Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 55


__ADS_3

Pov Mawar


 


Malam ini, aku benar² dikejutkan dengan fakta yang selama ini ditutupi oleh suamiku sendiri. Ya, ternyata suamiku pernah menjalin hubungan dengan kakak tiri ku sendiri sebelum menjalin hubungan dengan ku.  Sebenarnya aku tak mempersalahkan itu, karena ku pikir itu adalah masalalu suamiku lagipun hubungan itu pun sudah selesai. Tapi yang aku sesali saat ini adalah dimana yang ku tahu suami ku ternyata belum bisa berbagi ataupun menceritakan semua masalahnya pada ku. Yang ku mau dalam sebuah hubungan itu adalah saling terbuka untuk hal apapun, sekalipun itu meyakiti nantinya. Tapi aku tidak akan memaksa Mas Fahmi untuk jujur, sebab aku hanya ingin dirinya sendiri yang menceritakan masalalu nya tanpa ada beban dan tekanan darimapun. Toh jika pun tidak ingin menceritakannya, aku akan tetap diam karena tugas ku adalah membahagiakan keluarga kecil ku dan aku akan berusaha membebaskan suamiku dari bayang² masalalunya. Dengan cara menjaga jarak antar suami dan kakak tiri ku karena itu adalah salah satu cara yang paling tepat untuk saat ini kurasa. Aku akan menjadi tembok yang membentang di antara mereka, membuat suamiku untuk tidak mengingat masalalunya. Dan mulai menata masa depannya bersama ku dan juga Azka anak kita.


 


Pov author


 


Setelah Fahmi mengantar dua sahabatnya pulang, dia pun memilih untuk menyusul istri nya dikamar saat ini. Dan untuk aji diapun akhirnya pulang bersama Deren, meski harus menjadi perdebatan panjang sebelum Aji bisa menumpang pada mobil Deren. Tapi akhirnya Deren menyetujuinya karena mendapat tatapan membunuh dari Fahmi. Dia pun tak ingin menjadi santapan singa malam ini, akhirnya memilih untuk mengantar sahabatnya Aji yang juga sama singanya seperti Fahmi. Dalam hati, dia hanya bisa mengumpat karena selalu menjadi korban dari dua sahabatnya.


 


“Sayang belum tidur” tanya Fahmi setelah memasuki kamar dan mendapati sang istri tengah membaca buku novelnya.


 


“Belum mas, nunggu kamu dulu” ucap Mawar setelah menutup buku novelnya lantas meletakkannya di nakas sebelah ranjang tidurnya.


 


“Oh oke, kalau gitu aku bersih dulu baru kita istirahat sama² ya” jawab Fahmi yang kini sudah berjalan menuju kamar mandi.


 


“Aku ambilkan piyama nya, biar sekalian ganti didalam ya” Mawar berjalan membuka lemari baju mereka. Sedangkan Fahmi hanya mengangguk ditempatnya dengan menunggu istrinya.


 


“Ini mas, ya udah buruan gih” lanjut Mawar ketika sudah mendapat apa yang dia mau lalu menyerahkannya pada sang suami.


 


“Makasih sayang” balas Fahmi dengan mencium kening sang istri lalu segera memasuki kamar mandi untuk bersih².


 


“Iya mas” jawab Mawar dengan wajah bersemu merah, lantas duduk di ranjang tidurnya menunggu Fahmi, suaminya.


 


 


Beberapa menit kemudian, Fahmi pun sudah keluar dengan wajah segarnya dan menghampiri sang istri yang sedang menunggunya. Sedangkan Mawar sendiri kini telah berhenti memainkan ponselnya sesaat mendengar suara pintu dibuka dan menampilkan suaminya yang kini tengah berjalan mendekatinya dengan wajah segarnya, dia pun tersenyum melihat wajah suaminya yang nampak segar itu.

__ADS_1


 


“Mas” panggil Mawar saat mereka kini sudah sama² berada di ranjang dengan posisi duduk bersandar diranjang mereka .


 


“hmmm, kenapa. Ada yang mau ditanyain” Balas Fahmi yang kini tengah menggenggam tangan sang istri dan menatap manik mata istrinya .


 


“Soal Kak Nita” ucap Mawar menggantung pernyataannya. Sedangkan Fahmi sendiri, dibuat kaget dan penasaran apa yang akan ditanyakan istrinya soal Anita. Dia berharap bukan tentang masalalunya karena Fahmi merasa belum saatnya dia menceritakan itu semua nya sekarang.


 


“Kenapa , ada apa dengan Anita” balas Fahmi mencoba untuk tenang, meski sejujurnya kini jantung nya berdetak dua kali dari biasanya.


 


“Aku minta maaf, karena malam ini nggak bilang sama kamu kalau kak Nita nginep dirumah kamu” jawab Mawar akhirnya, dan terdengar hembusan nafas lega dari Fahmi karena ternyata hanya masalah itu yang dikatakan istrinya.


 


“Ralat sayang, Rumah kita. Karena sekarang ini juga jadi rumah kamu sayang jadi jangan pernah ngomong gitu lagi” balas Fahmi meralat ucapan istrinya. Dan hanya dibalas anggukan kecil dari Mawar.


 


“Dan masalah Anita yang nginep disini  udah biarin nggak usah dipikirin, lagian dia juga kan kaka kamu berarti kakak ku jug sekarang. Aku Cuma mau ngingetin aja, lain kali kalau dia mau nginep disini atau siapapun itu kasih tau aku dulu. Supaya aku sampe rumah nggak kaget tiba² ada orang selain kamu, ya” ucap Fahmi dengan intonasi selembut mungkin untuk menyakinkan istrinya bahwa dirinya baik² saja dengan keberadaan Anita dirumah mereka.


 


 


“oh iya, kenapa Ayah sama ibu nggak nginep disini atau setidaknya nunggu aku pulang supaya bisa makan malam bareng” tanya Fahmi mencoba mengalihkan pembicaraannya agar tidak terus melulu membahas Anita.


 


“Kebetulan malam ini dirumah ayah, ada teman lama yang ingin berkunjung kerumah. Maka nya ayah dan ibu memilih pulang, karena sudah ada janji dengan temannya. Dan Cuma bisa titip salam buat kamu”  balas Mawar dengan senyum teduhnya. Beberapa saat membuat Fahmi terpesona dengan senyum teduh yang dimiliki istrinya itu.


 


“Oh gitu, ya udah nggak pp. Lain kali kita yang berkunjung kerumah ayah, lagian kita juga udah lama nggak kesana sekalian nanti kerumah Mama udah lama nggak ketemu. Nanti aku bakal lihat jadwal ku dulu sama Aji supaya jelas ya” ucap Fahmi mengusulkan untuk mengunjugi orang tua mereka.


 


“Iya mas, aku ikut aja kata mu” jawab Mawar yang sudah mulai terlihata sayu.


 

__ADS_1


“Sayang kita tidur, kamu sepertinya udah ngantuk. Kebetulan aku juga sudah mengantuk” balas Fahmi dengan tenang dan sudah memposisikan badannya menjadi berbaring dan mengajak sang istri ikut tidur disebelahnya.


 


“Iya mas, selamat tidur” ucap Mawar membalikan badannya menyamping melihat wajah suaminya.


 


“Selamat tidur”timpal Fahmi yang kemudian mencium kening istrinya dan setelahnya mereka pun tidur didalam mimpi mereka masing² guna menyambut hari esok yang mungkin akan jauh lebih melelahkan atau bahkan membahagiakan, hanya tuhan yang tau apa yang terjadi hari esok. Tugas kita sebagai manusia hanya menjalankan apa yang sudah digariskan.


 


 


“Terkadang ada sesuatu yang memang tidak harus selalu diceritakan. Cukup disimpan sampai nantinya kita benar² siap menceritakan sesuatu itu pada orang yang tepat. Ini semua hanya perihal waktu” -a.s.f-


 


Bersambung.......


Jangan lupa tinggalkan jejaknya guys sebagai bentuk apresiasi kalian di karya ku.......


 


Jangan lupa bahagia hari ini dan semangat


 


Sampai berjumpa kembali di Bab selanjutnya............


Stay dikarya ku terus ya.........


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2