Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 53


__ADS_3

Kamar Fahmi dan Mawar


 


“Mawar” ucap Fahmi yang sudah masuk kedalam kamar dan melihat sang istri. Sedangkan Mawar yang mendengar pintu dibuka bersamaaan dengan suara seseorang yang memanggilnya pun menoleh, yang diyakini bahwa itu pasti suara suami.


 


“Mas sudah pulang” tanya Mawar lalu mencium tangan suaminya yang sudah berdiri didepannya.


 


“Iya” jawab Fahmi yang kemudian mencium kening sang istri.


 


“Kenapa Azka bisa sama Anita?”tanya Fahmi dingin dan langsung pada intinya.


 


“Oh iya, tadi kebetulan aku juga mau turun kebawah Cuma karena Hp ku ketinggalan di kamar jadi aku balik lagi dan Azka aku titipkan sementara ke Kak nita” jawab Mawar dengan bergelayut manja dilengan suaminya.


 


“Oh, ya sudah aku mau bersih² dulu. Dibawah sudah ada Deren dan Aji” ucap Fahmi datar dan beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi. Dalam pikiran Fahmi, dia akan menanyakan anita itu nanti pada istrinya.


 


“Iya, aku akan siapkan baju mu Mas. Setelah itu, aku izin kebawah untuk menyiapkan makan malam ya” balas Mawar pada suaminya yang hendak memasuki kamar mandi.


 


“Hmmm iya” jawab Fahmi yang lagi² dengan dingin.Mawar pun menyiapkan pakaian suaminya yang tengah membersihkan diri dikamar mandi.


 


“Kenapa mas Fahmi berubah, apa ada yang salah ya. Tapi apa?” gumam Mawar dengan berjalan keluar kamar untuk turun kebawah menyiapkan makan malam. Dalam hati dan pikirannya masih terus bertanya² tentang suaminya yang berubah dingin kembali, tapi Mawar mencoba untuk melupakan dulu perubahan sikap suaminya dan dia akan tanyakan itu nanti , tentang perubahan sikap suaminya ketika mereka sudah berdua didalam kamar. Untuk sekarang Mawar memilih untuk menyiapkan makan malam mereka terlebih dulu.


 


Ruang keluarga


 


Deren dan Aji kini tengah menikmati kue yang disediakan pembantu Fahmi, yang mereka sendiri minta pada ART sahabatnya. Sebab Fahmi tidak menyuruh mereka untuk sekedar makan atau minum atau setidaknya menawarinya saja tidak. Alhasil, Deren berulah memanggil Bi Mina yang juga sudah dikenalinya dan meminta makanan ringan beserta minumnya. Namun disaat mereka berdua tengah mengunyah makanan yang mereka makan, tiba-tiba saja Deren dikaget dengan hadirnya Anita yang kini sudah turun dari tangga rumah Fahmi sambil menggendong bayi sahabatanya itu.sedangkan Aji belum menyadari keberadaan Anita.


 


“Uhukkk, uhukk”Deren tersedak makanannya sendiri sesaat melihat Anita yang sudah menuruni tangga. Sedangkan aji yang kena semburan dari Deren yang tiba² batuk menjadi kesal.


 


“Loh apa-apaan dah, pakai nyembur segala. Maka nya kalau makan itu ati² kayak nggak makan setahun aja sihh” kesal Aji dengan mengelap wajahnya yang terkena semburan dari Deren. Posisi aji kini memang membelakangi tangga yang ada dirumah Fahmi, alhasil dia belum menyadari keberadaan Anita.


 


“Ehhh sembarangan aja, gue gini² kaya ya asal loh tau. Noh liat kebelakang, pasti loh juga bakal kaget” jawab Deren sewot dan lantas menunjuk kebelakang Aji dengan gerakkan alisnya sebagai tanda bahwa ada orang.


 


“Apaan dah” jawab Aji lantas menoleh kebelakang. Dan dengan wajah dingin dia menatap Anita yang kini tengah berjalan menuju sofa yang duduki nya bersama Deren. Dan lantas merubah posisinya menjadi menyampingi.


 


“Lohh nggak kaget, ji” tanya Deren heran dengan raut wajah Aji yang dingin dan bukan malah kaget seperti dirinya.


 


“Nggak, dasar parasit” balas Aji dengan dingin, sebenarnya dirinya sama kagetnya seperti Deren. Namun secepat mungkin dia mengubah ekspresinya menjadi dingin dan datar. Sedangkan Deren bingung sendiri, kenapa Anita bisa berada dirumah Fahmi. Dan membuat jiwa kepo nya muncul, ingin segera mencari tau sesuatu yang dirinya belum ketahui.


 


Sedangkan Anita yang melihat wajah Aji yang dingin saat menatap dirinya, mencoba biasa saja. Meski dirinya paham bahwa sahabat Fahmi yang satu ini sangat membenci dirinya karena menganggap dirinya adalah parasit dalam keluarga Fahmi. Namun dia berusaha untuk cuek dan tidak memperdulikan tatapan itu, dan terus mendekat untuk menyerahkan Azka sesuai perintah Fahmi.


 


“Ini Azka, kalian mau main kan sama Azka. Tadi diatas, Fahmi nyuruh gue buat seharin Azka sama kalian berdua” ucap Anita dengan berdiri dihadapan kedua sahabat Fahmi untuk menyerahkan Azka. Sedangkan Aji tidak bergeming dan masih tetap duduk ditempatnya dengan nyaman. Alhasil, Deren lah yang mengambil alih Azka dalam gendongan Anita dan Azka pun sudah berpindah dalam gendongannya sekarang.


 


“Hmm iya kita emang mau main sama Azka. Tapi kenapa loh bisa disini, terus gendong anak Fahmi” ucap Deren mencari tau rasa penasaranya pada Anita langsung dengan tangan yang sudah menggedong Azka.


 

__ADS_1


“Emang loh nggak tau ya Ren, kalau gue itu sebenarnya.....”


 


“Menjauh dari kita, loh nggak dibutuhini disini” sarkas Aji yang langsung memotong pembicaraan antara deren dan Anita. Dan kesal terhadap sifat sahabatnya ini yang penasaran dan kepo yang tidak mengerti kondisi, jika mereka terus membahas persoalan tersebut maka yang ada nanti akan berimbas pada hubungan Fahmi dan istrinya. Aji memang selalu mencoba untuk menjaga hubungan suami istri sahabatnya itu, supaya tidak terpecah oleh pelakor yang sekarang ada dihadapannya.


 


“Kenapa sih, ji. Pakek motong omongan Anita segala, orang gue belum sepenuhnya denger juga” kesal Deren , karena Aji menghalangi rasa penasaranya yang sudah diubun-ubun.


 


“Diem loh, mau gue bunuh” balas Aji menatap horor pada Deren. Sedangkan yang ditatap justru berubah diam dan mengalihkan pandangannya pada bayi mungil yang kini tengah berada dalam gendongannya demi mengalihkan tatap tajam yang siap membunuhnya kapan saja. Anita sendiri memilih duduk disofa yang sedikit jauh dari jangakaun Aji, karena takut bersitatap dengan mata yang horor dan tajam yang juga kini tengah menatap kearahnya. Dan semua pun berubah hening dan tenang.


 


Aji dan Deren pun sekarang akrab kembali, bahkan sekarang mereka tengah bercanda dengan Azka meski sekali² ribut ingin menggendong Azka. Anita sendiri sesekali mencuri pandang pada Aji yang tengah bermain dengan Azka, dalam pikirannya Aji sangat lucu saat bercanda dengan Azka berbanding terbalik dari sifat aslinya yang dingin dan menakutkan, tapi itu tak berlangsung lama. Karena Aji menyadari pandangan mata Anita yang menatapnya, dan alhasil Anita pun bermain ponselnya untuk menghindari tatapan itimidasi dari Aji.


 


“Wah Azka lagi sama siapa nak” ucap Mawar membuka suara, yang kini sudah sampe diruang keluarga yang sudah terisi dengan dua sahabat suaminya dan juga kakak tirinya.


 


“Ehh mawar gimana kabarnya” tanya Deren ketika meliha istri sahabatnya, dan menanyakan kabar, yang memang sudah lama tak bertemu dengan istri sahabatnya.


 


“Alhamdulillah baik, kamu dan Aji sendiri gimana kabarnya” timpal Mawar dengan kembali menanyakan kabar dua sahabat suaminya.


 


“Baik, kalau Aji jangan ditanya tetep sama. Manusia datar dan robot ini mana pernah sakit” canda Deren pada istri sahabatnya, sedangkan yang dijadikan bahan candaan kini tengah menatap tajam pada Deren. Mawar sendiri hanya tertawa kecil mendengar guyonan sahabat suaminya.


 


“Bisa saja, ya namanya manusia pasti punya fase capeknya Cuma mungkin nggak nunjukin aja” timpal Mawar dengan lembut, lantas Aji pun menganggukan kepalanya sebagai tanda menyetujui omongan istri sahabatnya. Dirinya memang hanya manusia biasa yang bisa capek dan sakit, tapi lebih memilih untuk menyembunyikan semua dan tidak ingin membuat khawatir orang-orang sekitarnya, pikir Aji.


 


“Ya sudah, aku nitip Azka sama kalian ya. Aku harus kebelakang untuk siapin makan malam. Mungkin sebentar lagi mas Fahmi, turun kok” balas Mawar hendak beranjak dari ruang tengah.


 


 


“Mawar aku ikut ya, bantu² buatu siapin makan malam” ucap Anita yang tiba² berdiri mengikuti Mawar yang akan pergi kedapur. Dalam pikirannya, lebih baik dirinya ikut dengan adik tirinya itu dibanding harus berada dengan orang sedingin Aji yang terus menatap dirinya horor.


 


“Oh iya, ayo kak” aja mawar, lantas mereka berdua pun berjalan beriringan menuju dapur. Sedangkan Deren semakin bertambah bingung dan penasaran, saat istri Fahmi justru menyebut kakak pada mantan pacar sahabatnya.


 


“Sepertinya, gue memang harus beneran tanyain ini semua sama Fahmi nanti deh” gumam Deren dalam hatinya. Sedangkan Aji yang melihat Deren tiba² diam, sudah tau bahwa pasti sahabatnya kini semakin bertambah penasaran dengan hubungan Anita dan juga Mawar.


 


 


Bersambung...........


Yok guys, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya......


Supaya aku bisa UP cepet , karena jejak yang kalian tinggal buat semangat aku bertambah untuk nulis terus....


 


Thanks ya......


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2