
~ **HAPPY READING** ~
“mawar, ayah dan ibu pamit dulu ya Nak” pamit ayah mawar yang akan pulang dari rumah anak dan menantunya.
“Iya yah, hati² ya” jawab mawar saat ayah dan ibu nya pamitan untuk pulang.
“Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang Azka ya nak, banyak² belajar tentang bayi ya dan bisa tanya sama ibu jika ada yang masih bingung saat merawat Azka. Mungkin ibu bisa bantu” timpal Ibu angkat mawar dengan mengusap punggunya sebagai rasa kasih sayang.
“Pasti bu, mawar juga sekarang sudah mulai belajar² tentang mengurus bayi. Apalagi ada Bi mina yang juga suka² bantu Mawar” jawab Mawar dengan senyum tulusnya.
“Ya sudah kalau begitu, ayah dan ibu pamit pulang. Assalamualaikum”timpal ayah mawar berpamitan.
“Iya yah walaikumussalam, hati² dijalan” balas Mawar. Mawar pun masuk untuk melihat sang anak yang sedang bersama Kakak angkatnya yang tak lain dan tak bukan Adalah Anita. Ya, kedatangan orangtua dan kakak nya (Anita) memang tidak direncanakan, tanpa sepengetahuan mawar dan Fahmi. Entah apa maksudnya dari Anita, ketika orangtuanya berpamitan pulang justru Anita meminta izin menginap dirumah adik angkatnya, Mawar. Sedangkan Mawar menyetujui tanpa menolak dan curiga.
“Kak, azka anteng banget kayaknya” senyum Mawar lantas duduk disebelah kakak angkatnya yang tengah menggendong baby nya.
“Iya nih, dia senyum² lucu banget anak kamu mawar”ucap Anita dengan tetap fokus menatap Azka kecil yang tertawa dipangkuannya.
“Mama sama ayah sudah pulang” tanya Anita yang kini sudah menatap Mawar.
“Sudah kak” jawab Mawar dengan wajah yang teduh.
“Ohh” balas anita lantas mengalihkan pandanganya pada Azka kembali.
“Kak tolong jaga Azka sebentar ya. Aku mau ngecheck dapur untuk mempersiapkan makan malam nanti. Karena ada teman mas Fahmi yang akan berkunjung nanti” ucap Mawar dengan lembut.
“oh iya dengan senang hati, siap sih yang tidak mau menjaga baby selucu Azka ini” balas Anita dengan senang.
“Hmmm makasih kak, ya sudah kalau gitu aku kebelakang dulu ya” ucap Mawar.
“Dah sayang mama tinggal dulu ya, kamu sama Aunty dulu jangan rewel ya” sambung Mawar yang tak lupa berpamitan pada sang anak yang tengah menatap matanya dengan senyum khas bayi.
__ADS_1
“Iya bunda, azka nggak rewel kok” Tiru Anita dengan bahasa bayi untuk mewakali Azka berkata pada Bundanya.
“Oke bagus sayang, ya sudah kak” senyum mawar terbit saat Anita menirukan bahasa bayi untuk mewakili Azka berbicara padanya.
“Iya” balas Anita lalu Mawar pergi menuju dapur.
***
Dilain tempat, Fahmi sudah menyelesaikan Meeting nya bersama klien nya yang didamping Aji asisten pribadinya. Dan sekarang dia tengah berada di unit apartemen Aji, yang didesain dengan minimalis namun masih tergolong bernuansa mewah. Ya setelah meeting selesai, dengan tidak tau diri nya Aji yang notabennya adalah asisten pribadi sekaligus sahabat Fahmi itu, meminta Fahmi untuk menemaninya terlebih dahulu untuk membersihkan badannya di apartemennya dengan Alasanya dia tak membawa mobilnya yang masih dikantor. Karena saat meeting tadi, aji dan Fahmi pergi menggunakan mobil Fahmi. Itu sebabnya dia meminta Fahmi mengantar dan menemaninya ke unit apartemennya toh dia pun akan berkunjung kerumah Fahmi. Sedangkan Fahmi hanya pasrah mengikuti permintaan asisten sekaligus sahabatnya itu dan menunggu dengan sebal disofa yang tersedia diunit apartemen tersebut.
“Sayang, aku pulang agak terlambat masalah nya aku masih menunggu Aji di apartemennya, karena dia ingin ikut kerumah untuk melihat Azka” ucap Fahmi berbicara dengan istrinya melalui sambungan telpon sebab dia tak ingin membuat istrinya khawatir.
“Iya mas, nanti kalau sudah selesai buruan pulang ya” Jawab Mawar disambungaan telpon.
“Iya pasti, oh iya azka lagian ngapain sekarang” balas Fahmi menanyakan Baby mereka.
“Azka lagi aku kasih Asi mas, sambil dengerin kita telponan” jawab Mawar dengan senyum disebran telpon.
“Ya sudah mas, nggak pp nanti kan juga ketemu. Ya udah aku mau lanjutin kasih ASI buat Azka ya mas” jawab Mawar.
“Iya ya sudah kamu lanjutin kasih ASI Azka, kalau gitu aku tutup telpon nya ya, Assalamualaikum” balas Fahmi mengakhiri obrolan mereka.
“Wa’alaikumussalam, Hati² dijalan ya mas”
“Iya sayang” ucap Fahmi lantas mematikan panggilannya.
“Udah telponannya, nggak sabaran banget ketemu bini” jawab Aji dengan gaya berlipat tangan didepan dada dan berdiri didepan pintu kamarnya yang sedaritadi mendengarkan percakapan Fahmi ditelpon.
“Iya udah, loh udah daritadi didepan pintu kamar” jawab Fahmi yang memutar badan kebelakang menghadap Aji. Karena posisi sofa yang diduduki Fahmi membelakangi kamar Aji.
__ADS_1
“Iya, bahkan gue denger loh ngadu ke istri loh tentang alasan terlambat pulang Cuma gegara ngaterin gue balik , ya kan. Dasar bucin” ucap Aji memutar bola matanya merasa jengah, pasalnya dia memintah Fahmi untuk mengantarnya pulang juga itu gara² Fahmi yang memintanya tadi satu mobil sewaktu meeting. Alhasil mobilnya dia tinggal di kantor.
“Iya ya, lagian syirik aja sih” ketus Fahmi yang juga kesal sebab dirinya di katain bucin dengan asisten+sahabatnya itu.
“Ya udah ayok berangkat kerumah loh, nggak usah banyakkan bacot. Entar gue dimarahin istri loh lagi gara² bawa loh pulang terlambat” ucap Aji yang sudah berada diambang pintu keluar Apartemennya.
“Iya ya, ayok” ucap Fahmi dengan semangat saat keluar apartemen Aji. Saking semangatnya dia sampai meninggalkan Aji yang masih menutup pintu Apartemennya.
“Dasar bos nggak ada akhlak, ninggalin gue gitu aja. Woyy tungguin” ucap Aji kesal lantas berteriak untuk mengehentikan langka Fahmi yang minggalkannya.
“Buruan, lama gue tinggal loh” ucap Yang tak kalah kerasnya dengan suara Aji yang meneriakinya. Dikira hutan kali nya nih si Fahmi saama aji seenaknya aja teriak², hehehe......
“Iya ya, susah emang kalau udah bucin” jawab Aji mengalah lantas menyusul Fahmi yang sudah lumayan jauh dengan berlari.
Bersambung.............
Jangan lupa tinggalkan jejak nya guys, biar aku semakin semangat nulisnya....
__ADS_1