
...selamat membaca...
.......
.......
Masih dengan kekesalan Deren akibat ulah sahabatnya yang ia panggil dengan sebutan Muka datar (aji). Akhirnya yang ditunggu² pun keluar, aji menghampiri Deren yang tengah duduk didekat kitchen mininya dengan kantong² plastik yang sudah mememuhi meja kicthen. Aji tengah menahan senyumnya akibat melihat wajah Deren yang sudah sangat merah padam akibat menahan amarah.
“Muka loh kenapa, nggak enak banget dilihatnya” ucap Aji yang sudah duduk disebelah Deren dengan meminum minuman yang sempat dituangkannya tadi.
“Kenapa² mata loh ijo, ini semua gegara loh muka gue kek gini” semprot Deren pada Aji dengan melayangkan tinjuan di bahu kokoh sahabatnya.
“Sakit bodoh, kalau mukul kira² baju gue jadi ikutan basah” umpat Aji kesal karena Deren meninjunya dengan sangat keras sampai² membuat minuman yang dipegangnya tumpah dibajunya.
“Rasain, siapa suruh ngerjain gue. Pakek niat banget lagi ngerjainnya, duit gue ampe kekuras gegara loh”ucap Deren masih dengan kekesalannya.
“Kali², kan biasa loh yang ngerjain gue. Lagian makanan sama snack ini pasti loh sendiri juga yang ngabisin. Jadi nggak bakal sia² loh bayar belanjaan gue karena loh juga ikutan makan” balas Aji panjang lebar sampai tentang fakta bahwa Deren yang sering menghabiskan stok makanannya ia beberkan langsung pada Deren. Deren sendiri hanya syok sendiri ditempat atas penuturan sahabatnya.
“Kenapa loh, benerkan yang gue omongin” sambung Aji yang melihat Deren terbengong ditempatnya.
“Sialan loh, tapi emang bener sih” ucap Deren dengan mengusap tengkuk belakangnya yang tidak gatal dengan senyum malu²nya.
“Jijik gue lihat senyum loh” balas Aji bergidik ngeri melihat Deren dengan senyum malu²nya.
“Jijik² gini, gue lebih ganteng daripada loh dan satu lagi, yang pasti lebih awet muda juga karena gue murah senyum gak kayak loh” ucap Deren dengan PD nya memamerkan kegantengannya.
“Serah loh dah” bals Aji dengan menikmati snack yang ada didepannya. Beberapa saat keheningan terjadi diantara mereka, akhirnya Aji memulai percakapannya kembali pada Deren karena teringat pesan Fahmi untuk memberitahukan liburan yang diadakan Fahmi pada Deren.
“Fahmi ngajak liburan bareng” ucap Aji memecahkan keheningan. Deren yang fokus pada ponselnya pun mengalihkannya ketika Aji membuka suaranya.
“Wah beneran, gue di ajak nggak” tanya Deren antusias dan tidak lagi memfokuskan pada ponselnya ketika mendengar sinyal - sinyal akan kesenangan.
“Loh budek atau gimana, gue tadi kan bilang Fahmi ngajak liburan bareng. Itu artinya loh diajak” kesal Aji karena Deren yang tidak mendengarkan penuturannya diawal membuatnya harus kembali mengulang kata yang sudah ia katakan.
“Santai aja kali mas bro, ngegas bae kerjaannya” ucap Deren dengan santai menatap sahabatnya itu yang kesal.
__ADS_1
“Hmmm serah gue” balas Aji datar.
“Oh iya tumbenan² banget ya Fahmi ngajak liburan barenga apalagi setelah nikah gini, harusnya dia liburan bareng sama keluarganya aja ya” heran Deren tentang rencana Fahmi yang mengajaknya liburan bareng meski sudah menikah. Bener² temen sejati, pikirnya Deren.
“Ya kalau loh nggak mau juga nggak pp, biar gue aja yang ikut" Balas Aji dan langsung mendapat tatapan tajam dari Deren
“ Lagian ini juga usul istri Fahmi yang ngajak kita liburan bareng. Karena nanti juga ada mertua sama mamanya Fahmi tante Diana” sambung Aji lagi sebelum Deren mencela omongannya.
“Enak aja, gue harus ikutlah karena kalau nggak ada gue liburan loh hampa Mas”Timpal Deren gemulai sambil mengelus² lengan Aji.
“Apaan sihhh loh, najis amat. gila”kesal Aji pada tingkah aneh Deren.
“Hahaha, sapa tau loh butuh belaian kan udah lama menjomblo” kekeh Deren dengan mengejek sahabatnya itu. Sedangkan Aji mendengus kesal pasalnya meskipun jomblo, dia juga tak ingin disentuh dengan sesama jenis juga apalagi dengan Deren sahabatnya.
“Ngaco loh”balas Aji menatap Deren dengan tatapan jijiknya dan kembali fokus lagi kepada makanannya.
“Ehh tapi istri Fahmi baik juga, sampe liburan aja dia masih inget sama sahabat² suaminya, ya kan ji”ucap Deren lagi, dengan meminta Aji untuk menyetujui ucapannya.
“Iya juga ya, tapi kan nggak harus sama persis sama kayak istrinya Fahmi. Masa harus nyari kembarannya kan nggak mungkin, lagian Mawar juga pasti nggak punya kembaran” seroloh Deren yang mendapat gelengan kepala dari Aji.
“Yang nggak harus kembarannya juga apalagi sampai kembar mukanya, Paijo. Itu Cuma perumpamaannya doang, maksud gue nyari yang sifatnya sama lemah lembut, minimal baik dan paham agama” ucap Aji mengebu² karena tak habis pikir dengan pemikiran Deren.
“Oh gitu, ya ngomong” balas Deren mengangguk²kan kepala sebagai tanda mengerti.
“Oh iya tadi kan loh bilang bakalan ada keluarga istrinya Fahmi juga yang ikut liburan berarti ada Anita juga dong kan mereka saudaraan tiri jadi otomatis Anita juga turut andil dalam liburan ini nantinya” ucap Deren,
“Shitt”tanpa sadar aji mengumpat dalam hatinya pasal nya dirinya kenapa justur mulupakan Anita yang notabennya adalah kakak tiri dari istri sahabatnya dan yang pasti juga akan ikut dalam liburan yang diadakan Fahmi.
“Tau lah, tapi yang gue tahu dari Fahmi, dia lagi keluar kota buat pemotretan”balas Aji yang akhirnya sedikit lega karena ia teringat cerita Fahmi beberapa hari lalu tentang Anita yang berkunjung kerumah Fahmi untuk menemui Azka sebelum Anita berangkat untuk pemotretan diluar kota.
“Ohh gitu, tapi kalau udah balik dari luar kota gimana” beo Deren lagi.
“Ya semoga aja itu nggak terjadi. Udahlah nggak usah ngomongin hal² yang belum terjadi, yang bahkan kita sendiri nggak tau bakal kayak gimana nantinya”ucap Aji malas, lantas meninggalkan Deren menuju ruang tamu untuk menonton Tv.
__ADS_1
“Yee iya², nggak usah ngambek dong muka datar. Pakai ninggalin segala” seloroh Deren dengan menyusul Aji yang sudah menyalahkan tv untuk menonton.
Bersambung.......
Dipart ini masih full versi Aji dan Deren ya guys.....
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.....
Maaf untuk ketermbalatannya Up.......
__ADS_1