Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 38


__ADS_3

Makan malam Keluarga besar


Malam ini dirumah fahmi sudah ramai dengan hadirnya mama dan mertuanya beserta kakak ipar yang sekaligus mantanya yaitu anita begitupun tak tertinggal aji asistennya. Fahmi mengadakan makan malam bersama untuk menyampaikan kabar bahagia tentang kehamilan sang istri kepada keluarga besarnya. Semua hidangan telah disiapkan dengan baik di meja makan dan keluarga besar pun sudah menempati duduk yang telah disiapkan untuk melakukan makan malam bersama dan tak lupa mawar yang sudah berada disamping sang suami dengan senyum yang terus dilihatkan kepada semua orang.


 


“Sebelumnya selamat malam semua, semoga yang hadir disini selalu berada dalam lindungan Allah” ucap fahmi memberi sambutan.


 


“aamiin”  


 


“mungkin disini semua bingung kenapa fahmi tiba2 mengundang semuanya makan malam secara mendadak, sebenarnya” ucap Fahmi menjeda omongannya


 


“Nak sebenarnya ada apa, jangan bikin kita semua disini jadi penasaran dan cemas dehh” ucap mama Fahmi


 


“Mas sudahlah kasih tau, kasian jangan buat penasaran” timpal Mawar yang gemas pada suaminya karena membuat keluarga besarnya penasaran


 


“Iya sayang sebentar ya, kan ini kejutan jadi harus sabar” jawan Fahmi


 


Sedangkan Anita yang melihat fahmi berbicara mesra pada adik tirinya itu merasa kesal sebab mereka terlalu memperlihatkan kemesraan mereka yang membuatnya muak sendiri.  Aji sendiri yang duduk disebelah Anita merasa senang melihat wajah Anita yang kesal lantaran melihat kedekatan yang terjalin antara Tuan dan Nyonya muda nya, sebab Aji sendiri tidak setuju jika Tuan nya harus menjalin hubungan kembali dengan Anita.


 


“jadi sebenarnya ada berita baik dari kita, untuk Mama, ayah dan juga ibu. Karena sebentar lagi kalian akan menjadi kakek dan nenek karena istri Fahmi sedang Hamil, iya kan sayang” ucap Fahmi bahagia sambil menggenggam tangan sang istri untuk menyalurkan rasa bahagianya.


 


Dan semua orang yang berada dimeja makan pun terlihat kaget dan senang akan kabar baik yang disampaikan Fahmi tidak terkecuali Aji yang juga turut bahagia meski dia sudah tau namun dia bisa merasakan kebahagiaan dari wajah para orangtua yang akan menjadi nenek dan kakek sebentar lagi. Sedangkan Anita dia syok akan kabar baik itu, sebab dia kira Fahmi tidak akan menyetuh istrinya karena pernikahan yang dijalani Fahmi hanyalah pernikahan perjodohan  pikirnya. Namun, dugaannya salah bahkan fahmi sudah membuat adik tirinya itu Hamil dan itu semakin membuat Anita geram dan bertekad untuk merebut Fahmi sekalipun adik tirinya itu hamil.


 


Makan malam pun berjalan dengan lancar terlebih kabar baik dari Fahmi dan Mawar membuat makan malam keluarga tersebut semakin istimewa meski ada seseorang yang tidak merasa bahagia akan kabar baik itu yaitu Anita. Tapi semua tetap berjalan lancar dan acara makan malam pun telah selesai kedua orangtua mereka pun telah pulang kerumah masing² begitupn dengan Aji dan Anita.Mawar dan Fahmi pun kini sudah berada dikamar mereka untuk beristrihat setelah acara makan malam selesai.


 


“Sayang, minum dulu susunya supaya anak kita sehat didalam sini” ucap Fahmi yang duduk sambil mengelus perut sang istri dengan susu hamil ditangannya.


 


“Iya mas, makasih ya” jawab Mawar yang sudah mengambil susu  dari genggaman Fahmi.


 


“Iya sama²”


 


Semenjak mengetahui istrinya hamilnya Fahmi lebih memperhatikan istrinya termasuk dari hal² kecil seperti membuat susu ibu hamil dengan alasan agar istrinya tidak kelelahan, meski sebenarnya Fahmi masih belum yakin akan perasaannya, yang dia tahu kini hanya ingin melindungi anaknya dan juga ibu dari anak²nya kelak. Mawar sendiri pun merasa senang dengan perhatian yang diberikan Fahmi meski dia pun belum mendengar ungkapan cinta dari suaminya langsung tapi dengan melihat perhatian suami nya , dia berpikir suaminya akan mencintainya sama seperti dirinya yang mencintai suaminya.


Mencintai itu soal keikhlasan, perihal untuk dicintai kembali itu urusan Sang pencipta yang membolak balikan hati manusia. Sama seperti Mawar yang mencintai Fahmi dengan ikhlas tanpa berharap untuk dicintai kembali meski dia adalah suaminya sekalipun, sebab cinta itu bukan paksaan cukup mencintai dengan memberikan perhatian² kecil jika memang cinta itu belum ada maka semua kembali ke hati masing².


Singkat cerita


Sifat Fahmi mulai berubah meski tidak banyak namun, mawar merasa senang suaminya sudah tidak bersikap dingin padanya meski sesekali pun pernah tapi tidak sering.

__ADS_1


 


Hari ini seperti biasa Mawar mengantar suaminya kedepan rumah untuk bekerja dengan mengenggam suami nya erat tanpa mau melepaskan, karena semenjak kehamilannya mawar sangat manja pada suaminya dan tidak ingin jauh² dari Fahmi seperti pagi ini, mawar seakan tak rela melepas suaminya pergi untuk keluar kota akibat pekerjaan yang mengharuskan suaminya sendiri turun tangan ke lapangan.


 


“Sayang jaga diri mu baik² ya, selama aku keluar kota. Jangan capek² , istirahat yang cukup dan jangan lupa susunya diminum” ucap Fahmi menggenggam lembut tangan sang istri


 


“Iya mas, kamu baik² ya disana. Jangan lupa makan dan istirahat juga” ungkap mawar dengan mata berkaca².


 


“Jangan sedih, aku hanya sebentar ya. Lagian kalau aku bisa bawa kamu pasti aku akan bawa kamu untuk pergi, tapi nyatanya nggak bisa. dokter bilang kondisi kandungan kamu masih lemah meski sudah lima bulan” timpal Fahmi menenangkan sang istri yang sudah berkaca² tidak ingin ditinggal.


 


“ iya mas, ya sudah sebaiknya kamu berangkat nanti telat” ucap Mawar yang tidak ingin² berlama-lama memandang suaminya yang akan membuatnya bertambah sedih


 


“Iya sayang, aku berangkat yah”


 


“Aji jaga suamiku ya, jangan sampai mas Fahmi macam² disana” ungkap Mawar yang menunjukkan sifat posesifnya pada Aji dan Fahmi, sedangkan Fahmi hanya bisa senyum dan geleng² kepala akibat sifat manja dan posesif sang istri.


 


“Iya Nyonya muda, saya akan menjaga Tuan muda dengan baik” jelas Aji dengan senyum.


 


“ Ya sudah sayang aku berangkag, lagian aku nggak akan macam². Kamu percaya kan oke” ucap sambil memeluk sang istri dengab erat begitu pun Mawar.


 


 


“Dah sayang, assalamulaikum” ucap Fahmi yang sudah berjalan mengikuti Aji yang menuju mobil.


 


“Iya wa’alaikumussalam”ucap melambaikan tangan pada suaminya.


 


Maaf jika masih banyak typo bertebaran di cerita ini, semoga suka dengan ceritanya yah.


 


Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya like, vote dan comment untuk memberikan sarannya. Thanks from me. 🙏❤


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2