Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 42


__ADS_3

POV AUTHOR


 


“Wa’alaikumussalam mas” ucap mawar mengakhirinya telpon dari suaminya. Kecewa, itulah yang dirasakan Mawar saat ini pasalnya sang suami membatalkan kepulangaannya hari ini.


 


Namun, entah kenapa hatinya merasa ada yang aneh sebab suaminya tiba² membatalkan kepulangannya secara mendadak hari ini  tapi Mawar berusaha untuk berpikir positif dan memaklumi jika memang suaminya sedang ada urusan pekerjaan mendadak. Dia sendiri sadar jika suaminya sibuk, bagaimananpun juga suaminya adalah CEO diperusahaan sendiri yang dimana pasti lebih sibuk dibanding dengan karyawannya. Akhirnya mawar memilih untuk merawat tanamannya untuk menghilangkan pikiran negatif yang mengganggunya.


 


                                   ...


Setelah menghubungi sang istri bahwa ia membatalkan kepulangannya hari ini, fahmi pun kembali kekamar Anita untuk sekedar menchek keadaannya, apakah sudah baik² saja atau tidak.


 


“Nit, biar ku ambilkan minumnya. Tetap ditempat mu” ucap Fahmi menahan Anita untuk tetap diam ditempatnya dan mengambilkan minum yang tadi ingin diambil oleh Anita.


 


“Ehhh iya” ucap Anita kaget karena fahmi tiba² sudah di kamarnya dan tapi akhirnya dia pun menurut untuk tetap dikasurnya.


 


“Makasih sekali lagi ya kamu udah  ngerawat aku padahal kamu bukan lagi siapa² aku” ucap Anita dengan wajah sendu nya.


 


“Iya sama², lagian meskipun kamu bukan lagi siapa² ku, kita masih menjadi saudara karena kamu kakak tiri dari istriku jadi kita masih memiliki hubungan meski bukan hubungan seperti dulu” jawab Fahmi canggung.


 


“Hmmmm iya, aku lupa jika kamu sekarang sudah jadi ipar tiri ku. Oh ya kamu tidak siap² untuk kepulangan mu bukannya sebentar lagi ya” ucap Anita memilirik jam dinding yang menunjukan waktu dimana seharusnya Fahmi sudah harus bersiap² untuk pulang.


 


“Aku tidak jadi pulang hari ini karena ada beberapa urusannya yang belum selesai ternyata” ucap Fahmi berbohong karena takut nanti ada kesalahpahamaan yang terjadi.


 


“Oh gitu yah”


 


“Iya, ya sudah minum obat mu supaya cepat pulih” ucap Fahmi menyodorkan obat yang harus diminum Anita agar lekas membaik.


 


“Iya” jawab Anita menerima obat dari tangan Fahmi dan langsung meminumnya.


 


“Ya sudah istirahatlah, aku harus pergi dulu karena ada kerjaan yang harus ku urus. Jangan lupa hubungi aku jika kau butuh apa²” ucap Fahmi tegas.


 


“Iya Mi, makasih ya”


 

__ADS_1


“Iya” jawab Fahmi singkat dan meninggalkan Anita.


 


                                 ...


Dikamar asistennya lah sekarang Fahmi berada, duduk dengan tenang untuk menyampaikan sesuatu.


 


“Hari ini gue nggak jadi pulang. Lho pulang sendiri” ucap Fahmi santai sedangkan Aji kaget pasalnya semua sdh direncanakan tapi kenapa di batalkan.


 


“ Maksud lho Apaan, jangan aneh². Kerjaan kita udah kelar disini, bukannya lho pengen cepet² ketemu sama mawar” tanya Aji yang langsung mengehentikan kegiatannya yang sedang menata barang² nya dan duduk disofa sebelah Fahmi.


 


“Gue nggak main² sama ucapan gue, lagian gue emang pengen ketemu mawar. Tapi ada pekerjaan yang harus gue urus dulu dan ini mendadak” jawab Fahmi masih berusaha untuk santai walau gelisah.


 


“Pekerjaan apa yang lho lakuin tanpa melibatkan gue didalemnya, pasti ada yang lho rahasiain” sarkas Aji meneliti Wajah fahmi yang tidak santai walaupun dia berusaha santai.


 


“Kenapa Aji bisa menebak pikiran gue, dia memang sepertinya memiliki indra ketujuh bisa mendektesi pikiran orang” gumam Fahmi karena Aji yang bisa tau kau dirinya tengah gelisah.


 


“Heyyy Jawab malah diem saja, gimana sih” jawab Aji membuyarkan Lamunan Fahmi.


 


 


“Hahhhh, jadi lho ngebatalin kepulangan lho hari ini gegara mantan sekaligus kakak ipar tiri lho. Dia udah bukan tanggung jawab lho lagi Bro” ucap Aji mencoba untuk membuka pikiran temannya.


 


“Iya gue tau, tapi gimana pun juga gue nggak enakkan orangnya apalagi ini wanita dan ya gue lihat sendiri gimana dia sakit terlebih disini nggak ada keluarganya, dan kebetulan gue juga disini yang mana dia masih saudara gue juga, saudara dari Mawar. Dan karena dia kakak tiri dari istri gue” jawab Fahmi beralasan.


 


“ jangan beralasan saudara tiri istri lho. Kalau sebenarnya lho masih sangat peduli sama dia dan bukan karena dia saudara tiri istri lho. Jangan menanam duri dihidup lho sendiri, Mi”  ucap Aji tegas.


 


“ ok gue akui, gue emang masih peduli sama Anita, karena bagaimanapun juga dia pernah hadir dihidup gue dan buat gue merasakan indahnya Cinta, Ji” ucap Fahmi mengakui semua yang dikatakan Aji.


 


“bukan berarti dia pernah hadir dihidup lho, jadi lho merasa dia berarti karena sekarang lho punya kehidupan baru yang dimana bukan sama Anita lagi. Buat apa Cinta jika akhirnya sekarang lho nggak sama dia malah sama Mawar yang udah jadi istri lho” ucap Aji dengan datar.


 


“Iya gue tau, tapi tetap aja gue nggak bisa, Aji” jawab Fahmi ngotot.


 


“ Apa yang lho tau, kalau lho aja masih ngelakuin hal² yang seharusnya nggak lho lakuin tapi tetap lho lakuin. Sekarang pertanyaan gue Cuma satu, apa Mawar tau lho ngebatalin kepulang hari ini gara² Si Anita saudara tirinya” ucap Aji masih dengan mengitimidasi Fahmi temannya.

__ADS_1


 


“ gue udah bilang kalau hari ini gue nggak jadi pulang karena ada urusan mendadak dan dia nggak pp” Jawab Fahmi.


 


“Dia tau lho nggak jadi pulang hari ini tapi dia  nggak tau urusan apa yang harus lho urus dengan mendadak. Lho bohong, dan gue takut akan ada kebohongan lagi yang lho buat” ucap Aji dingin .


 


“ Tenang nggak akan ada kebohongan lagi yang gue buat, ini terakhir karena ini pun mendadak” Jawab Fahmi.


 


“ serah lho, yang penting gue udah peringatin lho buat nggak usah deket² lagi sama Anita karena itu bisa jadi duri didalam rumah tangga lho”ucap Aji masih dengan wajah dinginnya dan meninggalkan Fahmi untuk kembali berkemas karena meski Fahmi hari ini tak jadi pulang, aji harus tetap pulang karena tiket sudah dipesan dan juga pekerjaan di Kota J sudah menunggunya.


 


“Iya gue nggak mungkin menanam duri dirumah tangga gue, yang ada malah menanam benih dirahim istri gue” ucap Fahmi bergurau agar mencairkan suasana yang sempat mendingin diantara dirinya dan Aji. Sedangkan Aji hanya menatap jengah pada Fahmi yang melemparkan candaan di waktu yang tidak tepat.


 


“oh iya selama gue pulang . Lho yang handle kantor ya” sambungnya lagi dan beranjak pergi dari kamar Aji


 


“ Iya, udah jadi tugas gue” ucap Aji pada Fahmi yang sudah diambang pintu yang akan keluar.


 


“Nice, lho memang asisten yang bisa gue andelin. Kalau  gitu gue pamit kekamar dulu” ucap fahmi dan keluar dari kamar aji setelah mendapat deheman dan tatapan dingin Aji.


 


“Hmmmm” dehem Aji dengan tatapan dingin. Aji masih tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan Fahmi, pasalnya dia berbohong dengan istri karena wanita lain. Aji hanya bisa memijat kepala nya pusing akibat mendengar cerita temannya itu.


 


Sekedar info, bahwa Fahmi dan Aji akan terlihat akrab bila diluar jam kerja. Terlebih jika hanya berdua seperti tadi, yang dimana Fahmi curhat pada Aji maka dia akan mengubah panggilan nya dari formal jadi non formal yaitu Lho dan gue, karena mereka sudah berteman sejak kecil ketika Aji tinggal dipanti asuhan yang dimana Ayah Fahmi menjadi donatur terbesar dipanti asuhan Aji. Dari panti asuhan yang sering dikunjungi ayah Fahmi lah, mereka akhirnya berteman.


 


                                 ...


 


Fahmi sendiri kini sudah berada dikamarnya. setelah dari kamar Aji, dia memutuskan untuk kekamarnya dan memikirkan omongan Aji yang sebenarnya ada benarnya. Namun entah hati atau hanya ambisinya yang bekerja tapi untuk saat ini dirinya memang masih ingin melindungi sang matan kekasih yang sekaligus sudah menjadi kakak iparnya yaitu Anita. Namun dihati terkecilnya juga ia ingin jujur pada sang istri tapi entah dorongan darimana membuatnya enggan untuk berbicara jujur tentang apa yang sedang dia lakukan sekarang. Dia hanya takut akan ada salahpaham nantinya diantara Anita dan Mawar, itu saja yang ada dipikirannya saat ini.


 


Bersambung ..............


Maaf untuk keterlambatan Up nya, dikarena author lagi banyak pikiran jadi berhenti nulis untuk sementara. Gegara pandemi, pikiran butuh liburan tapi harus dirumah. Mengesedih😭, manteman.Oke segitu aja, maaf saya jadi curhat, wkwkwk. 🙏


 


Tetap dukung karya ku ya, jangan lupa tinggalkan jejaknya , okeh. Terimakasih buat yang udah ninggalin jejaknya di karya ku.🙏🙏


 


 

__ADS_1


__ADS_2