Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 70


__ADS_3

...hari ini gimana kabarnya?...


...semoga masih tetap baik² saja ya....


...jangan lupa bahagia untuk hari ini...


...dan jangan lupa untuk tetap selalu bersyukur...


...jangan patah semangat....


...hari ini " kehidupan gadis pendiam dan kuper" kembali Up, semoga Bab kali ini dapat Feel nya dikalian ya....


...tanpa banyak basa-basi lagi, mari langsung aja baca kelanjutan kisah Fahmi dan Mawar...


...HAPPY READINGS...


.......


.......


.......


 


Dilain tempat, atau lebih tepatnya apartemen. Aji dan Deren sedang membicarakan masalah yang terjadi divilla beberapa saat lalu. Terutam Aji yang benar² bingung akan keputusannya.


 


“Jadi loh mau gimana sama, Anita. Apa lo nikahin aja tuh Anita” ucap Deren menatap Aji yang sedang bingung.


 


 


“Jujur gue pengen nikahin dia untuk tanggung jawab, terlebih keperawanan dia gue yang ngambil. Tapi gue takut, Ren” balas Aji dengan wajah sendunya.


 


“Takut apaan dah, lo tinggal nikah aja. Ngomong baik² sama orangtua Anita. Atau lo takut nggak bisa lancar waktu pas ijab qobul, iya”  ucao Deren, dengan sedikit candaannya.


 


“Nggak usah bercanda Ren, gue serius ini” kesal Aji pada Deren yang menatapnya dengan wajah mengejek.


 


“ Ya terus lo takut apaan sih, masa seorang Aji prayoga yang terkenal tegas dan berwibawa ini nyalinya ciut sih mau nikah anak orang, hah” balas Deren masih dengan wajah tengilnya


 


“Gue tau, dan gue nggak takut. Yang gue takutin adalah gue takut Anita nggak nerima pinangan gue. Lo liat sendirikan tadi divilla Anita keliatan banget masih sayang sama Fahmi, waktu Fahmi meluk aja dia langsung tenang nggak berontak sedangkan sama gue dia berontak. Dan gue liat juga kalau Fahmi kayaknya masih belum sepenuhnya ngelupain Anita” jelas Aji tentang ketakutnya menikahi Anita.


 


“Iya sihh, bener juga apa kata lo. Tapi ya, gue masih nggak habis pikir sama Fahmi. Bisa² nya dia meluk Anita didepan istrinya sendiri yang notabennya si Anita itu kakak tiri dari istrinya. Emang ya  tuh anak nggak mikir apa, kalau tuh istrinya bisa mikir macam² tentang dia dan Anita” ungkap Deren dengan kesal karena mengingat perlakuan Fahmi pada Anita waktu divilla.


 


“Entahlah, gue nggak mau mikirin masalah rumah tangga Fahmi. Entar malah gue yang disalahin kalau ikut campur, Fahmi kan emang suka gegabah dalam bertindak” balas Aji pada Deren yang sekarang sudah dengan tenang tidur disofa sebelahnya.


 


“iya juga sihh, yaudah lah bro. Gue nginep disini ya” Ucap Deren dengan pupy eyesenya.


 


 


“Hmmmm, serah lo. Yang penting, Jangan berantakin apart gue” balas Aji lantas pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


 


“Sip lah, paling gue acak²in dikit doang sih” cengir Deren melihat Aji yang menatapnya dengan tajam.


 


“Awas aja lo, dah lah gue mau tidur besok harus kerja” balas Aji dengan masuk kamarnya meninggalkan Deren yang sekarang sudah asyik tiduran disofa dengan selonjaran.


 


 


...***...


 


Rumah Fahmi


 


 Matahari pagi sudah terlihat, membangunkan penghuni bumi untuk kembali beraktifitas. Begitupun Mawar yang sudah menimang bayinya yang sudah bangun, tapi tidak dengan suaminya yang masih bergelung dengan selimut diranjangnya, tidur dengan nyenyak menghiraukan sinar matahari yang sedikit demi sedikit masuk melalui cela² jendela kamarnya.


 


 


“Ohhh sayang, ganteng banget sihh. Nyenyak nak tidurnya, iya” cakap Mawar pada sang anak yang tengah tersenyum padanya.


 


“iya sama kayak ayahnya ganteng walaupun belum mandi” sahut Fahmi yang sekarang sudah bangun dan duduk diranjang tidurnya.


 


 


“Hmmm, mulai narsis. Mandi sana, udah pagi. Kamu kan udah harus kerja hari ini” balas Mawar menatap malas suaminya.


 


 


“Hay Anak ayah, ganteng banget sihh. Hmmm”. Dengan jahil Fahmi mencubit pipi gembul sang anak dengan gemas.


 


Mawar sendiri hanya geleng² kepala mendengar kenarsisan suaminya lantas memukul pelan tangan suaminya yang asyik menjahili pipi anaknya.


 


“Mas jangan dicubitin, ih. Entar tambah melar pipinya Azka. Udah sana mandi” kesal Mawar lantas menaruh sang anak dibox bayinya dan melepaskan pelukkan suaminya.


 


 


“Kenapa ditaruh sih, Yang. Aku masih gemes sama Azka tau”. Fahmi dengan muka yang dibuat² cemberut melihat istrinya.


 


“Udah, nggak usah digituin mukanya makin jelek tau”. Mawar menatap jengah suaminya yang seperti anak kecil.


 


“Sana mandi gih” suruh Mawar lagi pada suaminya yang masih betah berdiri dihadapannya.


 


“Peluk dulu, baru aku mandi” balas Fahmi dengan merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


 


Mawar pun lantas memeluk suaminya, karena sudah terlalu jengah dengan sikap suaminya. Padahal semalam mereka bersitegang, namun kini paginya suaminya malah bersikap manja, pikir mawar.


 


“Udah kan, buruan mandi”


 


“Tunggu, sayang. Masih betah nih” . Fahmi pun lantas mempererat  pelukkannya pada tubuh istrinya untuk merasakan kehangatan dari istrinya.


 


 


“Nggak usah kenceng² peluknya aku nggak bisa napas nih” kesal Mawar ketika suaminya makin mengeratkan pelukkannya. Fahmi hanya terkekeh mendengar protes dari istrinya lalu merenggangkan sedikit pelukkanya.


 


“Mas, baju kamu mau asep vape. Kamu semalem ngevape, ya” tanya Mawar yang masih berada dipelukkan suaminya.


 


“Hah, ehhh emang kecium ya?” Tanya balik Fahmi dengan menatap Mawar sambil menciumi kaosnya sendiri.


 


“Iya mas, kecium lah. Wong kamu nggak ganti baju, inikan baju yang kamu pake semalam” balas Mawar melihat Suaminya.


 


“Hehe, iya sayang. Aku lupa ganti baju semalam sehabis nge vape”. Kekeh Fahmi.


 


“Biasaan, kenapa ngevape?”.


 


“Nggak pp, Cuma pengen aja kok” Jawab Fahmi dengan enteng.


 


“jangan sering² mas, nggak bagus tau”. Mawar berucap dengan sedikit nada kesalnya.


 


 


“Iya sayang, lagian semalam Cuma bentaran doang kok ngevape nya . Nggak lama” ucap Fahmi yang masih mencoba membela diri.


 


“Hmmm, alasan. Udah mandi sana, entar keburu siang. Aku mau kebawah, nyiapin sarapan dulu”. Mawar pun melepaskan pelukkan dari suaminya.


 


 


“Iya sayang, iya. Ini aku mandi”. Fahmi bergegas menuju kamar mandi.


 


Sedangkan Mawar sendiri pun pergi kedapur memasak sarapan pagi untuk suaminya.


 


Bersambung.......

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejaknya disini guys, agar author semakin semangat untuk nulis nya 😊


 


__ADS_2