Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 40


__ADS_3

Author pov


 


Malam ini untuk pertama kali kehamilannya mawar tidur sendiri tanpa suaminya, sejak kehamilannya mawar memang manja pada suaminya. Setelah mendapat kabar dari Fahmi baru lah dia bisa tidur dengan tenang, semenjak kepergian fahmi keluar kota pagi tadi membuat pikiran dan perasaanya tidak tenang. Firasat aneh seorang istri tentang suaminya itu wajar, karena seperti memiliki ikatan batin.


 


Pagi ini mawar kembali bangun dari tidurnya seperti biasa setiap pagi ia akan berjemur dibawa sinar matahari pagi agar tubuhnya sehat. Namun kali ini ia ditemani sang suami meski hanya lewat vidio call namun membuatnya bahagia pasalnya sang suami masih memperhatikannya meski terpisah oleh jarak.


 


“Sayang jangan lama² berjemurnya, 30 menit cukup untuk ibu hamil, setelah itu bersih² dan makan makanan sehat ya” ucap Fahmi yang terus memberi perhatiannya pada sang istri.


 


“Iya mas siap, lagian aku yang hamil tapi kenapa kamu yang lebih paham apa yang harus dilakukan ibu hamil” gurau Mawar.


 


“sayang aku ini kan harus menjadi suami dan calon ayah yang siap siaga untuk menjaga istri dan ibu dari anak² ku kelak. Jadi aku mulai belajar untuk memahami apa² yang dibutuhkan istri dan calon anakku” jelas Fahmi


 


“Iya mas, mas?”


 


“iya kenapa sayang?”


 


“Makasih ya, sudah mau bertahan denganku yang bahkan sebenarnya kamu mungkin belum sepenuhnya mencintaiku. Tapi dengan perhatian² kecil yang kamu beri saat ini membuatku nyaman didekat mu Mas,  semoga perhatian itu akan tetap sama sampai aku melahirkan ya” ucap Mawar sendu entah karena hormon atau apa tapi mawar takut jika perhatian yang diberikan Fahmi hanya sesaat dia hamil setelahnya semua akan berakhir


 


“Sayang kenapa bicara mu aneh, jangan berpikir yang aneh² itu tidak baik buat kesehatan anak kita” ucap Fahmi mencoba menenangkan istrinya yang sebenarnya membuat hatinya juga terenyuh mendengar penuturannya namun untuk saat ini dia memang belum mengatakan cinta entah kenapa Fahmi pun bingung dengan perasaannya sendiri.


 


“Iya mas, ya sudah kalau begitu sebaiknya kamu siap² untuk kerja mas, karena aku juga mau bersih² dulu” ucap mawar lagi.


 


“Iya sayang” jawab fahmi dengan senyum tulusnya.


 


“Oh iya mas jangan lupa sarapan dan minum vitamin agar tetap sehat ya. Semangat kerjanya Mas” ucap Mawar dengan senyum manisnya.


 


“Siap Nyonya Fahmi”gurau Fahmi.


 


“ya sudah, assalamulaikum” ucap mawar mengakhiri.

__ADS_1


 


“Wa’alaikumussalam sayang” jawab Fahmi.


 


Kegiatan menelpon dengan istrinya pagi ini telah usai, Fahmi pun bergegas untuk bersiap² meninjau proyek bersama Aji. Namun sebelum itu ia akan sarapan terlebih dahulu dengan aji ditempat dia menginap.


 


Fahmi keluar kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi dan sangat tampan, bahkan orang lain akan terpesona denganya jika melihat penampilannya sekarang. Dia menuju kamar Aji untuk mengajaknya sarapan terlebih dulu, namun belum juga dia mengetuk pintu Aji tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan suara itu tidak asing ditelinganya dan ternyata setelah dia melihat, benar saja suara itu ternyata suara Anita orang yang sangat dikenalnya.


 


“Fahmi” panggil Anita


 


“Anita kau disini, ada apa?” tanya Fahmi ketika melihat Anita yang kini telah berdiri dihadapannya dengan senyumnya.


 


“Iya, kau lupa kan aku juga ada pekerjaan disini. Kamu menginap dilantai ini?”


 


“Iya, itu kamarku” jawab fahmi menujuk kamar disebelah kamar Aji


 


“Wahh kamar kita dekat ternyata hanya berjarak satu kamar saja, itu kamar ku”


 


 


Tak lama setelah itu, Aji keluar dari kamarnya yang ternyata sudah ada dua orang yaitu Fahmi dan Anita.


 


“Tuan, maaf telah membuat Tuan menunggu sampai harus berdiri didepan pintu kamar saya” ucap Aji yang melihat Tuan nya berada didepan kamarnya.


 


“Iya tidak pp, ya sudah ayokk kita sarapan dulu sebelum berangkat ke proyek”


 


“Iya Tuan, mari”


 


“Emmm Fahmi aku boleh ikut dengan mu untuk sarapan, kalian kan mau sarapan juga jadi biar rame. Nggak enak klu harus sarapan sendiri” ucap Anita yang tidak tahu malunya ingin ikut sarapan dengan Fahmi


 


“Ehhh iya boleh , ayok” ajak Fahmi

__ADS_1


 


Aji yang melihat Anita membujuk Fahmi untuk sarapan bersama merasa muak, karena dia merasa Anita sengaja mengikuti Tuannya agar bisa menjalin hubungan kembali namun meskipun begitu Aji tetap mengikuti  Tuan nya sarapan dengan Anita, untuk mengawasi gerak gerik Anita.


 


“anita jangan berbuat aneh², ingat Fahmi sudah punya istri yang sedang mengandung jadi jangan berusaha untuk menggodanya lagi” tekan Aji pada anita setelah selesai sarapan bersama Tuannya.


 


“Hey aji jangan coba² mengancam lagian aku tidak pernah berniat menggoda Fahmi, ingat jika fahmi nantinya tergoda bukan salahku itu salahnya sendiri” kilah Anita yang membantah ucapan aji lalu pergi meninggalkan Aji.


 


“Dasar wanita munafik, lihat saja jangan coba main² denganku” gumam Aji kesal saat Anita sudah menjauh darinya


 


“aji, anita mana. sudah pergi ya??” tanya Fahmi saat sudah tiba dilobby hotel dan melihat aji hanya seorang diri, karena pasalnya tadi sebelum dia mengambil barangnya yang ketinggalan dikamar, dia meninggalkan Anita bersama Aji dilobby hotel.


 


“Iya tuan, nona Anita sudah pergi mungkin ada urusan” jawab Aji


 


“Oh ya sudah, ayok kita berangkat nanti keburu siang”


 


“Iya tuan, mari” ucap Aji mempersilahkan Fahmi untuk jalan didepannya.


 


Bersambung............


Maaf jika banyak typo dimana², karena author sendiri masih pemula jadi masih harus banyak belajar.....


Ig@auliashahida24


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2