Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 31


__ADS_3

Adzan shubuh berkumandang, menandakan hari sudah mulai pagi. Disebuah kamar terdapat sepasang suami istri masih sama2 tertidur dan saling memeluk.


“Hoammmmm, sudah shubuh ternyata”ucap mawar bangun dari tidurnya mendengar adzan shubuh berkumandang


“wajah mu memang tampan mas, apalagi jika tertidur terlihat sangat teduh dan menenangkan hati. Aku yakin Mas seiring berjalannya waktu kamu bisa menerima cintaku sama seperti aku yang sudah mulai mencintai mu dan dengan kamu memeluk ku saat tertidur sudah cukup menyakinkan ku bahwa kamu mulai menerima kehadiran ku sebagi istri mu” sambung mawar yang melihat suaminya tertidur disebelahnya sambil memeluk dirinya.Mawar mengangkat tangan suaminya yang masih terus memeluk perutnya dengan hati2 dan bangun dari tidurnya.


“Mas bangun, sudah shubuh ayok sholat berjamaah”ucap mawar sesaat setelah bangun dari tidurnya, membangunkan suaminya dengan hati2 agar menjalankan ibadah shubuh.


“Emmmm, iya sebentara lagi sayang. Aku masih ngantuk ya”ucap Fahmi yang masih terlelap


Sedangkan pipi mawar kini telah berubah menjadi merah merona sesaat mendengar suara suaminya yang menyebutnya dengan kata “sayang”.


“Mas ayoklah, sudah shubuh nanti takut keburu habis waktunya”ucap Mawar dengan mengusap pipi suaminya dengan lembut


“Iya sayang, kamu duluan lah nanti setelah selesai baru aku ya”ucap Fahmi dengan senyum sambil memegang tangan istrinya yang menempel pada pipinya.


“Ya sudah klu begitu, aku duluan ya”balas Mawar malu2 melepaskan tangannya yang dipegang oleh Fahmi.


“Hmm iya”timpal Fahmi


Pagi ini fahmi dan mawar tengah bersiap2 untuk makan bersama namun sebelum nya Mawar menyiapkan keperluan suaminya terlebih dahulu sebelum turun kebawah untuk makan bersama.


“Mas, sudah selesai”ucap mawar memasangkan dasi pada leher suaminya.


“Iya, terimakasih”ucap Fahmi sambil mengelus pipi sang istri. Sedangkan yang di elus kini tengah menahan malu sampai membuat pipi Mawar berubah menjadi merah.


“Kenapa pipi mu merah sayang, hah” sambung Fahmi yang terus menggoda sang istri daritadi pagi


“mas sudahlah jangan menggoda ku malu tau, daritadi kau terus menggoda ku lebih baik kita segera turun kebawah” balas Mawar yang kini telah menurunkan tangan sang suami dari pipinya dan menjauh.


“Kenapa meski malu hah, tunggu syang hey tunggu aku”ucap Fahmi yang mengejar sang istri yang sudah keluar dari kamar


“Ayok lah mas, kasian ayah dan ibu sudah menunggu”timpal Mawar yang terus berjalan menuruni anak tangga agar terhindar dari suaminya


“Selamat pagi ayah ibu” ucap mawar yang sudah sampai di meja makan dan mendudukkan dirinya


“Pagi”ucap orangtua mawar bersamaan


“Nak kenapa kau tampak berlari menuruni anak tangga nanti kan bisa jatuh. Mana suami mu”ucap ibu leni


“Sayang, kau ini seperti tidak pernah muda saja. Pasti mereka sedang lari2 an ya kan Nak”timpa pak wijaya pada sang istri ibu leni dan menggoda anaknya


“Ahh ayah jangan buat aku malu”ucap Mawar membenarkan omongan ayahnya dengan malu2


“Sudah2 ayah jangan terus menggoda Mawar, kasian dia”timpal ibu leni membela mawar


“Selamat pagi ayah ibu”ucap Fahmi yang kini juga telah sampai di meja makan dan langsung duduk di sebelah sang istri


“Pagi nak”ucap pak wijaya


“Pagi juga nak”susul ibu leni


“Ya sudah karena sudah lengkap mari kita makan” ucap Pak wijaya


“Ehh tunggu yah, kak Nita dimana yah kok tidak ikut makan bersama “timpal Mawar yang menyadari bahwa kakak sambung nya belum berada di meja makan.


Fahmi yang mendengar sang istri menyebut nama Anita membuat Mood nya sedikit hancur pasalnya dia harus mengingat  kembali masalahnya dengan Anita namun Fahmi berusaha untuk menetralisir wajah nya setenang mungkin agar keluarga istrinya tak curiga akan kegelisahan di raut wajahnya.


“Anita sudah pergi dari pagi tadi Nak, katanya dia ada pekerjaan mendadak jadi dia tidak bisa ikut makan bersama” timpal ibu leni


“Oh begitu ya kenapa tiba2 bu, padahal aku sudah berharap pagi ini keluarga kita akan makan bersama dengan lengkap”ucap Mawar sedih


“Oh iya tadi Anita juga titip salam padamu dan juga suami mu karena tidak bisa berpamitan dengan mu secara langsung” sambung ibu leni


“Oh iya, ya sudah tidak pp” balas Mawar. Sedang Fahmi hanya diam dan sedikit menujukkan senyum ketika mendengar bahwa Anita menitipkan salam untuk dirinya.


“Ya sudah tidak usah bersedih lagi ma, lagian kakak mu mungkin memang sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda”timpal ayah Mawar

__ADS_1


“Iya yah”


“Ya sudah mari makan”


Akhirnya mereka semua makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara sedikit pun hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu.


“Mas kau hati2 ya, jangan ngebut di jalan”ucap Mawar yang mengantar suaminya yang akan bekerja


“Iya sayang pasti, oh iya nanti kau mau pulang dengan siapa. Apa perlu aku kesini lagi menjemput mu lalu kita pulang bersama”


“Aku pulang dengan supir ayah saja mas, lagian kasian jika kau harus balik lagi kesini nanti kamu kecapekkan”


“Tidak sayang, aku tidak pp jika harus menjemput mu lagi”


“Nggak usah biar aku pulang dengan supir, jadi nanti kamu bisa langsung pulang kerumah”


“Ya sudah kalau begitu. Aku berangkat ya assalamualaikum”ucap Fahmi dengan mencium kening sang istri Mawar


“waalaikumussalam mas”balas Mawar mencium tangan suaminya


Setelah memastikan Suami nya sudah berangkat bekerja, Mawar masuk kembali kedalam rumah sang ayah dan berniat untuk berpamitan pulang ke rumahnya.


 


KANTOR NUGROHO GRUP


Fahmi telah sampai di kantornya dengan selamat, dia melewati koridor kantor lalu naik ke lift khusus untuk pergi keruangannya.


“Selamat pagi Tuan” ucap Aji asisten pribadi Fahmi


“Pagi,Aji kau sudah kembali”tanya Fahmi pada Aji karena pasalnya asistennya itu sempat mengambil cuti


“Iya tuan”


“Baguslah akhirnya aku tidak perlu repot lagi mengerjakan tugas yang menumpuk. Karena sekarang sudah kau yang bisa membantu ku kembali”


“Tapi apa hah”ucap Fahmi yang langsung memotong pembicaraan asistennya


“Begini di ruangan Tuan sudah ada nona Anita yang menunggu sedari tadi”


“Oh Anita”ucap Fahmi yang masih belum ngeh.


“Apa Anita......., Anita ada di ruangan ku sekarang” sambung Fahmi terkejut setelah menyadari nama yang disebut Asistennya


“Iya tuan”


“Kenapa kau tidak berbicara daritadi  Hah” sunggut Fahmi dan langsung berjalan keruangannya tanpa menghiraukan asistennya yang kesal karena ulahnya


“huftt dasar si bos, tadi aku sudah mau menjelaskan Cuma dia potong pembicaraan ku . Ehhh malah sekarang aku yang di marah pasti sebentar lagi aku juga yang kena Omel”ucap Aji kesal


 


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman2


Untuk like, coment, dan vote nya


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2