
Pagi ini tampak matahari muncul dengan cerah, secerah wajah mawar yang sudah mulai merasakan kebahagiaan didalam rumah tangganya. Rumah tangganya mulai harmonis tidak seperti awal pernikahannya yang tragis.
Fahmi mulai menerima kehadiran sang istri, meski sebenarnya dia belum tahu apakah dia sudah benar2 mencintai sang istri atau belum. Namun, fahmi membiarkan rumah tangganya mengalir begitu aja setidaknya dia mulai memperlakukan sang istri dengan baik walau belum ada cinta yang terucap dari mulutnya untuk sang istri Mawar.
Rumah fahmi
“Mas, hati2 ya semoga lancar semua urusannya dikantor dan bisa pulang dengan selamat” ucap mawar mendo’akan.
“Iya, ya sudah aku berangkat dulu. Assalamualaikum”
“Wa’alaikumussalam”.
Akhirnya rumah kembali sepi, setelah sang suami berangkat untuk bekerja mawar memilih menuju kekamar karena dia merasa pusing dari pagi saat menyiapkan sarapan sang suami dan setelah sang suami berangkat barulah dia akan istiraht sebentar didalam kamar.
“Nyonya, kenapa apa ada yang sakit” tanya Bi mina ketika berpapasan di tangga.
“Ehhh bi, iya nih kepala ku sedikit pusing mungkin karena aku kecapekkan” ucap mawar sambil memijit pelipisnya.
“Apa mau saya ambilkan obat biar pusingnya mereda Nya” tawar bi Mina.
“Tidak usah Bi, aku hanya butuh rebahan saja. nanti kalau pusingnya tidak juga hilang maka aku akan meminum obat” tolak mawar karena dia hanya ingin rebahan dan tidak ingin meminum obat.
“ Ohh begitu, yaudah nyonya istirahat saja. Apa perlu bibi antar kekamar” tawar bi Mina lagi.
“Ehhh tidak usah bi, aku bisa sendiri kok. Yaudah kalau gitu saya naik dulu kekamar ya bi” pamit Mawar berlalu menuju kamar dan dibalas anggukkan oleh bi Mina.
Kantor Nugroho Grup (NG)
Fahmi berjalan dengan langkah lebar menuju keruang kerjanya, hari ini ia akan ada meeting dengan klien besar dan dia harus menyiapkannya secara matang agar sang klien puas dengan hasil kerjanya. Para karyawan yang kagum akan sosok sang Ceo, hanya bisa memandangnya tanpa bisa memiliki. Bagaimana tidak, mereka memiliki Ceo yang tampan tapi nyatanya sang Ceo sangat susah untuk ditaklukan terlebih mereka tau bahwa sang Ceo telah memiliki kekasih yang tak kalah cantik.
__ADS_1
Ya, karyawan Fahmi sendiri pun tidak pernah mengetahui status yang telah disandang Sang Ceo karena ia bukan lagi pria yang berpacaran namun sudah berganti Menjadi pria bersuami. Karena sampai saat ini, Fahmi masih merahasiakan istrinya kepada karyawan kantor. Pernikahannya hanya diketahui oleh keluarga dan beberapa relasi kerjanya yang memang penting. Karyawan yang tahu tentang statusnya yang sekarang hanyalah dua karyawannya yang menjadi rekan kerja sang istri saat magang dikantornya dulu yaitu Rian dan Melly. Mereka berdua pun dilarang oleh Fahmi untuk tidak memberitahu kepada karyawan yang lain.
Rumah Fahmi
Mawar yang sedang tidak enak badan, memaksakkan diri keluar kamar untuk memasak didapur karena jam sudah hampir menunjukan sang suami akan pulang bekerja
“Bi, udah masak ya” tanya mawar yang melihat Bi mina sedang berkutat didapur.
“Ehh iya Nya, lagian bukan Nyonya muda sakit. Jadi, seharusnya tidak perlu memasak biarkan Bibi saja Nya” ucap Bi mina.
“Gak pp Bi, lagian aku sudah sedikit membaik tidak seperti tadi. Mari bi, ku bantu memasak”
“Nggak usah Nya, ini juga sudah selesai tinggal ditata dimeja makan saja kok”
“Ya sudah biar ku bantu menata dimeja makan ya Bi” ucap Mawar memaksa
“ Ya sudah Nya, silahkan”
Jangan lupa tinggalkan jejaknya kawan2. Maaf yang sebesar2nya dari author karena baru muncul lagi.
__ADS_1
__ADS_1