
Pagi ini, mawar kembali beraktivitas sebagai seorang istri. Menyiapkan keperluan kerja dan membuatkan sarapan pagi untuk suaminya. Meski kondisinya masih sedikit pusing bahkan sebelum turun untuk kekamar, mawar sudah banyak mengeluarkan isi perutnya akibat mual yang tak bisa ditahan. Namun karena tugasnya sebagai istri untuk melayani keperluan sang suami, dia memaksakan untuk tetap memasak pagi ini.
“Alhamdulillah semuanya sudah selesai, tinggal menunggu mas Fahmi turun” gumamnya setelah selesai menyiapakan makanan yang sudah tersaji dimeja makan .
“Nyonya muda” sapa bi Mina.
“Iya bi, ada apa”.
“Bagaimana kondisi Nyonya, apa masih pusing atau mual2”.
“Alhamdulillah mualnya sudah tidak, tapi kepala saya masih sedikit pusing sekarang. Tapi saya masih bisa menahan rasa pusingnya kok Bi”.
“Apa tidak sebaiknya diperiksakan saja Nyonya dirumah sakit, agar jelas sakit apa” .
“Iya, nanti saya pikirkan lagi untuk kerumah sakit. Tapi sekarang saya masih kuat kok Bi” ucap Mawar dengan senyum.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada orang lain yang mendengar perbincangan antara mereka yaitu Fahmi. Fahmi yang mendengar mawar menolak usulan Bi mina untuk kerumah sakit, akhirnya tanpa mikir panjang dia langsung menyahuti perkataan mawar.
“Sayang, sebaiknya memang kamu kerumah sakit untuk memeriksakan diri. Apalagi tadi pagi kau mual2, sampai harus bolak balik kamar mandi” ucap Fahmi yang langsung menanggapi percakapan antara Mawar dan Bi Mina.
“Mas, kamu sudah selesai. Lagian aku nggak pp mungkin Cuma masuk angin saja, nanti kalau memang aku tidak bisa menahan pasti aku langsung kerumah sakit. Untuk sekarang mending Mas sarapan dulu, nanti telat lho” ucap mawar kekeh tidak mau dibawa kerumah sakit.
“Emmm Nyonya, kalau begitu saya kebelakang dulu Nya” pamit Bi mina.
“ Iya bi, silahkan”.
“Mas, duduk lah aku ambilkan sarapan Mu” ucap mawar menarik Fahmi untuk duduk dikursi.
“Hemmm iya” fahmi duduk dengan manis.
Acara sarapan pagi sudah selesai dengan baik, saat nya mawar mengantar sang suami kedepan rumah untuk berangkat kerja.
“Sayang nanti siang aku akan pulang dan membawa mu kerumah sakit untuk periksa yah” ucap Fahmi sebelum pergi untuk bekerja
“Emmm tapi mas....” belum sempat menjawab, fahmi lebih dulu memotong pembicaraan sang istri
“Tidak ada tapi2 an, kamu harus periksa jadi nanti siang setelah makan siang bersiaplah. Aku akan jemput kamu dan mengantar mu kerumah sakit oke”
“Ya sudah mas, aku tunggu ya” ucap mawar pasrah
“Kalau begitu aku berangkat ya. Assalamualaikum” ucap fahmi mencium kening sang istri
“Wa’alaikumusalam”jawab mawar yang langsung mencium tangan suaminya. Dan setelah keberangkatan Fahmi, mawar pun masuk kedalam rumah untuk istirahat.
Kantor Nugroho group
“Aji apa saja jadwal ku hari ini” tanya Fahmi yang masih fokus pada berkas2 ditangannya.
“ Jadwal Tuan hari ini tidak begitu banyak, jam 10 sampai jam makan siang nanti kita ada meeting dengan perusahaan Argantara group dan beberapa perusahaan lainnya untuk membahas pembangunan proyek yang sempat tertunda, setelahnya kita kembali kekantor untuk mengerjakan berkas yang harus Tuan periksa, untuk sementara waktu itu saja jadwal Tuan hari ini” ucap Aji menjelaskan.
“Oke kalau begitu, yang penting nanti setelah jam makan siang aku akan pulang kerumah menjemput istri ku untuk periksa kerumah sakit dan ya atur jadwal pertemuan ku dengan Dokter ku agar aku tak perlu menunggu terlalu lama nanti dirumah sakit”
“Siap Tuan, akan saya hubungi Dokter Hasan. Oh iya kalau boleh tau memanganya Nyonya muda sakit apa tuan?”
“Entahlah aji aku juga tidak tahu, makanya aku akan memeriksakan nya ke rumah sakit. Dia mual2 dari kemaren dan tadi pagi katanya hanya masuk angin tapi aku akan periksakan karena takut jika hanya menerka saja2”
“Ohh begitu, ya sudah kalau begitu saya pamit keruangan saya Tuan” pamit Aji
“Iya pergilah, dan jangan lupa hubugi Hasan untuk membuat janji dengan Ku nanti siang”
“Iya Tuan siap”.
Perjalanan pulang menjemput Mawar
“Tuan muda” ucap aji memulai pembicaraan didalam mobil.
“Iya ada Aji, hmm” ucap Fahmi mengalihkan pandangannya dari jalanan dan menatap asisten nya.
“Emmmm, apa Tuan tidak mengenali pemimpin baru perusahaan argantara group” tanya Aji.
“ Maksud mu Rangga argantara anak dari pak Arga” ucap Fahmi memastikan pertanyaan asistennya
“Iya tuan, apa anda mengenalinya”
“Tidak, lagian aku sepertinya baru pertama kalinya melihat Rangga” jawab Fahmi.
__ADS_1
“Itu tanda nya anda pikun Tuan, masa anda tidak mengenalinya sihh” ledek Aji pada Tuan muda nya
“Heyyy, maksud mu apa. Bicara seperti itu pakai mengatai ku pikun, kau ingin ku potong gaji mu” ucap Fahmi menoyor jidat asistennya yang sembarang mengatainya pikun. Aji yang mendengar gajinya akan dipotong langsung menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau dipotong gaji.
“ Lagian Tuan masa begitu saja tidak ingat, Tuan Rangga itu orang yang hadir di acara pernikahan Tuan dan Nyonya muda. Kemungkinan dia temen Nyonya muda” jelas Aji
“Kalau dia memang temen istri ku dan dia datang kepernikahan ku waktu itu, memang kenapa. Lagian aku tidak ingat, kau kan tahu aku tidak semangat menjalani pernikahan waktu itu jadi aku tidak memperhatikan tamu2 yang datang selain rekan bisnis ku” jawab Fahmi
“Ya tidak pp Tuan, aku hanya ingin tahu saja apa Tuan ingat dengan Tuan rangga yang hadir diacara pernikahan Tuan apa tidak itu saja”
“Kau ini aneh, kenapa pakai bertanya hal2 yang tidak penting. Lebih baik fokuslah pada jalanan” ketus Fahmi
Akhirnya antara mereka saling diam setelah membicarakan Rangga pemimpin baru perusahaan Argantara Group. Dan kembali fokus pada jalanan yang menuju rumah Fahmi.
Rumah sakit
Fahmi bersama sang istri memasuki rumah sakit, dimana dia akan memeriksakan sang istri yang kurang sehat. Sedangkan Aji asisten Fahmi memilih menunggu Tuan nya di mobil.
“Permisi” ucap Fahmi masuk kedalam ruangan dokter yang sudah janjian dengannya yaitu Dokter Hasan.
“Iya masuklah” ucap sang empunya
“Hai apa kabar Fahmi, duduklah” sambut Hasan pada temannya Fahmi.
“Iya, kabar ku baik” ucap menyambut tangan Hasan .
“Kau sendiri bagaimana”lanjut Fahmi yang sudah duduk manis diruangan Hasan.
“Aku masih sama, belum punya pasangan. tidak seperti kau yang sudah memiliki istri” ucap Hasan menertawakan dirinya yang masih jomblo sampai saat ini. Wkwk
“heyyy kau ini, makanya jangan terlalu fokus dengan profesi mu sebagai Dokter atau kau kan bisa mencari jodoh disini mungkin dengan pasein mu sendiri. Tidak mungkinkan pasien mu tidak ada yang cantik” ucap tertawa mengejek sahabatnya yang masih betah menyendiri.
“Kau ada2 saja, aku ini bekerja bukan mencari jodoh disini”
“Hahaha, sapa tau saja. Lagian jodoh kan tidak ada yang tahu”
“sudah2, kenapa jadi membahas status sihh” sewot Hasan
“Oh iya, kau tidak ingin mengenalkan ku dengan istri mu fahmi”sambung Hasan.
“Ehh iya, mawar kenalkan lah dia Hasan sahabat sekaligus dokter pribadi ku”
“Iya aku hasan sahabat Fahmi” jawab Hasan yang melambai kepada Mawar.
“Ya sudah, silahkan berbaring disana biar ku periksa kondisi istri mu” sambung Hasan berbicara pada fahmi untuk membawa istri nya menuju tempat yg telah disediakan.
“iya, ayo”.
Bersambung........
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya teman2❤👍👍
Terimakasih🤗.....
Instragram: @auliashahidah24
__ADS_1
__ADS_1