
Fahmi dan mawar telah usai dengan urusan di hotel pernikahan, dan sekarang mereka akan segera siap pergi dari hotel untuk pulang. Namun mawar masih bingung kemana dia akan di bawa pulang, entah kerumahnya terlebih dulu atau kerumah mertuanya.
Mawar menyentuh tangan Fahmi menghentikan langkah fahmi yang terus berjalan tanpa memperhatikan mawar yang mengekorinya.
“Mas tunggu”
“Ada apa lagi, apa ada yang ketinggalan hmm”ucap Fahmi dingin.
“Tidak ada yang ketinggalan tapi aku hanya ingin bertanya”ujar mawar
“Bertanya apa lagi”sambar fahmi yang langsung memotong omongan mawar.
“Sebenarnya kita akan pulang kemana, jika akan pulang kerumah mamah diana bisakah mampir dulu kerumah ku untuk mengambil baju dan beberapa barang yang aku perlukan dirumah”Tanya mawar takut2.
“Kita tidak akan pulang ke rumah mamah ku atau rumah mu, kita akan pulang kerumah ku yang sekarang juga akan menjadi tempat tinggal mu karena aku sudah menyiapkan rumah itu jauh2 hari sebelum aku menikah denganmu dan masalah baju dan barang2 mu yang masih tertinggal dirumah akan dimbil oleh orang suruhan ku jadi kau tinggal menunggunya saja”jelas Fahmi.
“Oh begitu ya, terimakasih Mas”ucap mawar.
Fahmi yang mendengar ucapan terimakasih dari mawar hanya diam saja tanpa mau menjawab dan kembali berjalan menuju mobil yang telah menjemputnya.
Didalam mobil kini terdapat sopir dan sepasang suami istri. Ya pasangan suami istri yang saling diam tanpa ada pembicaraan sibuk dengan urusannya masing2.
Fahmi sibuk dengan ponsel ditangannya mengurus pekerjaannya sedangkan Mawar hanya diam menatap jalanan yang padat dari jendela kaca mobil. Merenungi kehidupannya setelah menikah, apa mungkin pernikahan yang dijalaninya akan bertahan lama atau tidak tapi setelah itu ia tersadar dari pikiran negatifnya, bahwa dia akan berusaha mempertahankan rumah tangganya yang tanpa didasari cinta meski harus bersusah payah terlebih dahulu.
Mobil yang ditumpangi Fahmi dan mawar kini telah sampai tempat tujuannya yaitu rumah.Mereka masuk kerumah yang mewah dan sangat luas bahkan mawar sampai dibuat kagum dengan rumah yang ditempatinya saat ini sangat luas dan banyak tanaman bunga di halaman rumah yang membuat mata siapapun akan terpesona dengan keindahannya meski rumahnya pun sebenarnya tak kalah mewah dari rumah yang ditempatinya sekarang tapi karena dia menyukai tanaman jadi dia sangat kagum dengan rumah yang sudah disiapkan suaminya apalagi dengan desain interior elegan benar2 menambah kesan indah dari rumah ini.
“Masuk, kenapa diam saja hah”bentak fahmi yang melihat mawar terus diam tanpa bergerak untuk masuk.Mawar tersadar dari terkagumannya setelah mendengar bentakan Fahmi.
“Astaqfirullah”ucapnya pelan
“Maaf mas, aku hanya terpana dengan rumah mu”sambung mawar berbicara dengan setenang mungkin.
Fahmi dan mawar masuk kedalam rumah dan langsung disambut oleh para asisten rumah tangga.
“Selamat pagi tuan muda dan nyonya muda, dan selamat datang juga dirumah tuan Fahmi”ucap Art tertua.
“iya terimakasih bik atas sambutannya”ucap mawar.
Fahmi hanya diam saja dan langsung naik ke lantai atas meninggalkan Mawar yang masih mengobrol. Mawar yang melihat fahmi langsung berpamitan dengan art dan menyusul fahmi ke lantai atas.
“Mas ini kamar mu??”tanya Mawar.
“Iya, kan kau pun sudah masuk dan disini pun ada aku itu artinya ini kamar ku dan akan menjadi kamar mu juga”ucap Fahmi malas dan dingin.
“oh ya baju mu sudah ada di lemari dan barang2 mu masih ada dikerdus itu”sambung fahmi dan menunjukkan kardus disamping sofa yang berisikan barang2 mawar .
“Jadi baju2 ku sudah ada dilemari mas??, terimakasih sekali lagi mas”ucap mawar.
“Iya...... lagian kau terlalu banyak berterimakasih, bukan aku yang mengemasi dan menata baju serta barang2 itu, semua art dan orang suruhanku yg mengerjakannya aku hanya memerintah”timpal Fahmi datar.
“Tapikan”ucap mawar terpotong
“Sudah tidak usah terlalu banyak bicara aku capek, aku harus pergi kekantor sekarang ada meeting kau boleh istirahat, jika memerlukan sesuatu panggil saja art”sarkas Fahmi.
“Iya mas hati2”ucap mawar.
“Hmmm”balas fahmi dengan deheman dan langsung pergi
“mas tunggu”panggil mawar
__ADS_1
“Ada apa lagi hah??”ucap fahmi kesal namun ketika melihat tangan mawar mengadah kehadapannya yang dia pikirkan sekarang mungkin mawar memintah uang.
“Ah iya aku lupa memberimu uang ya”sambung fahmi sambil merogoh kantong saku celananya mengambil dompet.
“Ehhh bukan mas aku hanya ingin ini”ucap mawar yang mengambil tangan fahmi dan langsung menyalaminya karena baginya dia sekarang sudah harus patuh pada suaminya dan membiasakan untuk menyalami suaminya ketika akan pergi.
Fahmi yang melihat tangannya disalimi oleh mawar sejenak tertegun dengan tindakan mawar karena rasanya mawar benar2 menghargainya sebagai suami sedangkan fahmi bahkan belum sepenuhnya menganggap mawar sebagai istrinya.
“Mas kenapa, katanya mau berangkat”ucap mawar menggoyangkan tangan fahmi yg terus diam.
“Ah iya tidak pp kalau begitu aku berangkat”ucap fahmi
“Assalamualaikum”sambung fahmi ketika akan menuruni anak tangga.
“Walaikumussalam”jawab mawar dengan senyuman.
Setelah kepergian suaminya mawar lebih memilih didalam kamar dan menata semua barang2 yg berada didalam kardus, dia mengeluarkan semua barangnya menatanya di ruangan kamarnya yang masih kosong dari menata alat make up nya, sepatu2 dll. Setelah semuanya beres mawar beranjak akan istirahat sebentar duduk disofa namun tiba2 pintu terketuk dari luar.
“Tok....tok.....tok”suara ketukan pintu.
“Nyonya apakah anda didalam”panggil Art dari luar.
“Ahhh iya bi, aku ada didalam masuk saja tidak ku kunci pintunya”ucap mawar.
Art pun masuk kedalam kamar lalu melihat majikannya duduk disofa dan berjalan mendekati si nyonya mudanya.
“Permisi nyonya, saya kesini hanya ingin menanyakan apakah nyonya mau makan atau tidak karena makan siang sudah disiapkan di meja makan dan ini perintah tuan Fahmi agar nyonya makan siang takut nyonya masih sungkan untuk makan oleh sebabnya saya kemari menawari nyonya makan”ucap art menjelaskan
Mendengar suaminya menyuruhnya makan membuat hati mawar sedikit bahagia merasa diperhatikan oleh suaminya meski harus lewat perantaran Art.
“Ahh iya bi terimakasih, kebetulan aku juga baru selesai beres2 jadi aku juga sudah merasa lapar bahkan saking keasyikkan menata barang2 aku jadi lupa waktu kalau sekarang sudah siang”ucap mawar sambil tersenyum ramah.
“Ya sudah mari nyonya, saya antarkan ke meja makan”ajak art.
“Bi, ngomong2 siapa nama bibi daritadi kita bicara tanpa tau nama masing2”ucap mawar yang sudah duduk di meja makan.
“Ehhh.... iya saya lupa memperkenal kan nama saya ya”ucai si bibi senyum2.
“Kenal nyonya saya Art tertua dirumah ini dan juga art yang sudah merawat tuan muda dari kecil sampai sekarang nama saya bi Mina”sambung bi mina.
“Oh jadi bi mina ini sudah lama ya bekerja dengan keluarga mas fahmi”ucap mawar.
“Kurang lebih begitu nyonya”timpal bi mina.
“Oh iya... bi kenalkan aku mawar dan jangan panggil aku nyonya bi rasanya aneh saja jika aku di panggil nyonya karena dirumahku saja art memanggilku dengan sebutan Mbk bukan nyonya jadi rasa nya di panggil nyonya masih terasa asing ditelingaku” ucap mawar dengan ramah.
“Maaf nyonya tapi ini perintah tuan Fahmi jadi tidak enak rasanya klu bi mina melanggarnya”ucap bi mina dengan wajah melas.
“Ah ya sudah seterah bi mina saja yang penting tidak membuat bi mina kena amarah mas Fahmi”ucap mawar pasrah.
Bersambung...........
__ADS_1
__ADS_1