
...SELAMAT MEMBACA...
...***...
Setelah kegiatan malam panjang yang dilalui, Fahmi masih tidur nyenyak ditempat setelah melakukan sholat shubuh sedangkan Mawar sendiri sudah sibuk dengan Azka, dari menyusuinya sampe menjemur badan Azka dimatahari pagi sambil menunggu suaminya bangun dari tidurnya.
“Mas, bangun udah pagi nanti kamu terlambat ke kantornya” ucap Mawar yang akhirnya kembali membangunkan suaminya, wajar jika suaminya masih sangat nyaman diposisi tidurnya karena semalam mereka lembur sampai jam 3 pagi alhasil suaminya sekarang masih tertidur dengan nyaman.
“Hmmm iya sayang, bentar lagi ya” balas Fahmi yang masih menutup mata dengan sangat nyaman.
“Mas daritadi sebentar mulu lho, ayok cepet Azka aja udah bangun tuh” ucap Mawar yang mengguncang bahu suaminya untuk bangun dari tidurnya sambil memperhatikan Anaknya yang berada dikereta bayi.
“Hmmmm” balas Fahmi yang sudah mulai bangkit dari tidurnya dengan mengucek matanya menghilangkan kotoran mata yang masih menempel.
“Besok² nggak lagi-lagi aku mau diajak lembur sampe malem sama kamu” ujar Mawar kapok menuruti kemauan suaminya begadang sampai malam karena paginya suaminya itu sangat susah untuk dibangunkan.
“Tapi kamu menikmati kan sayang, sampe manggil² nama aku untuk terus lakuin lagi” balas Fahmi dengan santai sambil mengingat kejadian semalam dimana istrinya itu tak kalah menikmati sama sepertinya dirinya dengan permainannya malam tadi. Mawar sendiri merasa tersipu dengan ucapan suaminya yang terlalu jujur tentang dirinya.
“Mas apaan sihh kamu, ihhh”ucap Mawar dengan wajah cemberutnya untuk menutupi pipinya yang sudah memerah karena ucapan frontal suaminya itu.
“Hahahaha, Udah nggak usah merah gitu mukanya kan emang kenyataannya sayang” balas Fahmi yang kini sudah sepenuhnya sadar dari kantuknya.
“Liat tuh, Azka daritadi liatin kamu gara² pipi kamu merah” sambungnya lantas melihat sang anak yang tengah tersenyum melihat interaksi kedua orangtuanya. Mawar otomatis melihat anaknya yang ternyata kini tengah menatap dirinya dengan tersenyum seolah tahu apa yang dibicarakan bunda dan ayahnya.
“Udah sana bersih², aku siapain pakaian kerja kamu” balas Mawar memilih untuk pergi dari hadapan suaminya sebelum suaminya berulah kembali membuatnya tersipu malu.
“Iya sayang iya, hahaha” jawab fahmi terkekeh melihat sikap istrinya yang menghindarinya karena Malu dan beranjak untuk bersiap² seperti yang diperintakhkan istrinya.
Setelah Fahmi bergegas kekamar mandi, Mawar pun segera menyiapkan perlengkapan suaminya untuk bekerja sedangkan Azka sendiri diletakkanya pada box bayi, Azka sendiri terlihat ateng didalam box bayinya tanpa menangis, seperti tak ingin merepotkan bundanya yang tengah menyiapkan keperluan sang ayah.
... ***...
“Sayang aku berangkat ya” ucap Fahmi yang kini sudah bersiap di samping mobilnya untuk bekerja.
“Mas nggak mau aku buatin kopi dulu, supaya nggak ngantuk nanti dikantor” balas Mawar yang tengah memperhatikan mata sayu suaminya yang mengantuk.
“untuk sekarang nggak dulu ya sayang, aku ngopinya di kantor aja nanti. Soal nya udah telat banget ini, takut macet dijalan” balas Fahmi melihat jam dipergelangan tangannya lembut.
“Lagian kan aku sama sopir, jadi nanti aku bisa tidur sebentar diperjalan kekantor” sambung Fahmi sambil menatap anaknya yang tersenyum didalam gendongan istrinya.
“Iya udah deh Mas, hati² dijalan ya” jawab Mawar pasrah.
“Ya udah aku berangkat ya” balas Fahmi mencium kening istrinya dan tak lupa juga untuk mencium pipi gembul anaknya yang kini tengah tersenyum pada dirinya.
__ADS_1
“ Iya mas” jawab Mawar mencium tangan suaminya dengan khimat.
“Assalamulaikum” ucap Fahmi
“jaga bunda ya sayang. Jangan bikin bunda capek, oke anak baik” sambung Fahmi memberi nasehat yang pada Azka, dan hanya ditanggapi senyum oleh anaknya itu. Mawar sendiri hanya bisa mengulas senyum ditempatnya .
“Walaikumussalam” jawab Mawar yang ditanggapi senyum oleh suaminya. Lantas Fahmi pun pergi dengan mawar yang masih menyaksikan mobil suaminya yang sudah mulai menjauhi pekarangan rumah mereka dengan senyum nya. Setelah sudah memastikan suaminya menghilang dari penglihatannya, Mawar pun beranjak masuk kedalam rumah membawa Azka didalam gendongannya.
... ***...
Setibanya dikantor Fahmi langsung meminta Dibuatkan kopi oleh OB, agar dapat menghilangkan kantuk yang masih menghingapi dirinya. Lantas beranjak pergi keruangan kerjanya.
“Sial! Ternyata tiduran sebentar dimobil nggak bisa buat kantuk gue hilang” gerutanya yang kini sudah duduk dengan tenang di depan meja kerjanya.
“mana kerjaan numpuk banget lagi, niat banget tuh sih aji naroh berkas dimeja gue sebanyak ini sebelum gue dateng” sambungnya yang kesal karena sudah ada setumpuk berkas yang harus diperiksanya dimeja kerjanya dan menuduh aji sebagai pelakunya, karena tak ada lagi yang berani masuk keruangannya seenaknya selain Aji dan Deren sahabatnya.
“Nih kopi loh” ucap Aji yang sudah masuk keruangan Fahmi tanpa permisi dan meletakkan kopi yang dipesan Bos nya itu dengan santai. Fahmi sendiri hanya menatap cengo melihat asistennya yang sudah meletakkan pesanan kopinya dengan santai.
“Biasaan banget masuk nggak ketuk dulu atau permisi gitu” jawab Fahmi kesal melihat aji sudah duduk santai didepannya sekarang.
“Heh loh ya, lagian loh sekarang udah merangkap jadi OB dikantor gue. Kok gue nggak tau ya, kapan diangkatnya loh jadi OB disini” beo Fahmi dengan bercanda menatap asistennya itu dengan datar.
“Nggak usah bercanda, lagian tadi gue ketemu sama OB yang kebetulan mau keruangaan loh jadi sekalian aja gue bawain kopinya lagian gue juga ada perlu berdua sama loh”balas Aji menjelaskan maksudnya dan kenapa dia bisa membawa kopi pesanan Bos sekaligus sahabatnya itu.
“Ohh gitu”balas Fahmi ber-oh ria lalu kembali fokus pada setumpuk berkas didepannya.
“tumben pesen kopi, biasanya udah minum kopi dirumaah loh” ucap Aji memecah keheningan yang terjadi.
“Nggak sempet minum kopi dirumah, udah telat banget soalnya gue berangkat” jawab Fahmi yang masih fokus membaca berkas.
“Kenapa telat, lagian mata berat banget buat melek kayaknya. Bukannya nggak ada kerjaan yang loh lemburin ya dirumah” balas Aji yang penasaran dengan kondisi Fahmi yang mengatuk.
“Iya emang nggak ada, tapi semalam gue lembur bareng istri gue” jawab Fahmi sekenanya menatap wajah sahabatnya itu .
“Ohhh” balas Aji singkat tak mau memperpanjang pertanyaannya kembali. Karena bisa² dirinya justru yang kena ledekan dengan Bos nya.
“Gue kesini Cuma bilang entar kita ada meeting setelah jam makan siang, sama jangan lupa baca berkas yang gue taroh dimeja loh nanti setelah loh pahami tanda tangani” ucap Aji menjelaskan maksudnya datang keruangan fahmi.
__ADS_1
“Hmmm iya, lagian loh nggak liat gue juga lagi baca ini. Bisa²nya pagi-pagi udah naroh berkas sebanyak ini meja gue, loh” kesal Fahmi dengan asistennya tersebut.
“Itu udah tugas gue sebagai asisten loh. Udaah kerjain buru, gue balik keruangan gue dulu” jawab Aji dingin dan beranjak dari duduknya.
“Ehh tunggu, gue minta tolong buat loh periksa jadwal gue seminggu kedepan. Atur cuti gue buat libur, gue mau liburan bareng istri gue soalnya” ucap Fahmi sebelum asistennya itu pergi dari ruangannya.
“Oh oke bakal gu periksa dan info ke loh, kalau nanti ada waktu buat loh cuti” balas Aji menatap Bos, lantas pergi setelah memastikan tidak ada yang ingin disampaikan lagi oleh Fahmi. Fahmi sendiri hanya mengangguk kecil mendengar penuturan asistennya, lalu kembali fokus pada berkas yang ada ditangannya.
Bersambung........
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya guys......
...visual Fahmi dengan pakaian kantornya:)...
...sumber:pinterest...
__ADS_1