Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 56


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah orang² yang akan kembali menjalankan aktivitas mereka masing². Seperti hal nya Mawar, kini dia tengah menyiapkan sarapan untuk suaminya berangkat bekerja. Sebagai seorang istri, mawar ingin semua kebutuhan suaminya terpenuhi dari bangun tidur hingga tidur kembali. Pernikahannya terjadi memang karena perjodohan, yang bahkan sebelumnya mereka tidak saling mengenal dan saling mencintai. Namun seiring berjalannya waktu, Mawar menyakinkan dirinya bahwa dia telah jatuh sejatuh²nya pada pelukkan suaminya, meski dia sendiri tidak pernah tahu apakah suaminya pun telah mencintainya atau tidak. Tapi itu tidak menjadi masalah baginya, karena perhatian sang suami untuknya sudah membuktikan kalau suaminya pun mulai mencintainya walau tidak pernah berbicara secara langsung padanya. Baginya kehadiran Azka anak mereka, sudah membuat hubungannya dengan sang suami semakain membaik. Meski sebenarnya kita pun harus bersiap diri, untuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi nantinya. Karena Pernikahan adalah awal dari sebuah perjuangan, bukan penghujung. Akan banyak badai yang menerpa, dan kunci dari pernikahan adalah sebuah kejujuran dan saling percaya. Dan Mawar sudah memberi kepercayaan itu sepenuhnya pada sang suami.


“sayang” panggil Fahmi pada istrinya yang tengah repot menyiapakan sarapan paginya.


“Ehhh mas, kamu udah selesai siap²”jawab Mawar melihat suaminya yang kini sudah berada disebelah dengan menggendong baby mereka.


“Iya, Azka bangun. Maka nya aku bawa kebawah” balas Fahmi yang masih setia berdiri disebalah sang istri yang masih sibuk menyiapakan sarapan pagi ini.


“Yaudah, sini biar aku gendong Azka. Kamu sarapan gih” ucap Mawar yang kin telah mengambil Azka dari gendongan suaminya.


“Assamualaikum Azka, kangen ya sama bunda. Iya Nak, uluhhh uluhhh” ucap Mawar menirukan suara bayi untuk mengobrol dengan Anaknya. Sedangkan Fahmi yang melihat interaksi itu hanya bisa mengulas senyum tulusnya, bahagia melihat istrinya sudah menanamkan nilai² agama pada anak mereka. Mulai dari mengucap salam, bahkan tak jarang istrinya sering mengaji dengan Azka dipangkuannya. Jauh sekali dengan dirinya, yang telah jauh dari Tuhan namun sekarang dia pun mulai mendekatkan dirinya terhadap sang pemilik bumi dan isinya. Perlahan dia mulai berubah terlebih tugasnya sekarang adalah seorang imam bagi keluarga kecilnya.


“mas, aku panggil kak Nita dulu di atas” ucap Mawar yang akan memanggil sang kakak untuk ikut sarapan bersama.


“Nggak perlu” Fahmi menahan tangan sang istri yang akan pergi untuk memanggil kakak tirinya untuk ikut sarapan bersama.


“Lagian kalau dia mau sarapan, pasti dia turun sendiri kesini untuk gabung” sambung Fahmi dengan nada dingin dan wajah datarnya. Fahmi rasanya muak melihat Anita yang berlaga menjadi ratu dirumahnya, istrinya sibuk memasak sendiri tapi justru Anita hanya enak²an didalam kamarnya.

__ADS_1


“Tapi mas, aku udah masak sebanyak ini. Lagian ini juga aku masak buat kak Nita, kan pagi ini dia berangkat keluar kota jadi harus sarapan dulu mas” celah Mawar untuk meminta pengertian suaminya. Walau sebenarnya tau tentang apa masalalu di antara suami dan kakak tirinya itu, tapi dia masih memiliki rasa sayang pada Kakaknya itu walau hanya berstatus kakak tirinya.


“ Aku bilang nggak ya nggak, tolong dengarin perintah aku Sayang. Aku mau kamu nemenin aku sarapan sekarang” balas Fahmi dengan nada dingin yang mulai tidak bersahabat.


“Iya sudah mas, kalau itu mau mu. Aku menemani mu sarapan” Mawar pun akhirnya mengalah, setelah mendengar nada suaminya yang bersirat kemarahan didalamnya. Karena bagaimanapun sekarang dia seorang istri yang sudah seharusnya menuruti perkataan Imamnya.


“Hmmm” balas Fahmi dingin. Tanpa mereka sadari, ada orang yang mendengar percecokan mereka pagi ini yaitu Anita. Anita menunggu dan mendengarkan perdebatan yang terjadi antar adik tirinya dan suaminya itu selesai, barulah dirinya menghampiri pasutri tersebut setelah keadaan kembali tenang.


“Hay semua, selamat pagi” sapa Anita yang kini sudah berada ditengah² keluarga kecil adik tirinya. Jujur dirinya bersalah karena sudah membuat adik tiri dan suaminya itu ribut karena kehadirannya. Tapi Anita tetaplah wanita yang berambisi kuat. Cinta tetap akan ada untuk Fahmi, sekalipun Fahmi sudah berkeluarga.


“Oh iya duduk kak, aku udah masak ini semua untuk kakak. Supaya nanti kakak nggak perlu sarapan diluar lagi” ucap Mawar mencoba mengontrol keadaan sebaik mungkin, agar kakak tirinya itu tidak tersinggung ketika mendapat respon kurang baik dari suaminya.


“Ehhh iya, makasih ya. Harusnya nggak perlu repot², kan aku bisa cari makan nanti disekitaran airport” balas Anita yang sudah duduk disebelah Mawar dengan perasaan canggunya.


“Iya kak, lagian nggak repot. Supaya nanti nggak usah cari ² sarapan lagi disana, tinggal nunggu pesawat aja” timpal Mawar dengan senyum tulus.


“Iya, makasih selagi lagi ya” balas Anita.

__ADS_1


“Udah selesai ngobrol nya” sarkas Fahmi dinging karena melihat istrinya yang terus mengobrol dengan kakak tiri sekaligus mantannya itu.


“iya, sudah mas” jawab Mawar takut².


“Ya sudah. Aku harus berangkat kerja, dan lagi Anita pun harus ke airport kan, jadi mending kita sarapan sekarang takut telat nanti” ucap Fahmi dengan wajah dingin dan datarnya.


“Iya mas, maaf ya aku terlalu banyak ngobrol sama kak nita” timpal Mawar merasa bersalah pada suaminya. Mawar tau kenapa sifat suaminya kini berubah, tapi dia lebih memilih diam daripada nantinya memperburuk keadaan, pikirnya.


“Hmm iya” bals Fahmi singkat.Dan sarapan Pagi ini dihiasi dengan perasaan canggung, karena keberadaan Anita ditengah keluar kecil mereka.


“takdir terkadang memang sebercanda itu, kita dibuat jauh oleh seseorang yang amat kita cintai. Tapi nyata nya, takdir mengembalikannya saat status kita sudah berbeda, lucu ya. ” A.s.f


Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejaknya guys......


Tetap semangat menjalani hari² yang terasa sulit ini, karena akan ada bahagia yang datang setelah tangis, jadi semangat...........

__ADS_1


__ADS_2