Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 62


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


Akhirnya hari yang ditunggu² keluarga Fahmi pun tiba, hari ini mereka akan berlibur dengan keluarga besarnya. Beserta sahabatnya. Semua keluarga pun sudah berkumpul dikediaman Fahmi, begitu pun dengan Aji dan Deren. Bahkan saking semangatnya, Deren datang lebih awal daripada yang lain.


 


“sudah kumpul semuakan ya” tanya Fahmi memastikan semua anggota keluarganya sebelum berangkat.


 


“Iya mas sudah semua kayaknya, Mas” balas Mawar dan diangguki semua anggota keluarga yang lain.


 


“Duhh mama nggak sabar banget buat liburan, mama tuh udah ngebayangin pemandangann disana pasti sejuk banget” timpal Mama Fahmi (Diana) dengan heboh.


 


“Mama semangat banget sihh, udah nggak usah dibayangin kita kan juga bentar lagi berangkat jadi mama bisa lihat langsung” ucap Fahmi dengan senyumnya melihat antusiasme Mamanya.


 


“iya iya, ya sudah ayok berangkat nuggu apa lagi” ucap Mama Fahmi.


 


“Iya mah iya” balas Fahmi. Sedangkan yang lain hanya senyum melihat perdebatan kecil antara ibu dan anak ini.


 


“Hay semuanya, maaf aku terlambat ya” ucap Anita yang tiba² datang, dan membuatnya menjadi perhatian pusat seketika.


 


“Lho Nak, kamu menyusul kesini. Bukannya kamu bilang ingin menyusul langsung nanti ke tempat liburannya” ucap Ayah Mawar pada Anak tirinya yaitu Anita.


 


“Iya yah, kebetulan pesawat yang Nita tumpangi sampe sebelum Waktunya. Jadi Anita langsung kesini, dan untung kalian semua belum berangkat” ucap Anita.


 


“Oh gitu, oh ya Maaf ayah lupa bilang kalau Anita juga ikut dalam liburan ini” ucap Pak wijaya menatap semua orang terutama anak kandungnya sendiri(Mawar), yang tampak kaget dengan kedatangan Anita.


 


“Iya yah, nggak pp” celah Mawar.


 


“Iya, lagian liburannya jadi tambah seru jika banyak yang ikut”timpal Mama Fahmi.


 


“Ya sudah, ayok berangkat. Sudah tidak ada yang ketinggalkan” ucap Fahmi menyudahi percakacapan yang terjadi. Dan diangguki oleh yang lain.


 


Mereka semua akhirnya berangkat menuju tempat liburan yang akan dituju menggunakan mobil masing².


...***                ...


 


Mobil Aji mengikuti mobil Fahmi yang berada didepannya. Deren sendiri sibuk dengan ponselnya dan terkadang sekali² mengobrol dengan Aji yang fokus dengan kemudinya.


 


“Ji, gue bilang apa kan. Anita pasti ikut dalam liburan ini” ucap Deren membuka suara untuk memecahkan keheningan yang terjadi.


 


“Biarin lah, lagian Anita nggak mungkin bertindak macem². Lagian ini liburan keluarga juga” balas Aji cuek dan datar.


 


“Tapi kalau Anita macem² gimana, tuh anak kan susah² ditebak kelakuannya” ucap Deren yang masih terus penasaran apa yang akan terjadi nanti saat liburan.


 


“Udah lah, otak loh nggak usah mikir macem². Kalau Anita bikin ulah, biar gue yang ngurus” jawab Aji datar dan fokus pada jalanan didepannya.


 


“Yehh iya², ampun deh suhu. Loh emang suhu nya kalau mengurus kek ginian” balas Deren.


 


“Suhu² pala loh peang, suhu loh tu panas” ucap Aji senggit pada Deren.


 


“Apaan orang gue sehat kok, lagian loh nggak ngerti bahasa gaul ya”ucap Deren mengchek suhu badannya sendiri dan diakhiri mengejek sahabtnya itu.


 


“Diem loh, gue lagi nyetir bikin gue nggak konsen aja” balas Aji tajam menatap sahabatnya itu.


 


“Iye² gue diem nih, mending gue tidur daripada ngomong sama loh susah kalau diajak bercanda dikit” timpal Deren yang sudah menghadapkan badannya pada jendela mobil mencari posisi enak untuk tidur. Sedang Aji sendiri hanya menatap jengah pada kelakuan Deren.


...***...


Mereka semua pun akhirnya sampai pada Villa yang dituju. Fahmi dan mawar sudah keluar dari mobilnya, begitupun dengan yang lainnya.


 


“Wah bagus banget ya villa, pemandangannya juga bagus. Sejuk pula” ucap Mama Fahmi antusias ketika sudah melihat pemandangan indah yang ada didepan matanya.


 


“Bener kata Tante, indah banget pemandangannya. Deren mah pasti betah nih” timpal Deren yang juga antusias. Aji sendiri hanya memutar mata malas karena melihat kelakuan Deren yang seperti burung baru keluar dari sangkarnya.


 


“Ya sudah Mama, papa, ibu mending istirahat dulu didalam. Barang²nya biar Fahmi, Deren, dan Aji yang bawa masuk” ucap Fahmi menyuruh para orangtuanya untuk istirahat terlebih dulu.

__ADS_1


 


“Iya Nak, ayok kita masuk sekalian melihat² kamarnya” ucap Ayah Mawar mengajak istri, anak, serta besannya untuk memilih kamar yang akan ditempati.


 


“Kamu juga kedalam sana, pilih kamar yang nyaman buat kita. Terus tiduran Azk dikasur biar dia nyaman tidurnya” ucap Fahmi pada istrinya yang masih setia berdiri disampingnya.


 


“Iya Mas, yaudah aku masuk ya” ucap Mawar lantas mengikuti para orangtuanya masuk kedalam villa, begitupun Anita pun sudah masuk bersama yang lain. Sedangkan Fahmi, Aji, dan Deren masih memiliki tugas yang harus dikerjakan.


 


“Fahmi² giliran angkat-angkat barang loh ngajak², padahal gue juga mau istirahat biar besok gue bisa keliling daerah sini” ucap Deren dengan kesal karena waktu istirahatnya diganggu.


 


“Udah nggak usah banyak protes loh, mending buruan angkat nih barang² bawa masuk. Biar loh bisa cepet istirahat”balas Fahmi menatap tajam Deren, dan bergegas memasukkan barang² yang ada dimobilnya.


 


“nggak usah kebanyakkan protes, buruan noh angkat. Berisik aja kerjaan loh” timpal Aji yang juga ikut menasehati Deren.


 


“iya², gue bantuin loh pada. Itung² dapet pahala”balas Deren yang sudah ikut membantu mengangkat barang yang tadi diperintahkan Fahmi, dan masih dengan wajah kesalnya.


 


Setelah memastikan tidak ada lagi barang² yang tertinggal dimobil, Fahmi lantas pergi menuju kamarnya, begitupun dengan Deren yang langsung bergegas masuk kedalam kamarnya setelah mendapat akses. Aji sendiri masih berada didalam ruang tamu memperhatikan satu koper yang belum diambil oleh pemiliknya Yang diyakini adalah koper milik Anita. Lantas entah bagaimana, Aji pun justru mengantarkan koper itu pada sang pemiliknya.


 


“Tokk tok tokk”  aji mengetuk pintu kamar yang diyakini pemilik koper yang dibawanya. Lantas tak berselang lama pintu tersebut terbuka dan menampilkan seorang wanita yang mengenakan gaun tidur yang pas dan membuat Aji sempat terpesona dengan penampilannya.


 


“Ada apa”ucap sang pemilik kamar dengan ketus, menatap Aji.


 


“ckkkk, dasar cewe gila” decak Aji ketika melihat wanita didepannya berbicara dengan ketus.


 


“kalau kesini Cuma ingin mengatai ku pergi lah, dasar cowok dingin” sebal Anita pada Aji yang datang lalu mengatainya dengan “cewe gila” lantas kembali mengatai Aji dengan sebutan “cowok dingin”. Aji sendiri masih diam ditempatnya dan tak berniat untuk membuka suaranya.


 


“Sudah lah mending loh pergi aja, datang² Cuma ngatai gue terus diem gitu aja tanpa maksud. Mending gue tidur” sambung Anita masih dalam mode sebal lantas bergegas berbalik kekamar dan akan menutup pintu kamarnya.


 


“Tunggu”ucap Aji yang sudah menahan pintu kamar Anita yang akan tertutup.


 


“Apa lagi hah” balas Anita ketus dan membuka pintu kamarnya kembali.


 


“Ini koper loh” ucap Aji menujuk koper yang berada di sampingnya. Akhirnya aji pun mengatakan tujuannya untuk mengantarkan koper Anita.


 


 


“Jadi nih orang daritadi disini Cuma mau ngater koper gue, ya ampun mana gue tadi marah² lagi. Bodoh Anita bodoh”rutuk Anita dalam hatinya dan membuatnya memukul jidatnya tanpa disadarinya. Sedang aji hanya menatap aneh pada tingkah Anita yang tiba² memukul jidatnya sendiri tanpa sebab.


 


“Kenapa loh pusing” ucap Aji dengan datar melihat tingkah Anita. Anita sendiri pun tersentak kaget.


 


“Ehhh iya² nggak kok. Makasih ya, lagian loh kenapa nggak bilang daritadi sihh kalau mau ngater koper gue” ucap Anita salting, dan mengambil kopernya.


 


“ckk, loh sendiri yang nggak beri gue kesempatan untuk ngomong” decak Aji sebal.


 


“lain kali kalau punya barang dibawa sendiri. Udah dibawain  tapi tetep nggak bisa bawa masuk kekamar sendiri. udah bagus gue bawa sampe kedepan kamar loh” sambung Aji dingin menatap tajam pada Anita.


 


“Iya², lagian gue kelupaan buat bawa koper gue masuk. Gue capek tadi” balas Anita merasa bersalah.


 


“Gue juga capek kali, untung rasa kemanusiaan gue masih ada”ucap Aji.


 


“Iya sekali lagi makasih ya, udah dibawain sampe ini”.


 


“Hmmm, masuk gih baju loh nggak cocok untuk diluar kamar terlalu lama” ucap Aji menatap dingin pada penampilan Anita yang hanya menggunakan gaun tidur diatas lututnya sehingga terlihat jelas paha mulusnya.


 


“Ehh iya², gue masuk”balas Anita kikuk karena diperhatikan sedetail itu oleh Aji. Lantas bergegas masuk membawa kopernya dan menutup pintu kamar dengan cepat.


 


“Duhh bodoh, kenapa gue sampe lupa kalau udah pakai gaun tidur mana pendek lagi. Bodoh” rutuk Anita pada dirinya sendiri dengan melihat gaun tidur yang dipakainya.


 


Sedangkan aji sendiri hanya geleng² kepala melihat tingkah Anita yang salting dan  menurutnya itu saangat lucu dimatanya. Lantas dirinya pun kembali pada kamarnya menyusl Deren yang sudah istirahat untuk menistirahat tubuhnya juga.                        


...  ***...


“Nih si manusia muka datar kemana dah, ngapa kagak keliatan batang idungnya” gumam Aji ketika sudah bersiap ditempat tidurnya. Namun tak berseleng lama pintu kamarnya dibuka oleh Aji orang yang baru saja ia cari.


 


“Darimana loh, baru masuk kamar” ucap Deren pada Aji yang sudah sibuk membuka jaket yang dikenakannya.


 

__ADS_1


“Dari luar, cari angin” balas Aji membual, padahal nyatanya dirinya baru dari kamar Anita mengatar koper.


 


“Angin pakai dicari segala, noh angin banyak juga” ucap Deren dengan menujuk AC diruangan kamarnya.


 


“Serah loh, gue mau bersih² dulu”ucap Aji malas meladeni ucapan Deren lebih lanjut dan memilih untuk segera membersihkan badannya yang sudah lengket karena seharian belum mandi.


 


“Yee dasar, nggak bisa diajak bercanda dikit” balas Deren saat melihat Aji yang begitu saja masuk kekamar mandi. Dan dia pun memilih memainkan ponselnya kembali seperti sebelumnya.


 


.......


.......


.......


 



...visual Anita dengan gaun tidurnya....


...untuk muka Anita, kalian bayangin sendiri aja yah, okeehh, wkwkwk🤭🙏😊....



...Visual Aji si muka datar dan dingin....


...nah datar nggak tuh, heheheh**e**...


...wkwkwk.........


sumber: Pinterest


 


Bersambung.............


 


Jangan lupa tinggalkan jejaknya guys......


 


Maaf jika akhir-akhir ini lama untuk Up, dan kemungkinan juga untuk kedepannya. Tapi tetap aku usahain untuk supaya Up cepet.


 


Maka dari itu jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya di karya ku, supaya aku tambah semangat buat UP cepet. Oke, makasih.


 


 


See you again


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2