Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 67


__ADS_3

sebelumnya, terimakasih untuk para readers yang sudah baca cerita ku sampai Bab ini dan makasih juga masih setia nunggu cerita ini Up. terus kawal cerita ini sampai End ya, kita sama-sama kawal Fahmi dan Mawar untuk bahagia.


sekali lagi, terimakasih untuk para readera♡🙏🙏


• jangan lupa Bahagia untuk hari ini!


• janga lupa juga untuk bersyukur, sebab seperti kata ria ricis bahwa : "Kita semua beruntung, tergantung seberapa banyaknya kita bersyukur setiap detik". jadi ayok bersyukur dulu, dan setelah itu baru lanjut untuk baca cerita ini okeyy :)


...HAPPY READINGS...


.......


.......


.......


...**********...


Kamar Anita


 


Semua menjadi kacau setelah malam yang mereka lewati, Aji hanya menatap bingung pada Anita yang saat ini menangis disebelahnya bersama dengan Mawar yang menenangkannya.


 


Setelah tadi mendengar pekik an Mawar istri dari sahabatnya, aji pun lantas bangun dari tidurnya dan langsung mengenakan pakaiannya yang tercecer dilantai. Lantas dia hanya memandang Anita dengan frutasi, benar² diluar dugaannya melakukan hubungan suami istri bersama Anita. Sebab semalam Anita yang memabuk berat memaksa menciumnya sampai membuat gairahnya sebagai lelaki normal naik dan menginginkan yang lebih dari sekedar ciuman. Semua  begitu tercepat terjadi sampai dirinya sendiri pun tak bisa mengendalikan gairah yang sudah memuncak, pikir Aji.


 


...***...


 


“Shitttt Aji” umpat Fahmi yang menerobos masuk dan melihat keadaan yang terjadi, melihat Anita mantannya dalam keadaan berantakaan diranjang dengan Aji disebelahnya membuat amarahnya memuncak, dia bukan orang bodoh yang tak tahu kejadian apa yang mereka (aji dan Anita) lakukan. Terlebih melihat Anita yang menangis dalam keadaan tubuh yang masih terbungkus selimut dengan menampilkan bahu putihnya, membuat amarahnya semakin naik tanpa terkendali.


 


Lantas Fahmi menarik Aji sahabatnya yang masih duduk tenang diatas ranjang untuk turun dan menghajarnya habisa²an sampai membuat Aji tersungkur dilantai dengan keadaan yang mengenaskan.

__ADS_1


 


“Mas udah, tenanglah. Kita bisa bicarakan baik² ini semua” ucap Mawar yang akhirnya bertindak menghentikan  suaminya yang akan melayangkan pukulannya kembali pada Aji.


 


“Tenang kamu bilang Ma, nggak. Ini masalah serius, laki² ini udah merusak Anita saudara kamu. Dan kamu masih suruh aku untuk tenang, iya Hah” marah Fahmi pada Mawar yang menghentikan tindakannya pada Aji. Aji sendiri hanya pasrah tersungkur dilantai, tidak melawan sebab dirinya tau bahwa ini memang salahnya dan membiarkan Fahmi terus memukulnya.


 


“Iya aku tau, tapi nggak harus kayak gini Mas Caranya. Kita bisa selesain ini baik² nggak harus dengan cara kekerasan kan, setidaknya kita dengar dulu penjelasan dari mereka kenapa bisa terjadi seperti ini. Dan lagi Dia pun juga sahabat Mu, Mas” ucap Mawar menatap Fahmi dengan dalam berusaha menenangkan sang suami. Karena seharusnya mereka mendengar dulu tentang apa kejadian yang sebenarnya pada Aji dan Anita, pikir Mawar.


 


“Terserah kamu lah, Ma. Terserah kamu mau bela²in laki - laki kayak dia, yang udah ngerusak kakak kamu sendiri. Aku masih nggak habis pikir sama jalan pikiran kamu.” balas Fahmi emosi  dengan menunjuk kearah Aji, dan lantas pergi berjalan mendekati Anita yang masih menangis dengan menundukkan wajahnya diatas ranjang tidur.


 


“Nit, kamu nggak pp?” tanya Fahmi yang sudah duduk dipinggiran ranjang dengan tangan memegang pundak Anita dan satu tanganya lagi ia gunakan untuk mengangkat dagu Anita, agar dirinya bisa melihat wajah sembab Anita akibat menangis.


 


 


“Husttt, tenanglah. Ada aku disini, kamu nggak kotor. Kamu tenang ya, kita selesaikan semua masalah ini sama².” balas Fahmi memeluk Anita erat yang berada didekapannya mencoba untuk menenangkannya, dengan keadaan Anita yang masih terbalut selimut dan menampilkan bahu putihnya. Begitupun sebaliknya, Anita juga memeluk erat Fahmi. Merasakan pelukkan hangat yang sudah lama dia rindukan dari Fahmi.


 


Tanpa mereka berdua sadari, saat ini banyak pasangan mata yang menatap mereka dengan tatapan berbeda². Aji hanya bisa menatap sendu pada Anita yang kini jauh lebih tenang didekapan Fahmi, sahabatnya. Sedangkan Deren yang sebenarnya sudah berdiri didepan pintu kamar sejak tadi, juga hanya menatap nanar pada Fahmi yang begitu gampang memeluk Anita, tanpa memikirkan istrinya sendiri yang kini juga melihat adegan pelukkan tersebut. Ya, Deren memang sudah berdiri didepan pintu kamar sejak tadi, lebih tepatnya saat Fahmi tengah menghajar Aji dengan membabi buta. Dan dia pun melihat bagaimana Mawar mencoba menghentikan tindakkan Fahmi yang menghajar Aji. Dan juga sampai pada adegan dirinya melihat Fahmi memeluk mantannya (Anita) itu. Dirinya masih tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Fahmi. Bahwa tindakkan yang dilakukan Fahmi itu semua dapat menyakiti hati istrinya sendiri, tanpa disadari oleh Fahmi.


 


Sementara Mawar sendiri pun tak kalah kagetnya melihat adegan pelukkan mesra yang di lakukan suami dengan kakak tirinya. Ya Mawar melihat bagaimana suaminya memeluk erat kakak tirinya dengan tatapan cinta. Dia melihat Fahmi suaminya seperti sudah lama mengenal Anita sampai² memeluk erat dengan begitu mesra demi hanya menenangkan Anita, dan tanpa suaminya sadari itu semua menyakiti hatinya.


 


Salahkah dirinya merasa cemburu pada suaminya sendiri ketika memeluk erat kakak tirinya yang jelas² bukan mahram bagi suaminya, meskipun itu hanya berniat untuk menenangkan kakaknya yang sedang terguncang sedih. Pada akhirnya, Mawar memilih keluar dari kamar kakaknya tanpa bersuara dibandingkan berlama² didalam kamar melihat adegan yang membuatnya justru sakit hati. Begitupun dengan Aji, dia memilih keluar menuju kamarnya untuk membereskan barang² nya sendiri karena ia ingat pagi ini mereka semua akan kembali ke kota. Urusan dengan Anita akan dibicarakan nanti setelah keadaan mulai sedikit tenang dan membaik, pikir Aji.


 

__ADS_1


...***...


Tinggal lah Deren sendiri yang kini berada diambang pintu, menatap dengah jengah kearah Fahmi yang masih betah memeluk mantannya (Anita) itu.


 


“Ck, clbk” decih Deren menatap Fahmi dan Anita dengan kesal.


 


“Mi, gue keluar dulu. Lebih baik suruh Anita bersih² dulu. Kita bicara masalah ini nanti setelah sampai Kota J” ucap Deren yang akhirnya membuat Fahmi sadar dan melepaskan pelukkannya terhadap Anita.


 


 “Okey, makasih sarannya” jawab Fahmi sekilas menatap Deren.


 


“Hmmm, ingat! Lo punya istri dan anak yang masih butuh loh, Mi. Mereka yang mesti lo bahagia in bukan orang lain. Okey, gue cabut keluar nyusul si Aji” balas Deren lantas meninggalkan Fahmi dan Anita.


 


Telak, kata² yang baru saja Deren katakan seakan menusuk jantungnya. Menyadarkan bahwa dia memang sudah tidak boleh terjebak lagi pada pesona Anita.


 


“Nit, bersih² lah. Bereskan barang² mu, kita akan balik ke kota pagi ini. Semua sudah bersiap diluar, untuk masalah ini seperti kata Deren kita selesaikan nanti setelah sampai dikota, okeyy” ucap Fahmi menatap Anita yang masih dalam keadaan kacau, menyuruhnya agar bersiap².


 


“Iya Mi, aku akan siap² dulu” balas Anita dengan menatap balik mata Fahmi.


 


“Okey kalau gitu aku keluar dulu, ya” ucap Fahmi dengan mencoba mengalihkan pandangan matanya pada Anita setelah melihat Anita menatap pandangan matanya begitu dalam. Dirinya takut akan kembali terjebak pada pesona Anita, ia sadar bahwa statusnya sekarang adalah seorang suami dan ayah bukan lajang lagi. Dan akhirnya ia memilih keluar meninggalkan Anita yang tengah bersiap². Dan menyusul sang istri, yang baru ia ingat bahwa tadi pun ada istrinya didalam kamar anita dan pasti istrinya pun melihat semua adegan pelukkan yang dilakukannya pada Anita, pikirnya (Fahmi).


 


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2