
BAB 39
Di kota S lah Fahmi berada sekarang bersama Aji asistennya. Setelah perjalanan panjang, fahmi memilih untuk beristirahat terlebih dulu di Hotel sebelum turun tangan kelapangan untuk proyeknya begitupun dengan Aji. Entah disengaja atau tidak namun takdir memang seolah mengizinkan Fahmi bertemu dengan sang mantan kekasih sekaligus kakak iparnya Anita, mereka bertemu di loby hotel ketika Fahmi dan Aji akan pergi ke kamar hotel mereka.
“Fahmi” ucap Anita syok dan langsung memeluk tanpa menghiraukan Aji yang juga berada disitu. Sedangkan Fahmi berdiam mematung tanpa melepaskan pelukkan Anita, entah bagaimana rasanya pelukkan Anita membuatnya nyaman namun dia segera menepis perasaan nyaman itu.
“ Anita, kau ada disini juga” tanya Fahmi setelah Anita melepaskan pelukkannya.
“ iya aku disini, senang bertemu dengan mu. Kamu sedang apa disini bukannya istrimu lagi hamil, kenapa kamu malah pergi keluar kota” tanya balik Anita
“Iya, aku sedang ada pekerjaan yang harus ku tanganin sendiri. Dan kamu sendiri kenapa bisa disini?”
“aku sedang liburan Mi, bosen di kota besar ingin jalan² saja dan kebetulan aku juga ada tawaran pemotretan disini” jawab Anita dengan senyum yang terus mengembang.
Sedangkan Aji yang melihat kedekatan Bos dan mantan kekasihnya hanya bisa diam tanpa bersuara. Sebenarnya dia tidak suka melihat kedekatan antar Bos dan mantan kekasihnya sebab dia merasa Tuannya masih memiliki sedikit kenyamanan dengan mantan kekasihnya, namun Aji tetap asistennya jadi tidak berhak terlalu jauh ikut campur urusan pribadi Tuannya.
“Tuan, sebaik nya kita pergi bukannya Tuan harus istirahat agar besok semua berjalan lancar” ucap Aji bersuara agar Tuannya tak terlalu jauh mengobrol dengan mantan kekasihnya.
“Ehhh Iya, Nit aku permisi untuk kekamar ku yahh. Karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Permisi” ucap Fahmi berpamitan. Sedangkan Anita hanya mengangguk sedih sebab dia masih ingin berlama² mengobrol dengan Fahmi tapi Aji si asisten Fahmi justru mengganggu kegiatan mengobrolnya.
“Ayo, Ji” ajak Fahmi pada asistennya.
“Iya tuan, permisi nona Anita” jawab Aji sekaligus berpamitan dengan Anita sebab bagaimana pun juga Anita adalah kakak ipar dari Tuan muda nya, jadi berhak untuk dihormati meski sebenarnya di malas untu menghormatinya.
Anita pun memilih pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan kamar yang ditepati Fahmi agar ia bisa bersebelahan dan dengan begitu membuat Anita akan sering bertemu dengan Fahmi
“Permisi”
“Iya mbk, ada yang bisa saya bantu”
“emmm iya, gini saya mau tanya kira² kamar nomer berapa yah yang ditempati Fahmi orang yang baru saja Check in bersama Asistennya Aji”
“Oh maksud mbk, Tuan Fahmi adithiya Nugroho ya”
“Iya Fahmi Nugroho”
__ADS_1
“Maaf mbk, kita dilarang untuk memberi data pribadi pengujung hotel terhadap orang sembarangan apalagi Tuan Fahmi nugroho”
“hufft, mbk saya ini bukan orang sembarangan saya itu kakak ipar dari Tuan Fahmi dan tadi mbk juga lihatkan saya berbicara dengan Tuan fahmi” ucap Anita kesal.
“ Iya Mbk, tapi...”
“Cepat beritahu saya, atau kalau tidak saya akan telpon tuan Fahmi sekarang karena kamu tidak ingin memberi tahunya” ancam Anita dengan menunjukkan Nomer hp Fahmi pada resepsionis tersebut.
“Ehhh jangan mbk, iya² syaa beritahu”
“Bagus, cepat beritahu saya”
“Kamar tuan Fahmi ada dinomer 313”
“Ohh 313, oke kalau begitu beri aku kamar yang masih kosong dilantai yang sama dengan Tuan Fahmi dan berdekatan” ucap Anita
“Baik mbk”
“Hmmm”
“okehh”
Akhirnya Anita berhasil mendapat kamar yang berdekatan dengan Kamar Fahmi dan menuju kamar yang telah diberitahu resepsionis setelah melunasi pembayaran hotel.
Kamar 313
Kamar 313 lah yang ditempati Fahmi untuk beristirahat selama bekerja di Kota S dan sedangkan Aji berada disebelah kamarnya yaitu kamar 312.
Fahmi merebahkan badannya dikasur setelah selesai dengan ritual mandinya. Dia merasa menjadi bujang lagi, sebab selama menikah baru kali ini dia bisa tidur sendiri bahkan untuk beberapa hari kedepan. Entah bagaimana, pikirannya justru sekarang berkelana memikirkan kenyamanan yang didapat dari pelukkan Anita sewaktu diloby hotel.
Pov Fahmi
Entah perasaan apa yang aku rasakan sekarang, kenapa justru aku harus merasa nyaman dengan wanita lain disaat istri ku sendiri sedang hamil mengandung anakku, terlebih rasa nyaman itu ku dapat dari mantan kekasih sekaligus kakak ipar tiri ku sendiri. Jujur nama Anita masih ada di hati ku, aku tak pernah melupakannya namun aku hanya akan mengenang namanya sebab dia adalah wanita spesial yang hadir dihidupku sebelum Mawar istriku. But, aku berusaha untuk mengisi hatiku dengan nama istri ku, belajar mencintainya karena sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang hadir di kehidupan ku, buah cinta antara aku dan Mawar.
Mencoba menepis semua rasa nyaman yang dulu pernah ada, berusaha untuk tidak memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak ku pikirkan. Dan akhinrya aku mencoba untuk menghubungi Mawar sebab setelah aku sampai aku belum mengabari nya sama sekali.
__ADS_1
“Tuttttttt”
“Halo sayang, assalamulaikum” ucap ku romantis pada Mawar
“ wa’alaikumusssalam mas” jawab mawar dengan suara lembut, bahkan membuat hati ku tersentuh.
“alhamdulillah aku sudah sampai di Kota S dengan selamat sayang”
“Alhamdulillah Mas, aku menunggu kabar mu daritadi. Aku takut terjadi² apa dengan mu Mas” ucap mawar mencemaskan keadaanku, aku jadi merasa bersalah sebab karena terlalu memikirkan anita menyebabkan aku lupa untuk mengabari mawar yang menunggu ku.
“Iya maaf, tadi Mas lupa menghubungi Mu. Oh ya jangan lupa diminum susu ibu hamil nya sayang” ucapku pada mawar mengingatkannya untuk meminum susu hamilnya.
Bersambung......
Terimaksih buat para pembaca yang stay terus dikarya ku, maaf kalau sering buat kalian nunggu lama buat Up ceritanya......
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah like, vote dan komen untuk memberi masukkan atau kritikan boleh banget.
Maaf jika terdapat typo dimana² sebab author masih pemula dan kebetulan ini adalah karya pertama ku.....
Ig:@auliashahidah24
__ADS_1