Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 68


__ADS_3

jangan lupa bahagia hari ini🌻


jangan lupa juga untuk selalu bersyukur🌻


dan semoga semua dalam keadaan sehat²🌻.


Aamiin.


...HAPPY READINGS...


.......


.......


.......


...***...


 


Pada akhirnya semua telah bersiap² untuk pulang kembali ke kota, mereka semua pun sudah menaiki mobil masing² untuk segera kembali kekota. Dan untuk masalah Anita dan Aji masih ditutup rapat, sesuai kesepakatan yang mereka buat tadi sebelum pulang.


 


 


Flasback on (sebelum mereka pulang dari villa)


Setelah aji bersiap dengan kopernya dan begitupun dengan Anita, mereka pun berkumpul terlebih dahulu diruang tamu divilla tersebut untuk menemui Fahmi dan Deren yang sudah menunggu mereka sedaritadi, sedangkan Mawar sendiri memilih keluar dari Villa untuk mengatasi mertua serta orangtuanya yang sedang menunggu diluar.


 


“Okeyy, untuk masalah ini sesuai kesepakatan gue dan Deren kita akan selesaikan semua ini ketika sampai dikota. Jangan sampai orangtua Anita tau dulu, biarkan Anita tenang dulu dan lo juga Aji” ucap Fahmi dingin menatap Aji. Lalu menatap Anita yang masih menunduk dengan wajah sembabnya.


 


 


“Iya bener karena pagi ini kita harus pulang. Jadi nggak memungkinkan untuk kita  bahas masalah ini sekarang”timpal Deren mengiyakan perkataan sahabatnya, Fahmi.


 


“Okeyy gue setuju, gue juga janji nggak bakal lepas tanggung jawab gitu aja sama apa yang udah gue perbuat” ucap Aji yang akhirnya membuka suara setelah diam sedari tadi dengan melirik sekilas wajah Anita yang berada didekat Fahmi.


 


“Hmmm bagus, lebih baik kita semua langsung balik. Karena yang lain udah nunggu didepan dari tadi” timpal Deren.


 


“Satu lagi Nit,  pake kacamata loh kalau ada. soalnya mata lo sembab banget. Takut orang tua lo khawatir entar, kalau lihat keadaan lo dengan mata sembab”. Sambung Deren lantas pergi untuk keluar villa dan ikuti Aji yang mengekor dibelakangnya.


 


“Iya bener kata deren, sebaiknya kamu pake kaca mata hitam supaya mata kamu nggak keliatan sama Ayah dan Ibu. Sembab banget soalnya, Nit” ucap Fahmi membetulkan perkataan Deren.

__ADS_1


 


“Iya Mi, aku ada kok sebentar aku ambil dulu didalam tas ya” balas Anita dengan suara parau nya.


 


...***...


“loh Deren, Fahmi mana kok kalian keluar berdua saja sihh” ucap Mama Diana ketika melihat Deren hanya keluar dengan Aji dibelangkangnya dan tidak dengan Fahmi, anaknya.


 


“Hmmm, Fahmi ada didalam Tante. Entar juga nyusul” jawab Deren Santai.


 


“Kamu ini gimana sih, fahmi bukannya diajak. Udah lama ini tante sama mertua Fahmi nunggu lama kalian diluar, keburu siang nanti” timpal Mama Diana ( mamanya Fahmi) dengan kesal dengan jawaban santai Deren.


 


“Sudahlah Diana, biarkan Mawar yang menyusul Fahmi kedalam untuk segera pulang” ucap pak wijaya (ayah Mawar).


 


“ya sudah, mawar susul suami mu. bilang mama udah capek nunggu dia” balas Mama Diana menatap menantunya yang menggendong cucunya yang sedang tertidur.


 


“Iya Mah, mawar susul Mas Fahmi dulu kedalam” jawab Mawar dengan menggedong anaknya.


 


 


 


“Iya, Bu” balas Mawar lantas pergi untuk memanggil suaminya yang masih betah didalam Villa.


... ***...


 


Mawar masuk kedalam Villa dengan membawa anaknya yang tertidur didalam gendongannya. Namun saat dirinya sampai diruang tamu, lagi² dia harus menyaksikan adegan yang membuatnya sakih hati. Dirinya melihat bagaimana suaminya membantu memasangkan kaca mata pada saudara tirinya dengan lembut dan senyum hangatnya. Terlihat seperti sepasang kekasih, pikirnya.


 


“Ekhemmmm” mawar berdehem untuk menyadarkan suami dan kakak sambungnya itu. Dan suara tersebut mampu membuat Fahmi tersentak kaget lantas menghentikan kegiatannya dan berbalik melihat sumber suara yang baru saja didengarnya begitupun Anita.


 


“Mas, Mama dan yang lain sudah menunggu didepan. Mama bilang kita harus pulang sekarang, karena  Beliau sudah capek menunggu Mas yang sedaritadi belum keluar dari Villa juga” balas Mawar dengan suara lembut menatap suaminya, meski sebenarnya hatinya yang sedang panas.


 


“Ehh iya” balas Fahmi kikuk melihat Mawar sudah meninggalkannya tanpa menunggunya jawaban darinya.

__ADS_1


 


 


“Mmm, ya sudah Aku keluar dulu ya. Nanti baru setelah itu kamu. Takut semua orang yang ada diluar curiga kalau kita keluar barengan, apalagi Mama Ku” ucap Fahmi dengan canggung kepada Anita.


 


 


“Iya Mi”.


 


Flasback off


 


...***...


 


Hening, itu lah yang dirasakan Fahmi saat ini yang tengah berada didalam mobilnya bersama sang istri dan juga anaknya yang tengah tertidur dengan tenang didalam dekapan istrinya. Semenjak kejadian divilla beberapa saat lalu, Mawar menjadi jauh lebih diam dan tidak membuka suara. Lebih memilih manatap kearah jendela yang menampilkan pemandang yang mereka lewati dan menghiraukan suaminya.


 


 


“Sayang are you okeyy?” tanya Fahmi dengan hati² sambil memanggang tangan sang istri yang berada dipaha istrinya. Dan sukses membuat Mawar kaget karena genggaman  suaminya yang tiba² disat dirinya sedang melamun.


 


“Iya aku baik² aja kok” balas Mawar lantas melepaskan genggaman suaminya lalu beralih mengusap² punggu Sang anak.


 


“Kalau kamu baik² aja, nggak mungkin pake “kok” jawabanya” ucap Fahmi sekilas melihat istrinya yang masih melihat kearah jendela mobil.


 


“Nggak pp aku baik, mending kamu fokus nyetir aja. Takutnya nanti ada apa² lagi” balas Mawar yang sekarang sudah beralih menatap suaminya, untuk menyakinkan suaminya bahwa dia baik² saja.


 


 


“Hmmm, okey” Ucap Fahmi lalu kembali fokus untuk menyetir kembali.


 


“ Akan aku bicarakan masalah ini nanti setelah sampai, mungkin memang seharusnya aku ceritakan saja hubungan yang pernah terjalin antar aku dan Anita dulu”ucap Fahmi dalam hatinya dengan sesekali mencuri pandangan kearah istrinya yang masih diam disebelahnya tanpa berniat untuk membuka obrolan sama sekali.


...***...


 

__ADS_1


Bersambung......


jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya.....


__ADS_2