merawat dirinya membuat Fahmi membatalkan tiket pesawat yang sudah dipesan.
“Heyyy, nit kamu melamun. Kenapa??” ucap Fahmi menegur Anita dan dengan refleks menepuk pelan pipi Anita yang justru melamun disaat dirinya tengah menyuruhnya makan. Anita sendiri pun akhirnya sadar dari lamunannya, kaget pasalnya dia bisa merasakan tepukan pelan dipipinya karena tangan Fahmi.
“Nit, maaf nggak sengaja menepuk pelan pipi mu. Habis dari tadi kamu melamun, sakit ya?” tanya Fahmi yang melihat Anita memengang pipi yang tadi dipukulnya pelan.
“Ehh, nggak kok aku Cuma kaget aja. Maaf nya aku ngelamun, oh ya sini makanannya aku makan sendiri aja” ucap Anita bersuara dengan kikuk dan mencoba mengambil makanan yang diberi Fahmi untuk dimakannya.
“Sudahlah biar aku suapi saja, nanti yang ada kamu malah melamun lagi dan nggak jadi makan” jawab Fahmi tidak menyerahkan makanannya pada Anita, finally dia memutuskan untuk menyuapi anita makan. Karena dia tahu anita tidak akan menghabisi makanan nya disaat sakit dengan alasan pahit, maklum Fahmi sudah pernah menjalin hubungan yang cukup lama dengan Anita sebagai sepasang kekasih. Jadi dia tahu banyak tentang Anita begitupun sebaliknya.
“Hmmm, kalau gitu kenapa menawari tadi. Sekarang aku udah mau makan sendiri malah kamu suapi” ucap Anita kesal pada Fahmi yang tadi menawarinya makan sendiri atau disuapi, ketika dia memilih makan sendiri malah Fahmi melarangnya untuk makan sendiri dan berujung disuapi.
“Tuhan, biarlah aku egois untuk sekarang dengan adik tiriku sendiri karena menahan suaminya untuk merawatku. Jujur satu sisi aku tak mau merepotkan fahmi dan membuat sedih istrinya karena suaminya yang gagal pulang karena Ku, tapi satu sisi aku bahagia dikondisi saat ini. Kondisi sakit, yang dimana Fahmi merawat ku seperti dulu, dan membuat ku bisa melepas rindu dan mengulangi moment yang dulu pernah terjadi antara Aku dan Fahmi, meski pun ini hanya bersifat sementara, Maaf Aku egois mawar, maaff” ucap Anita didalam hati dengan perasaan sedih, egois, bahagia menjadi satu dalam hatinya.
Disini mereka tertawa bersama tanpa beban tapi ditempat lain ada wanita hamil yang tengah merindukannya suaminya, kecewa sebab suaminya mengagalkan kepulangannya hari ini dengan alasan urusan mendadak yang dia sendiri tidak mengetahui jelas urusan mendadak apa yang sampai membuat suaminya rela membatalkannya padahal tiket sudah ditanggannya. Dia mencoba untuk terus berpikir positif pada sang suami.
“Mas...........
Bersambungg..........
Maaf jika masih banyak kesalahan dan typoo dikaryaku yah.......
Terimakasih buat yang selalu stay dikarya ku, makasi banget🙏. Semoga suka dengan jalan ceritanya. Tetap kawal karya ku sampai ending yah❤
IG@auliashahidah24
__ADS_1
__ADS_1