Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 6


__ADS_3

Dipagi hari yang cerah matahari mulai ditimbul di sebelah timur, semua orang bangun dari tidur malamnya untuk melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa bekerja, berkuliah, bersekolah, dll.Begitupun dikeluarga sanjaya mereka mulai disibukkan oleh aktivitas mereka masing-masing dari ibu di keluarga itu menyiapkan keperluan suaminya untuk berangkat bekerja dikantor dan setelah itu menyiapkan makanan untuk suami dan anaknya yaitu pak Wijaya Sanjaya dan anaknya Mawar.


Mawar pun sama sibuknya ya karena hari ini adalah hari pertama bekerja nya, ia menyiapkan keperluan untuk bekerja dengan sangat baik, dari mulai memilih pakaian dan menyetrika dia melakukan nya sendiri tanpa bantuan ART dirumahnya karena memang mawar adalah anak yang mandiri dan terlebih jika itu menyangkut keperluan pribadinya mawar lebih sering melakukan nya sendiri karena dia ingin menyiapkan yang terbaik tanpa ada kesalahan.


“bu, yah aku berangkat bekerja dulu ya dan doa kan mawar semoga di hari pertama mawar bekerja semua berjalan lancar”pamit mawar pada ayah dan ibu nya ketika ingin berangkat bekerja.


“iya hati-hati ya ayah akan selalu mendoakan mu Nak, semoga di hari pertama mu bekerja kamu bisa melakukan yang terbaik”ucap ayah mawar yang memberi semangat dan doa nya kepada sang anak

__ADS_1


“jangan lupa makan ya Nak, ketika jam istrahat”ucap ibu mawar ikut menimpali karena pasalnya anak tiri nya ini jarang untuk makan ketika jam makan, ibu leni mengetahui anak tirinya tidak sering makan disaat jam makan siang itu dari sahabat anak nya Dara.


“iya yah mawar akan melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang mawar bisa untuk perusahaan itu, dan ibu terimakasih telah mengingatkan mawar akan makan, mawar akan makan nanti ketika makan siang tiba”tambah mawar membalas ucapan orangtua nya dengan di iringi senyuman.


“ya sudah ayah, ibu mawar berangkat assalamualaikum, dahh”ucap mawar lagi berpamitan dan menyalami kedua orangtua nya.


Mawar tengah berada di dalam mobil untuk menembus jalanan yang padat di kota J padahal ini masih pagi namun jalanan sudah sangat padat dengan orang-orang yang sudah ingin berkerja mencari nafkah untuk keluarga mereka tak hanya itu anak sekolah pun cukup memadati jalanan untuk menimba ilmu di sekolah dari anak SD, SMP, SMA.

__ADS_1


Bahkan di pagi hari seperti ini saja sudah ada anak yang mengamen di tengah-tengah lampu merah untuk mendapat uang demi menyambung hidup, Mawar yang melihat itu menjadi iba pada anak itu sehingga ia memberi sedikit Rezeki kepada sang anak.Mawar benar-benar bersyukur karena ia hidup dikeluarga yang serba cukup bahkan tak kurang suatu apapun apa yang dia mau selalu dituruti oleh ayah dan mendiang ibu nya sewaktu kecil.


Mawar memasuki kantor nya dan tak sengaja dia menabrak seseorang yang akan memasuki kantor juga ya seseorang yang memiliki badan tinggi tegap , berwibawa, wajah yang tampan serta penampilan yang rapi.


“maaf pak, saya tidak sengaja”ucap mawar meminta maaf pada orang yang ditabraknya karena sedang buru-buru.


Orang yang ditabrak nya malah menatapnya tajam dan diam seribu bahasa lalu pergi meninggalkan mawar tanpa mengindahkan kata permintaan maaf yang mawar ucapkan.Mawar bingung kenapa orang itu menatap nya begitu tajam padahal orang tersebut sama salahnya pikir mawar.

__ADS_1


Bersambung…….


__ADS_2