Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 69


__ADS_3

...Gimana kabar hari ini?...


...semoga baik-baik saja ya....


...jangan lupa bersyukur....


...semoga hari mu menyenangkan...


...oh iya hari ini "kehidupan gadis pendiam dan kuper" Up satu Bab dulu ya....


...maaf baru bisa Up hari ini🙏🙏...


...semoga Bab kali ini bisa mengobati rindu kalian sama Fahmi dan mawar....


...oke tanpa berlama-lama lagi, langsung aja baca ya guys...


...HAPPY READINGS...


.......


.......


.......


 


Setelah semua sampai dikota, mereka  memilih untuk memisah dan kembali kerumah masing²  untuk istirahat setelah perjalanan panjang. Begitupun Mawar dan Fahmi.


 


Rumah Fahmi


 


Setelah dari perjalanan panjang, Mawar pun memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sedangkan Fahmi memilih menjaga anaknya yang sedang tertidur dibox bayinya sambil menunggu gilirannya mandi setelah istrinya selesai.


 


...***...


 


“Mas, kamu bersih² dulu gih. Biarkan Azka tidur dulu, dan aku akan siapkan makan malam untuk kita” ucap Mawar duduk didepan meja riasnya mengerikan rambutnya yang basah dengan melihat suaminya yang asyik memainkan pipi anaknya dengan jahil dibox bayi.


 


“Iya sayang, ini aku juga mau mandi kok” balas Fahmi yang sekarang sudah ada dibelakang istrinya dan memperhatikan istrinya yang sedang sibuk mengerikan rambut melalui cermin didepannya.


 


 


“Kamu sih nggak mau diajak mandi bareng, coba aja mau pasti kan sekarang kita sudah sama² selesai”sambung Fahmi menatap nakal pada istrinya dari cermin rias yang ada didepannya. Mawar sendiri memutar bola matanya malas karena mendengar godaan dari suaminya.


 


 


“Udah lah Mas, nggak usah bercanda. Sana mandi, cepet” balas Mawar dengan mendorong lengan suaminya untuk menjauh agar segera mandi. Karena jujur dirinya masih marah dengan sikap suaminya terhadap kakak sambungnya. Tapi, suaminya justru terus menggodanya.


 


 


“Iya² aku mandi, byy istriku. Muachh” ucap Fahmi lantas mencium kening istrinya cepat, dan berlari menuju kamar mandi sebelum amarah istrinya semakin menjadi.


 


“Mas, awas ya kamu” teriak Mawar kesal saat suaminya tiba² mencium keningnya padahal dirinya masih dalam keadaan marah, sedangkan Fahmi hanya terkekeh didalam kamar mandi mendengar teriakkan istrinya dan melanjutkan kembali kegiatan mandinya.


 


 


...***...


Setelah selesai mengerikan rambutnya dan acara beres²nya, Mawar pun disibukkaan dengan kegiatan memasak untuk makan malam. Sedangkan Fahmi sendiri masih didalam kamar menjaga kembali sang anak yang sedang tertidur.


 


“Nyonya, seharusnya tidak usah masak. Biar bibi saja, kan nyonya baru pulang liburan jadi sebaiknya istirahat saja”ucap Bi mina memperhatikan majikannya yang dengan telaten menata makanan dimeja makan.


 

__ADS_1


“Bi sudahlah, nggak pp. Lagian ini kan udah jadi kebiasaan aku, dan lagi kan nggak sepenuhnya saya kerjakan sendiri. Masih ada campur tangan bibi juga kan” balas mawar dengan senyumnya.


 


 


“Iya sihh, tapi Bibi jadi gak enak nanti sama Tuan Fahmi” ucap Bi mina yang merasa tidak enak.


 


 


“Ya di enakin aja Bi. Lagian mas Fahmi tau kok kalau saya lagi nyiapin makan malam buat dia” balas Mawar masih dengan wajah hangat menatap Art nya.


 


“Iya sudah Nya. Kalau begitu Bibi lanjutin kerjaan  yang lain ya, Nya” ucap Bi mina setelah mereka selesai dengan acara memasak.


 


“Bibi nggak makan dulu, kerjaan dibelakang dikerjain nanti saja” tanya Mawar dan menawarkan Art nya untuk makan.


 


“Sudah Nya, Nyonya makan saja dengan Tuan Fahmi. Bibi mah gampang, tadi juga sudah makan. Kalau makan terus entar kerjaannya  nggak kelar² lagi” jawab bi Mina dengan kelucuannya.


 


“Bibi ada² aja, ya udah kalau begitu bibi lanjutin aja  kerjaannya” kekeh mawar lalu mempersilahkan Artnya untuk kerja kembali.


 


...***...


 


Fahmi sendiri pun tengah bersantai di ranjang tidurnya sambil menjaga sang anak yang tertidur pulas disampingnya. setelah dari acara bersih²nya Fahmi pun memilih untuk menge check kerjaannya melalui handphonenya tersebut. Namun tak berselang lama, suara anaknya terdengar dan membuatnya harus memberhentikan kegiatannya.


 


“Sayang, cup cup tenang ada ayah. Kamu haus nya ya Nak” ucap Fahmi menimang sang anak dengan hati².


 


 


Fahmi pun turun kebawah untuk menyusul sang istri yang sedang menyiapkan makan malam mereka, dengan membawa sang anak yang sudah tenang digendongannya.


 


...***...


 


“Sayang” panggil Fahmi yang melihat sang istri sibuk menata makan malam.


 


“Eh Mas, ada apa? Azka nangis ya” tanya mawar yang melihat suaminya turun dari kamar mereka membawa anaknya.


 


“Iya, Azka nangis. Tapi udah tenang kok ini” balas Fahmi menunjukan wajah anaknya yang sedang tersenyum saat ini.


 


“Tuh, lihat bundanya aja langsung senyum. Tadi diatas nangis kenceng banget, kayak lihat hantu padahal udah digendong sama ayahnya” ucap Fahmi dengan candaannya.


 


“ husttt mas, ngomong apaan sihh kamu. Jangan ngada² ya. Dia haus mungkin makanya nangis” balas Mawar dengan memukul tangan suaminya pelan.


 


“Hehehe, iya² sayang. Jangan cemberut terus mukanya, jelek entar” kekeh Fahmi melihat wajah kesal istrinya.


 


“Biarin jelek, udah siniin azka biar aku kasih ASI dulu” balas Mawar dengan mengambil sang anak dari gendongan suaminya.


 


“Pelan² dong sayang, entar azka jatuh gimana” ucap Fahmi saat istrinya mengambil sang anak dengan sedikit kasar.

__ADS_1


 


“Hmmm” balas mawar dingin, lantas pergi menuju kamar mereka dan meninggalkan suaminya diruang makan begitu saja.


 


“Ehhh, marah kayaknya dia. Huffttt” monolog Fahmi menatap cengo pada istrinya yang meninggalkannya begitu saja.


 


...***...


 


• Kamar Fahmi dan mawar


 


Setelah selesai dengan kegiatan makan malam dan juga selesai menidurkan sang anak. Mawar dan Fahmi pun bersiap untuk tidur, terlebih Fahmi sudah harus mulai bekerja besok.


 


Mawar masih  bersikap dingan dan diam untuk saat ini, sebab suaminya tidak sama sekali menjelaskan tentang sejauh mana suami dan kakaknya mengenal. Sebab dari penglihatanya, suami dan kakaknya tersebut seperti sudah saling mengenal dan dirinya pun merasa seperti ada hubungan yang pernah terjalin pada suami dan kakaknya, namun Mawar tidak ingin gegabah dalam berasumsi takut justru nanti rumah tangganya yang hancur karena asumsi² nya yang negatif.


 


 


“Aku tidur dulu mas, kamu juga sebaiknya tidur supaya besok tidak telat untuk bangun” ucap Mawar kepada suaminya yang masih duduk bersandar dirangjang mereka.


 


“Tunggu, aku mau bicara dulu sama kamu” balas Fahmi yang sudah menahan tangan mawar yang akan merebahkan tubunya untuk tidur.


 


“hmmm, bicara apa lagi Mas. Ini udah malam” ucap Mawar lagi, yang masih dengan nada lembutnya. Dan tidak jadi merebahkan tubuhnya, lalu duduk bersandar dikepala ranjang.


 


 


“Kamu kenapa, marah sama aku? Karena perlakuan aku ke Anita, kakak Mu. Iya”  tanya Fahmi dengan kepala menyamping untuk menatap istrinya.


 


“Mas, jujur aku ini istri kamu. Jadi kalau aku marah sama perlakuan mesra kamu kekakak ku itu wajar. Karena kalian itu bukan mahram, Mas” jawab mawar dengan wajah kesalnya menatap suaminya yang kini juga sedang menatapnya.


 


“Oke² aku tau, tapi yang aku lakuin itu semua semata² Cuma kasian dan buat dia supaya tenang aja nggak ada maksud lain, Yang” timpal Fahmi menggenggam tangan mawar erat.


 


“Cuma kamu bilang, tapi yang aku liat itu udah dari lebih kata “Cuma” mas. Aku bisa ngelihat dari mata kamu menatap mata Kak Anita. Bukan hanya tatapan kasian aja Mas, atau sebenarnya kalian ada hubungan lebih selain hubungan antara adik dan kakak ipar, iya Mas” ucap Mawar dengan nafas yang tercekat karena menahan sesak didadanya.


 


“Plissss, jangan mikir macam² ya tentang aku sama kakak Mu. Aku berani sumpah  kalau sekarang aku benar² nggak ada hubungan apa² sama Anita, Sayang”  balas Fahmi menarik tubuh sang istri dalam pelukkannya dengan mengusap punggu Mawar untuk menenangkannya.


 


“Oke aku nggak bakal mikir² aneh lagi tentang kamu. Aku tau mas, mungkin kamu belum bisa ngomong untuk sekarang apa hubungan kamu sama Kak Anita. Aku akan tunggu buat kamu cerita ke aku, tapi satu hal yang perlu kamu ingat Mas. Bahwa bangkai yang kamu simpan nantinya bakal tercium juga, cepat atau lambat, Mas” ucap Mawar, lantas melepaskan pelukkan suaminya dan beranjak tidur memunggui suaminya dengan air mata yang menetes diwajahnya.


 


 


“Huffff” helaan nafas Fahmi melihat istrinya tidur memungguinya.


 


Fahmi pun beranjak dari ranjangnya, mengambil vape (rokok elektrik) dilaci dekat ranjangnya yang memang sengaja di simpannya dan akan digunakan saat² dirinya sedang suntuk dengan masalah yang dialaminya, seperti saat ini. Lalu pergi keluar menuju balkon kamarnya agar tak menggangu tidur anak dan istrinya.


 


Malam ini ia habiskan dengan menghirup vape nya hingga larut malam dibalkon kamarnya sampai dirinya benar² mengantuk.


**Bersambung........


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya**....


 

__ADS_1


 


__ADS_2