
Sebulan lebih sudah meninggalkan cerita ini, rasanya berat banget ngegantungin cerita ku untuk kalian (para pembaca). Tapi entah kenapa sebulan belakangan ini emang nggak bisa nulis, entah itu kehabisan ide ataupun emang nggak dapet feel nya untuk nulis. Berujung berhenti untuk nggak nulis sementara, karena sudah berulang kali menulis tapi lagi² gagal. Bahkan diri ku sendiri mengatakan untuk tidak membuka tulisan ku sementara, karena pada akhirnya pikiran dan hati ku menolak untuk melanjutkan cerita yang sudah kutulis. Entahlah, ada apa ataupun sebenarnya aku mungkin emang lagi capek aja. Tapi kalian (pembaca) nggak perlu khawatir, sebab sebisa mungkin aku akan mencoba menulis cerita ini sampai habis (end), Okeyyy.
Maaf sudah meninggalkan cerita ini terlalu lama sampai mungkin cerita ini sudah tenggelam di daftar bacaan kalian (pembaca), karena saking lamanya nggak Up. Karena aku sendiri saat ini emang lagi butuh waktu sendiri, dan semoga kalian tetap membaca cerita ini meski aku lama untuk Up nya. Dan terimakasih banyak untuk kalian(pembaca) yang tetap nunggu cerita ini, yang bahkan udah buat kalin merasa digantung karena cerita ini lama banget Untuk Up🙏🙏. sekali lagi makasih dan maaf sudah mengecewakan🙏🥺.
oh iya semoga kalian semua dalam keadaan baik² saja,
untuk kamu yang mungkin sekarang sedang merasakan sakit semoga lekas pulih kembali.
untuk kamu yang sedang diposisi terendah, semoga lekas bangkit. Kamu nggak sendiri, karena ada banyak orang yang menyayangi tanpa kamu sadari. jika kamu merasa semua orang meninggalkan mu, kamu tidak perlu risau sebab Tuhan selalu ada untuk mu. 🌻
ingat! Tuhan tidak tidur, 🌻.
enjoy this story, guys.
...♡♡♡...
...HAPPY READINGS...
Selepas Deren meninggalknnya, Aji pun pergi menuju kitchen divilla tersebut berniat untuk minum sejenak sebelum menyusul Deren dikamarnya untuk istirahat juga seperti yang lain. Sesampainya dikitchen, Aji pun lantas meneguknya air yang sudah dituangkan sebelumnya digelas.
“Ngomong² dimana Anita, kenapa tadi dia tidak ikut mengobrol dengan yang lain diruang keluarga” gumam Aji sesaat setelah meneguk habis minumannya. Dirinya tiba² teringat pada wanita yang sangat amat membuatnya kesal hampir setiap berada didekatnya, sebab pasalnya semenjak tadi dia tak melihat keberadaan Anita diruang keluarga untuk ikut mengobrol dengan anggota keluarga lainnya. Terakhir dirinya melihat Anita dimeja makan saat makan malam tadi, setelahnya Anita pun sudah tak terlihat. Pikirannya tiba² mengatakanya bahwa wanita itu(Anita) sedang tidak baik² saja.
“Sudahlah tak perlu memikirkanya, sebaiknya aku cari angin sebentar diluar” gumam lagi, mencoba mengalihkan pikirannya dari anita, dan memilih untuk keluar menuju taman belakang didekat kolam renang yang ada divilla ini.
***
Pov Anita
__ADS_1
Melihat lelaki yang kita cintai lebih bahagia bersaama wanita lain, daripada bersama kita itu menyakitkan. Rasanya takdir itu seolah mempermainkan kita. Dulu aku pernah bermimpi memiliki rumah tangga yang bahagia dengan seseorang yang ku cintai, tapi ternyata takdir Tuhan berkata lain. Lelaki yang ku cintai sudah berumah tangga dengan wanita lain, alhasil impianku hanya impian semu yang sampai kapan pun hanya semu yang tak berujung, sakit itulah yang kurasa saat ini.
Resiko mempunyai adik ipar mantan kekasih itu adalah setiap kumpul keluarga ataupun berlibur selalu bertemu.Alhasil Seperti sekarang ini, liburan bersama keluarga didaerah yang sejuk nan indah tetap tak membuat hati ku sejuk pasalnya aku selalu melihat adik ipar dan adik sambung ku bermesraan. Yang dimana adik ipar ku sendiri tak lain dan tak bukan adalah mantan kekasih ku yang dulu amat ku cintai bahkan sekarang pun rasa itu masih ada.
Namun aku sedikit lega karena besok liburan keluarga pun sudah selesai dan akan kembali kekota. Karena akhirnya aku sudah tidak melihat kemesraan antara Fahmi dan Mawar yang membuat ku sakit hati. Sejujurnya aku bisa menolak untuk tidak ikut liburan, namun entah kenapa kata hati ku menyuruh untuk ikut berlibur bersama. Karena pada liburan inilah aku dapat memiliki kesempatan untuk melihat Fahmi(mantan kekasih) dan mungkin bisa mengobrol barang sebentar seperti wakti dulu masih bersama. Tapi, Nyata nya Fahmi justru selalu menempel pada istrinya (Mawar) dan enggan berpaling dari istrinya barang sejenak. Membuat ku tak bisa mempunyai kesempatan untuk dekat lagi dengannya, terlebih saat ini tatapan Fahmi yang berubah menujukkan rasa tidak sukanya pada diriku semakin membuat ku sadar bahwa ternyata cintanya pada ku mulai pudar atau justru memang sudah benar² pudar.
Malam ini setelah makan malam selesai, semua keluarga berkumpul diruang keluarga untuk berbincang² sekalian menghabiskan waktu liburan sebelum besok harus pulang kerumah masing². Sedangkan aku sendiri memilih menepi dan tidak ikut dalam obrolan tersebut, rasanya aku hanya akan semakin tersakiti nantinya jika harus melihat bagaimana Fahmi dan mawar memamerkan kemesraanya.
Memilih sendiri ditaman belakang dengan minuman alkhol yang kudapat tadi sore dari seorang teman yang kebetulan berada didaerah yang ku kunjungi sekarang ini. Inilah bodohnya aku, disaat sedang ada masalah atau hal yang menggangu pikiran ku. Aku selalu melampiaskannya dengan menenggak minuman haram ini, atau bahkan aku akan berkunjung ke club malam untuk sekedar menghilangkan beban dan tentunya tanpa sepengetahuan orangtua ku. Hanya Fahmi yang tahu kebiasaan ku ini, dan mungkin juga asistennya si Aji yang juga sering membantu Ku dulu disaat aku terkapar diclub malam karena kebanyakaan minum. Ehhh tunggu barusan aku menyebut nama Fahmi lagi, hahaha bahkan disaat seperti ini pun aku masih menyebut namanya. Padahal dia sekarang sedang bersenang² dengan istrinya dan juga keluarga yang lain. Hahahahaha, lucunya sekali hidup ku. Selalu sendiri, tidak ada yang memahami ku sekalipun pun.
“Stop.......” ucap seseorang yang kini merampas minuman ku , dan menghentikan Ku yang sedang asyik menenggak minuman haram ini.
“Stop, hentikan. Jangan gila kamu Nit,” ucap Aji emosi, yang kini tengah merampas minuman haram yang sedang dikonsumsi Anita.
Ya saat Aji sedang berjalan kearah taman belakang, tidak sengaja ia melihat seorang wanita yang duduk ditaman belakangan dengan memungguinya. Dan membuatnya penasaran, alhasil dia pun menghampiri wanita tersebut. Dan ternyata wanita itu adalah Anita, wanita yang beberapa menit lalu ada dipikirannya. Yang membuat kagetnya lagi, ternyata Anita tengah mengkonsumi minuman haram. Terlihat dari tangannya yang menggengam botol minuman haram tersebut. Tanpa aba², Aji pun menghampirinya dengan emosi yang sedang menggebu².
“hahahaha, tau apa kamu tentang masalahku” tawa Anita menatap Aji yang ada didepannya.
__ADS_1
“Bodoh, bukan begini caranya jika ingin menyelesaikan masalah, Anita” tekan Aji mencoba menahan gejolak marahnya.
“Iya aku bodoh, sangat bodoh. Maka dari itu kembalikan minuman ku” ucap Anita yang sudah merubah mimik wajahnya menjadi marah, dan mencoba mengambil minumannya yang dirampas oleh Aji.
“Sebaiknya kembali lah kekamar mu, sebelum yang lain melihat mu. Terlebih orangtua Mu, Nit” balas Aji melembutkan suaranya, sebab ia merasa mungkin harus berbicara lembut agar Anita tidak berontak dan marah².
“Hahaha kembali, tidak aku ingin sendiri disini. Jangan mengganggu kesenangan ku Aji. Pergilah, aku bisa kembali kekamar ku sendiri nanti” balas Anita dengan tawanya dan tak sengaja terhuyung akibat minum haram yang diminumnya. Dan dengan sigap Aji menangkap tubuhnya yang terhuyung.
“jangan membuat ku marah, lihat bahkan menahan beban tubuh mu sendiri pun kamu tidak bisa” ucap Aji yang masih sigap menahan Anita yang didekapannya. Lantas Anita sendiri pun mencoba untuk melepaskan diri dari pelukkan Aji.
“Aku bilang tidak, ya tidak. Jadi pergilah sekarang” kekeh Anita yang tetap tidak ingin menuruti Aji. Dan memilih duduk dibangku taman daripada harus terus berada dipelukkan Aji.
“Cih, keras kepala” decak aji sinis melihat Anita yang masih betah dengan posisinya, walau dengan kondisi yang kacau sekalipun.
“Jangan protes jika aku terpaksa menggendong mu Nit, sebab ini pun semua ulah Mu sendiri”sambung Aji lantas menggendong Anita, sedangkan anita sendiri hanya tersentak kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Aji dan detik berikutnya dia pun hanya diam karena percuma jika harus berontak, tenaganya lebih lemah dibanding tenaga Aji. Apalagi dengan kondisinya yang sudah setengah mabuk.
Aji pun membawa Anita ke masuk kedalam kamarnya secara pelan². Takut semua orang tau jika Anita dalam keadaan mabuk seperti ini. Apalagi terlebih jika orangtua Anita mengetahui jika anaknya mabuk, maka Anita akan ditanyai sebab apa yang membuat dia mabuk. Lebih fatalnya jika Anita memberi tau semua alasannya mabuk karena Fahmi yang notabennya adalah kakak iparnya sendiri. Yang berarti terbongkar sudah hubungan antara Fahmi dan Anita yang pernah menjalin kasih. Meskipun hubungan itu sudah lama berakhir, tapi tetap saja tidak boleh terbongkar sebelum Fahmi sendiri yang membongkarnya, pikir aji.
...***...
Bersambung.........
🌻🌻🌻**
__ADS_1