Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 63


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


...***...


 


Pagi yang cerah dengan suasana yang sejuk khas pedesaan membuat siapun betah, beda dengan kota besar yang selalu penuh dengan kendaraan berlalu lalang tiada henti, polusi udara dimana². Pagi ini setelah sarapan pagi, keluarga Fahmi berniat jalan – jalan untuk melihat-lihat pemandangan indah yang disugukan disekitaran Villa tempat mereka berlibur.


 


“karena semua sudah siap, sebaiknya kita jalan sekarang mumpung masih pagi, udara masih bagus dan segar” ucap Fahmi membuka suara untuk mengajak istri dan sahabat beserta kakak iparnya melihat² pemandangan sekitar villa.


 


“Ya sudah sana pergilah, biar mama dan mertua mu disini. Ajak Azka jalan², udara pagi bagus untuk anak bayi” sahut Diana(mama Fahmi) menimpali perkataan anaknya.


 


“Ya ayok berangkat, gue bener² nggak sabar pengen lihat kebun teh disini. Sapa tau nemu cewek cantik buat dinikahin”celetuk Deren dengan antusias, membuat semua beralih padanya dengan gelengan kepala mendengar ucapan konyol Deren.


 


“Heyy nemu² kamu kira barang. Cari istri itu nggak boleh main², Deren” timpal Diana(mama Fahmi) menasehati Deren.


 


“Hehe iya² tante, bercanda doang kali galak amat” ucap Deren salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan senyum menampilkan giginya.


 


“Mampus loh, makanya jangan banyak komen” gumam Aji kecil sangat kecil, pada Deren yang berada disampingnya. Sudah dipastikan hanya dirinya dan juga Deren yang mendengar ucapannya.


 


“Sialan loh”balas Deren mengumpat dengan suara tak kalah kecilnya dari Aji. Dan menyikut lengan sahabatnya itu, aji sendiri hanya meringis kecil mendapat sikutan dari Deren yang ternyata lumayan keras menurutnya.


 


“Rasain” balas Deren tersenyum melihat Aji meringis kesakitan ditempatnya.


 


“Udah-udah sana berangkat nggak usah banyak bicara, nanti keburu siang” ucap Diana(mama Deren) dengan mata malas memandang Deren. Deren sendiri hanya senyum² ditempatnya.


 


“Iya kita berangkat kok. Ya sudah mama, ayah, dan ibu kita semua pamit ya. Assalamualaikum” ucap Fahmi pamit beserta dengan yang lain, yang ikut mengekori langkahnya untuk pamitan juga.


 


“Wa’alaikumussalam” jawab para orang tua (mama, beserta mertua Fahmi) Dengan serempak sambil memandangi anak² mereka yang mulai menjauh dari villa.


 


...***...


^^^                               ^^^


 


“Bagus ya mas, pemandanganya. Suasana sejuk banget” ucap Mawar ketika mereka sudah berada dekat dengan kebun teh.


 


“Iya sayang”timpal Fahmi merangkul sang istri yang tengah menggendong baby mereka. Sedangkan Aji, Deren dan juga Anita hanya  bisa menatap cengoh pada pasangan yang bermesraan didepan mereka. Apalagi Deren yang sudah mulai mencak² melihat kemesraan didepannya.


 


“Eh busyet kita Cuma jadi bahan obat nyamuk doang nih dibelakang” sindir Deren pada pasangan yanh ada didepannya. Anita sendiri tanpa sadar menganggukan  kecil kepalanya menyetujui sindiran Deren. Sedangkan Aji hanya menatap jengah karena sebentar lagi dia harus melihat tingkah konyol yang akan dibuat Deren.


 


“Apaan sihh, makanya cepetan nikah” balas Fahmi dengan tatapan sengitnya, yang sudah berbalik melihat Deren yang ada dibelakangnya begitupun dengan istrinya.


 


“Etdah galak bener yang lagi kasmaran” sahut Deren saat Fahmi membalas ucapannya dengan ketus.


 


“Suka² gue, buruan nikah biar bisa ngerasain Fase kasmaran” balas Fahmi dengan tengil, menyombongkan statusnya yang sudah menikah.


 


“Gayaan loh, nikah juga baru. sok sok nasehatin nyuruh gue nikah, yang udah pro dalam menggait perempuan” balas Deren tak kalah tengilnya.  Sedangkan yang lain hanya menyimak perdebatan mereka, terutama Aji yang sudah mulai jengah melihat Fahmi dan Deren yang saling beradu argumen. kumat gilanya nih pada, gumam Aji  dalam hatinya.


 


“huftt, ngakunya doang pro ngerayu cewek tapi kagak berani nikahin. Huhh, lemahh” cibir Fahmi dengan senyum mengejeknya.


 


“Eh buset ngatain gue lemah segala, entar gue nikah loh kejang² Mi” balas Deren menggebu² karena merasa diragukan keahliannya menggait perempuan apalagi dengan satu kata “Lemah” yang diucapkan Fahmi benar² membuatnya kesal.


 


“udah² mas, nggak perlu dilanjut. Tujuannya kita buat liburan, kok malah jadi ribut gini. Maaf ya kak Deren, kalau ucapan Mas Fahmi sedikit nyakitin” ucap Mawar yang berusaha melerai keributan antara suami dan sahabat suaminya itu.


 


“Hmmm iya gue maaf in” balas Deren dengan wajah yang dibuat², seoalah-olah dirinya tengah marah, padahal kenyataannya keributan yang terjadi antar dirinya daan Fahmi sudah sering terjadi. Dan itu sudah bukan hal yang tabu, karena memang sudah kebiasaan mereka untuk mempeributkan hal² kecil.


 


“Ngapain minta maaf sih Yang, udah biasa kali si Deren digituin” timpal Fahmi pada istrinya.

__ADS_1


 


“Udahlah mas, kita itu harus terbiasa mengucapkan kata Maaf apabila kita buat masalah dengan orang mau sekecil apapun itu, kata terimakasih saat kita mendapat bantuan  , dan kata tolong untuk meminta bantuan. Karena kita hidup ini berdampingan, saling membutuhkan satu sama lain” balas Mawar dengan bijak, membuat Fahmi suaminya tertegun dengan ucapan sang istri yang menurutnya sang istri terlihat dewasa, begitupun dengan yang lain(Deren, Aji dan Anita).


 


“Iya sayang, aku bakal inget sama tiga kata ajaib itu” ucap Fahmi lantas mengecup lembut kening sang istri. Dan lagi², anita menjadi saksi kemesraan mantan kekasih tersayang itu. Dan diam² pun ada yang memperhatikan wajah kesal Anita pada saat melihat kemesraan antar adik beserta suami adiknya.Hayo kira² sapa? tebak yuk, dikolom kementar...........


 


“dengerin istri loh tuh, dia aja udah bisa dewasa dengan pemikirannya masa loh nggak sih” lagi dan lagi Deren berucap dengan santainya namun ditatap dengan begitu tajam oleh Fahmi.


 


“Ngomong lagi, gue robek tuh mulut” balas Fahmi sengit, sedangkan Deren sendiri hanya acuh mendengar ancamannya Fahmi itu.


 


“Udah lah , gue mau keliling lihat kebun teh. Kita mencar aja buat cari ketenangan masing², nanti ketemu lagi ditempat ini buat balik bareng ke villa” ucap Seorang Aji yang akhirnya menyudahi perdebatan Fahmi dan Deren yang sepertinya akan dimulai kembali dan agar tak  melebar kemana² lagi, lantas meninggalkan mereka semua yang masih menatap dirinya.


 


“Ehhh tunggu in napa Ji, gue ikut loh aja daripada sama si Fahmi. Entar dijadiin obat nyamuk lagi” sahut Deren lantas pergi menyusul Aji yang sudah pergi. Dan menghiraukan tatapan tajam dari Fahmi.


 


“kak Nita, mau ikut kita aja atau mau mencar sendiri?” Tanya Mawar yang melihat kakak sambungnya itu masih berdiam diri tanpa bergerak. sedangkan Fahmi sendiri berharap Anita tidak ikut bersama istri daan juga dirinya, karena bisa mengacaukan acara jalan² berduanya dengan sang istri, pikir Fahmi.


 


“Ehh aku nyusul Aji sama Deren aja, aku juga nggak tau jalan disini. Takut tersesat”balas Anita gugup, dan akhirnya memilih untuk menyusul Deren dan Aji. Karena ia rasa, Fahmi tak menginginkan kehadiraanya ditengah² mereka, terlihat jelas dari mata Fahmi yang terus menatap dirinya dengan ketidaksukaan.


 


“Mmm ya udah aku nyusul mereka ya, mumpung belum jauh merekanya” sambung Anita, lantas memutuskan untuk menyusul Deren dan Aji yang masih terlihat dari pandangan matanya, agar terhindar dari tatapan tajam Fahmi.


 


“Hati² kak” balas Mawar pada Anita yang sudah berjalan meninggalkannya.


 


“Iya” sahut Anita.


 


“Karena semua sudah pergi, mending kita juga pergi untuk melihat kebun teh disekiran sini, Yang” ucap Fahmi mengajak sang istri untuk pergi melihat² kebun teh yang berlawan arah dari sahabat²nya agar bisa berduaan dengan sang istri.


 


“Iya mas, ayok” jawab mawar menggandengkan tangannya dilengan suaminya dengan mesra, dan tak tertinggal Azka yang berada digendongannya .


 


Dan pada akhirnya mereka pun berjalan² disekitaran kebun teh, begitupun dengan Aji, Deren, dan anita yang juga sudah memilih melihat² kebun teh dengan arah berbeda untuk memisahkan diri dari pasangan Fahmi dan Mawar yang lagi kasmaran, kalau kata Deren. Hehehe, Deren itu ngakunya bisa menggait wanita tapi lihat yang uwuw dikit langsung sewot, hmmm lemahhhh. Wkwkwkwk.



...***...


Bersambung........


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.........


komen, like, dan vote🤗


Maaf baru bisa Up hari ini,


author sendiri lagi sibuk dengan real life dan sibuk dengan pemikiran sendiri. wkwkwk.......


Dan terimakasih buat yang udah nungguin selalu ini cerita buat Up, semoga kalian semua masih stay dikarya ini meskipun suka lama Up nya.hehehe🤭


Dan semoga kalian yang baca cerita ini sehat² selalu ya, jangan lupa bahagia guys.....


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2