Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 54


__ADS_3

Makan malam kali ini cukup tenang dan hening, pasalnya yang biasanya Deren akan banyak bicara dimana pun, kini juga memilih diam daripada terkena tatapan tajam dari Fahmi yang saat ini tengah dalam mode tidak ingin bercanda. Ini semua karena kehadiran Anita yang membuat sifat Fahmi berubah menjadi dingin dan datar kembali. Bahkan Mawar merasakan sendiri perubahan sifat suaminya malam ini, dan itu terus berputar² dipikirannya apa sebab suaminya berubah.


 


“emmm, makasih loh makan malamnya enak banget. Fahmi beruntung pasti dapet kamu mawar, jago masak” ucap Deren memecahkan keningan yang terjadi. Kini mereka semua telah berpindah diruang tengah setelah selesai makan malam tak lupa juga Anita yang ikut hadir meski dengan perasaan canggung.


 


“iya, lagian juga tadi dibantu masak kok sama Bi mina sedikit²” balas Mawar dengan posisi duduk disebelah suaminya.


 


“Hmmm, maka nya buruan nikah. Biar ada yang masakin” timpal Fahmi yang ikut angkat suara denga datar.


 


“Mentang² yang punya bini, ya dah serah loh. Lagian kayak gue doang yang disini belum nikah, noh temen loh yang dingin suruh nikah juga. gue kasian jodohnya kayaknya takut deket² sama dia karena muka nya yang kayak balok es itu” sindir Deren pada Aji yang juga belum menikah sama seperti dirinya.


 


“Apa, nyindir² gue. Lagian kalau udah waktunya juga bakalan datang kok” sungut Aji kesal, padahal dirinya hanya diam² bermain dengan Azka tapi justru dilibatkan dalam obrolan pernikahan yang dibicarakan sahabatnya itu.


 


 “Ya elah, ya waktu nya itu kapan. Sampai sekarang aja belum juga keliatan tuh, lagian loh kayaknya udah cocok deh jadi Dady” ucap Deren menimpali dan merasakan bahwa temannya itu sudah cocok untuk memiliki bayi ketika menggendong baby Azka.


 


“Udah² kenapa jadi ribut, anak gue mau tidur keganggu kalian tau” timpal Fahmi melihat Azka. Sedangkan Mawar dan Anita hanya menikmati obrolan mereka tanpa mau ikut menimpali.


 


“Sayang baiknya kamu bawa Azka ke atas gih. Ini udah malam, waktunya Azka tidur” sambung Fahmi menyuruh istrinya untuk menidurkan Baby mereka terlebih dulu.


 


“Oh iya mas” jawab Mawar lantas mendekati Aji untuk mengambil Azka yang kini berada dalam kegendongan Aji.


 


“Selamat tidur Nak, mimpi indah ya” ucap Aji sebelum Azka berpindah pada ibunya.


 


“Iya om” balas Mawar menirukan suara bayi dengan tawa kecil diakhirnya. Fahmi hanya tersenyum melihat betapa sayangnya sahabat nya itu pada Anaknya.


 


“Emang bayi bisa mimpi ya” timpal Deren yang lagi² menimpali perkataan Aji.


 


“Diemm loh, bacot mulu” kesal Aji pada sahabatnya yang terus mengganggunya.


 


“Yee iya² , gue diem deh” balas Deren dengan raut wajah pasrah karena dirinya selalu salah dimata Aji, sahabatnya.


 


“Ya udah kamu keatas gih, kalau kamu disini lama² kamu bisa pusing denger mereka ngoceh mulu” Fahmi menyuruh istrinya untuk segera kekamar mereka agar tak terus mendengar perdebatan antara sahabatnya yang tidak jelas.


 


“Iya mas” jawab Mawar menatap sang suami dengan senyumnya.


 

__ADS_1


“Ya udah kak ayok, sebaik nya kakak juga istirahat” ajak Mawar pada kakak tirinya yang masih betah duduk disofa. Mawar memang sengaja mengajak kakaknya untuk istirahat, supaya tak menggangu suami dan sahabat suaminya mengobrol. Pikirnya, suaminya juga pasti butuh waktu  untuk mengobrol dengan para sahabat cowoknya. Jadi mawar mencoba mengerti keadaan nya sekarang.


 


“Ehhh ya sudah ayok” jawab Anita sedikit kaget karena tiba² adiknya itu mengajak nya untuk istirahat disaat dirinya tengah asyik memandangi wajah mantannya yang tak lain dan tak bukan suami dari adik tirinya itu. Apakah akan ada bibit² pelakor dicerita ini?


 


Akhirnya Mawar dan Anita pun naik keatas menuju kamar mereka masing-masing untuk istirahat.


 


Setelah Mawar dan Anita pergi untuk beristirahat, Deren memulai aksinya untuk menanyakan hubungan Anita dengan istri sahabatnya itu. Karena semua pertanyaan itu sangat membuat jiwa keponya benar² meronta-ronta dan  mulutnya pun ingin bertanya tapi ia urungakan sebab masih ada istri sahabatnya itu.


 


“Cerita sama gue, semua yang nggak gue tau selama gue nggak disini” tanya Deren to the point setelah mereka sudah benar² bertiga tidak ada satupun lagi orang lain selain mereka. Ya, kini mereka tengah bersantai dipinggiran kolam renang dirumah Fahmi karena tempat itu yang dirasa sepi dan pas untuk menanyakan segala pertanyaan Deren.


 


“Dia adalah saudara tiri istri gue, dan artinya adalah kakak ipar gue juga sekarang” jawab Fahmi datar menatap air yang kini ada didepannya.


 


“What the hell, jadi dia saudaraan sama istri loh. Bener² diluar dugaan, bisa gitu ya” balas Deren kaget benar² tak menyangka situasinya akan serumit itu, pikirnya.


 


“Ya gimana, gue juga bingung. Tapi gue bersyukur, sampai sekarang Anita masih tutup mulut ke Mawar tentang hubungan gue sama dia” balas Fahmi dengan pandang lurus kedepan.


 


“Ya bagus deh, sebaiknya loh jauh² dari si Nita. Gue takut entar hubungan loh rusak lagi sama bini loh. Apalagi sekarang Anita pasti punya banyak kesempatan buat deketin loh karena dia saudaraan sama istri loh” ucap Deren memberi saran pada Fahmi untuk menjauhi mantannya.


 


 


“ehh bener juga tuh, yang dibilang Aji mending loh ngomong aja. Dibanding entar Anita yang cerita sendiri, bakal panjang urusannya karena pasti bakal dilebih-lebihin ceritanya”sahut Deren yang juga menyetujui saran Aji.


 


“Iya bakal gue ceritain tapi nanti, bukan sekarang. Nunggu waktu yang tepat” balas Fahmi lantas beranjak dari duduknya.


 


“Ehh mau kemana, main pergi² aja” sarkas Deren ketika melihat Fahmi yang berdiri.


 


“Balik loh semua, gue mau istirahat. Ganggu aja, gue mau berduaan bareng istri gue, karena pasti Azka juga udah tidur” jawab Fahmi mengusir sahabatnya dengan santai sambil melihat jama dipergelanga tangannya.


 


“Yeee mentang² punya bini, mau cepet² ngamar aja” kesal Deren yang sekarang ikut berdiri dari duduknya begitupun Aji.


 


“Maka nya Nikah” ucap Fahmi pergi dengan disusul Aji berikutnya yang ikut pergi.


 


“Ye elah, gue tinggal lagi. Dasar manusia² muka datar” kesal Deren menggerutu lantas mengikuti dua temannya yang sudah pergi.


 


 

__ADS_1


 


Bersambung............


 


Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya guys........


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2