
“Nit, perlu ku antar ke apatement mu tidak?” tawar Fahmi ketika mereka sampai dibandara.
“Nggak usah Mi, aku bisa pesen taksi sendiri. Sebaiknya kamu pulang saja, istri mu pasti senang kau pulang hari ini. Aku bisa pesen taksi online kok” tolak Anita karena jujur dia juga merasa bersalah jika harus menahan Fahmi terlalu lama dengannya meski dihati ingin.
“Oke deh kalau gitu, kebetulan supir ku sudah menunggu diparkiran aku pulang dulu yah. Kamu yakinkan, nggak mau aku temani sampai taksi mu datang” tanya fahmi lagi, menyakinkan anita.
“Sudahlah nggak pp, pergilah. Aku yakin tidak perlu ditunggu, lagian ini kan kota sendiri bukan dikota orang jadi aku sudah biasa” jawab Anita dengan yakin.
“Ya sudah kalau gitu, aku duluan ya. Byyy” ucap Fahmi berpamitan. Dan tinggal Anita sendiri dibandara menunggu pesanan taksi yang tadi dipesannya.
Anita dan Fahmi memang pulang bersama hari ini, sebenarnya Fahmi tidak berniat pulang bersama dengan Anita. Namun ketika Anita tau bahwa fahmi akan pulang, akhirnya Anita pun memutuskan untuk pulang bersama Fahmi dan memesan tiket dengan jadwal terbang yang sama pula. Dan Fahmi pun menyetujui keinginan Anita jika ingin pulang bersamanya, karena dia berpikir anita adalah seorang wanita kasian jika harus naik pesawat sendiri apalagi dikota orang. Meskipun anita sering berpegian keluar kota bahkan keluar negri sendiri karena pekerjaan yang seorang model, namun baginya Anita tetap lah seorang wanita lemah yang harus dilindungi, yang bisa saja terjadi hal² yang tidak diinginkan ketika dibandara ataupun dipesawat.
...
Fahmi pun sampai didepan rumahnya, jika sebelumnya dia mengabari Mawar bahwa akan pulang tapi tidak dengan hari ini. Dia tidak mengabari kepulangannya hari ini, karena akan memberikan kejutan pada sang istri. Bahkan sisupir pun di suruh berbohong oleh Fahmi ketika akan menjemputnya. Yang mawar tahu supir suaminya akan menservis mobil bukan untuk menjemput suaminya.
Fahmi pun berjalan dengan penuh wibawa diikuti supirnya yang berjalan dibelakangnya dengan membawa kopernya. Fahmi benar² tidak sabar ingin melihat ekspresi mawar ketika dirinya sudah ada dikamar, padahal istrinya kira masih berada diluar kota dan belum pulang.
“Assalamualaikum” ucap Fahmi ketika sampai didapur dan melihat bi Mina sedang beberes didapur.
“Wa’alaikumussalam, Tuan sudah pulang. Lho kok kenapa mendadak, bibi belum sempat memasak, nyonya juga tidak memberitahu kalau tuan akan pulang hari ini” ucap Bi mina dengan wajah kaget.
“Iya Bi, tidak pp lagian saya sudah makan tadi dipesawat dan juga sudah kenyang. Saya memang pulang mendadak tanpa memberitahu mawar, karena mau kasih kejutan” ucap Fahmi dan duduk dikursi meja makan sambil meminum air yang dituangnya karena tujuan ke dapur untuk minum air setelah baru menuju kamarnya.
“Oh pantas, Nyonya tidak mempersiapkan apa² untuk kepulangan Tuan. Ternyata ini kejutan, tapi Nyonya tidak ada dirumah kebetulan sedang jalan² keliling komplek pamitnya tadi” jawab bi mina.
“ jadi Mawar tidak dirumah, sudah berapa lama dia keluar rumah Bi” tanya Fahmi kaget karena ternyata sang istri sedang tidak dirumah.
“Mungkin sekitar 20 menit yang lalu, nyonya bilang ingin mencari udara segar. Sebenarnya tadi saya sudah berniat akan menemani Nyonya untuk keliling komplek tapi ternyata tidak mau katanya ingin jalan² sendiri saja” ucap Bi mina dengan takut² karena telah memberikan Nyonya mudanya pergi sendiri.
“oh ya sudah nggak pp, mungkin dia butuh waktu sendiri. Kalau begitu saya ke atas dulu ya bi, mau bersih². Nanti kalau istri saya sudah pulang dari jalan² nya, Jangan bilang ya kalau saya sudah pulang Bi” ucap Fahmi.
“Iya baik Tuan”jawab Bi mina.
Fahmi pun bergegas menuju kamarnya untuk bersih² terlebih dahulu sebelum istrinya pulang. Yang saat ini Fahmi inginkan hanya ingin bertemu sang istri.
***
“Alhamdulillah Nak, kita sampai juga dirumah. Ternyata sejuk juga menghirup udara diluar rumah” gumam Mawar ketika sampai didepan gerbang rumahnya sambil berbincang pelan dengan calon bayinya dan mengelus² perutnya yang mulai membesar.
“Nyonya sudah pulang, maaf lama menunggu biar saya buka kan gerbangnya terlebih dulu” ucap Satpam yang berjaga.
“Iya nggak pp pak, lagian saya barusan sampai. Makasih ya pak, kalau gitu saya permisi” ucap Mawar sambil berjalan masuk.
“Iya nyonya”
“Ehh Pak yadi sudah pulang, cepet juga ternyata servis mobilnya” gumam Mawar ketika ingin masuk rumah dan tak sengaja melihat mobil suaminya yang tadi diservis dan ternyata sudah terparkir dibagasi samping rumah.
__ADS_1
Mawar pun memilih masuk dan tak lagi memikirkan masalah mobil suaminya yang sudah terparkir dirumah yang dikira akan lama saat diservis. Dia benar² ingin istirahat dikamarnya setelah jalan² keliling komplek yang ternyata membuatnya sedikit lelah.
***
Mawar membuka knop pintu kamarnya yang tertup lalu kemudian masuk dan kembali menutup pintunya. Baru dia akan berjalan menuju kekamar mandi, namun pandangnya tiba² tertuju pada ranjang tidurnya yang ternyata ada seseorang yang tertidur sangat nyaman.
“Astagfirullah” pekik mawar kaget ketika melihat tempat tidur sudah ditempati.
“Mas fahmi sudah pulang yah, tapi kenapa nggak bilang. Apa jangan² bukan yah, tapi siapa yang berani masuk kesini” gumam mawar dan berjalan menghampiri laki² yang tidur membelakangi nya pasalnya dia pasti tidak yakin jika suaminya sudah pulang.
Mawar berjalan dengan hati² lalu naik ketempat tidur, perlahan tangan terulur menyentuh pundak seseorang yang sekarang tidur membelakanginya. Ragu² dia menepuk bahu sang empunya, takut² bukan suaminya melainkan orang lain.
“Mas, mas ini kamu kan. Mas fahmi” ucap Mawar yang terus berusaha mengguncang bahu seseorang yang berada dihadapannya untuk memastikan apakah benar suaminya atau bukan.
“Hoahhhh, emmm” fahmi menguap saat bahunya diguncang oleh seseorang dan ternyata itu adalah istrinya.
“Mas Fahmi, jadi ini beneran kamu” tanya Mawar dengan wajah terkejutnya.
“Hmmm iya sayang ini aku, suami mu kaget ya” jawab Fahmi dengan suara khas bangun tidur.
“Sejak kapan kamu berada dirumah, bukannya kamu diluar kota. Kenapa nggak bilang jika ingin pulang hari ini” ucap mawar mencecar fahmi dengan banyak pertanyaan.
“Heyy kenapa banyak sekali pertanyaan nya sayang, bikin bingung harus jawab yang mana duluan” jawab Fahmi
“Iya iya, aku pulang sekitar 20 menit yang lalu sebenarnya aku ingin kasih kejutan kekamu ketika sampai dirumah, tapi ternyata kata Bi mina tadi kamu sedang kelura keliling komplek jadi aku memutuskan untuk bersih² setelah itu ternyata aku capek jadi aku rebahan sebentar sambil nunggu kamu pulang tapi aku malah ketiduran, hehe. Jadi gagal deh kejutannya” ucap Fahmi denga tawa diakhir kalimatnya.
“Ihhhh, aku tetap kaget tau. Karena tiba² kamu sudah disini padahal kemarin kamu kan masih diluar kota ternyata pagi ini sudah disini” jawab Mawar dengan wajah yang dibuat kesal.
“Iya maaf yah, lagian kamu nggak seneng aku pulang. Aku kangen sama dedek bayi”ucap Fahmi sambil mengelus perut istrinya yang membuncit.
“Terutama sama ibunya kangen banget” sambungnya dan mampun membuat Sang istri tersenyum.
“Apaan sih mas” ucap Mawar malu², padahal kemarin dia sempat kesal dengan suaminya namun setelah melihat suaminya didepannya membuat rasa kesal hilang sendiri.
“Oh iya maaf yah kemaren sempat buat kamu marah karena aku batal pulang hari itu, aku janji nggak bakal ninggalin kamu lama² lagi” ucap Fahmi dengan rasa bersalah.
“Iya mas nggak pp, lagian kan sekarang kamu sudah disini” ucap Mawar dengan lembut.
“Makasih sayang” ucap Fahmi sambil mengelus pipinya sang istri yang dirindukannya.
“Oh iya kamu udah makan?” tanya Mawar.
“Belum masih kenyang tadi, tapi sekarang aku lapar” ucap Fahmi dengan senyum sambil memperlihatkan deretan giginya.
“Hmmm ya udah aku masakin dulu yah, kamu tunggu sini”.
__ADS_1
“Nggak usah suruh Bi mina aja yang masak lagian kamu kan lagi hamil, entar kecapekan lho”.
“Nggak pp mas aku pengen masakkin kamu, lagian masaknya juga tetep dibantu Bi mina kok. Mending kamu tiduran lagi nanti kalau udah masak masakannya aku panggil” ucap Mawar lembut.
“Ya udah deh, tapi jangan capek² yah. Kalau gitu aku tidur dulu, capek juga ternyata hehe” jawab Fahmi dan merebahkan tubuhnya yang capek.
“Iya mas” ucap Mawar lalu berjalan keluar kamar untuk memasak.
Bersambung......
Banyak typo bertebaran maaf yah..........
Jangan lupa tinggalkan jejaknya gusy.........
__ADS_1