Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 35


__ADS_3

Lobi kantor Fahmi


Fahmi yang hendak keluar dari kantor, tiba-tiba saja berhenti ketika ia masih berada di lobi kantor karena tenyata ponsel miliknya berbunyi dan segeralah mengangkat ponsel yang telah digenggamnya.


“Iya Halo” tanya fahmi pada seseorang disebrang telpon.


“Fahmi, bisa kah kau kemari ke apartemen ku” ucap seseorang di telpon.Fahmi yang mengenali suara dibalik ponselnya pun seketika tubuhnya menegang, hatinya berdesir entar desiran apa,dia pun sendiri bingung.


“Nita, ada apa menelpon. Kita sudah tidak ada hubungan lagi jadi tolong berhenti menghungi ku” ucap Fahmi tegas dan berusaha menghilangakan desiran dihatinya.


“Pleasee, kemarilah ku mohon. Aku membutuhkan bantuan mu” bujuk Anita.


Ya, ternyata Anita lah yang menghubungi Fahmi sore ini. Entah apa yang akan dilakukannya ketika Fahmi sampai diapartemennya.


“Baiklah, tunggu aku akan ke apartemen mu dalam beberapa menit lagi” ucap fahmi yang menyetujui dan langsung mengakhiri panggilannya.


 


Rumah Fahmi


Diruang tamulah Mawar sekarang berada, menunggu kepulangan sang suami dari kantor. Namun, nyatanya jam sudah menunjukan pukul 10.00 malam, suaminya belum juga menunjukan tanda2 kedatangannya. Meski lelah dan mengantuk Mawar tetap berusaha menunggu kepulangan sang suami tercinta.


“Kemana ya mas Fahmi, jam segini belum juga pulang. Padahal sudah jam setengah sebelas, sudah hampir larut malam tapi belum juga dia pulang” gumam Mawar yang khawatir pada suaminya Fahmi.


Lama sudah Mawar menunggu bahkan sekarang jam sudah pukul 12.00 malam, dia pun tertidur disofa ruang tamu. Fahmi memasuki rumahnya yang masih menyala dan ternyata sang istri menunggunya sampai harus rela ketiduran disofa ruang tamu.


“Hufttt, kebiasaan selalu saja menunggu ku pulang, sampai harus ketiduran seperti ini” gumam Fahmi menatap sendu sang istri yang selalu setia menunggunya pulang.


“Tuan muda” sapa Bi mina yang kebetulan lewat.


“ Iya bi” balas fahmi dengan senyum.


“Akhirnya Tuan sudah pulang, sedaritadi Nyonya menunggu Tuan pulang. Padahal Nyonya muda sendiri sedang sakit tapi tetap memaksa untuk menunggu tuan pulang” Ungkap Bi mina yang kasian pada Nyonya mudanya.


“Jadi, Mawar sakit Bi. Apa dia sudah minum obat” tanya Fahmi.


“Nyonya muda tidak mau minum obat tuan, katanya selama nyonya masih bisa menahan maka dia tidak akan minum obat” jelas Bi mina.


“Memangnya dia sakit apa, kenapa sampai tidak ingin minum obat”


“Nyonya bilang dia hanya sakit kepala dan sedikit mual tuan. Itu saja yang Bibi tau”.


“ Ya sudah Bi, kalau begitu saya keatas dulu” pamit Fahmi sambil menggendong sang istri.


“ Iya tuan”.


 


Kamar Fahmi dan Mawar


Fahmi meletakkan sang istri dengan saangt hati2 lalu kemudian dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lelah karena seharian berada diluar rumah.

__ADS_1


Dia berdiri diwastafell kamar mandi menghadap cermin yang menampilkan wajah kusamanya akibat kelelahan dan kembali mengingat kejadian di apartemen Anita sore tadi.


 


Flashback on


“sayang akhirnya kau datang, aku merindukan Mu” ucap Anita sambil memeluk fahmi.Fahmi yang merasa risih oleh pelukkan Anita akhirnya mencoba melepaskan pelukkannya.


“Nit, lepaskan lah. Aku risih, kita masih berada diluar mending masuk saja, enggak enak nanti orang2 berpikir macam2 tentang kita” ucap Fahmi mendorong anita masuk ke dalam dan menutup pintu apartemen.


“iya2, lagian kenapa kamu risih dipeluk dengan ku” tanya Anita yang sudah duduk bersebelah dengan fahmi diruang tamu.


“Kamu itu lupa atau pura2 lupa sihh, bahwa sekarang status ku bukan lagi pacar Mu melainkan adik ipar mu” ucap Fahmi tegas.


“kenapa kamu terus saja mengingatkan ku pada status mu yang telah menikah dan menjadi adik ipar ku. Lagian aku tetap menganggap kamu sebagai kekasih ku bukan adik ipar ku” balas Anita dengan marah.


“Tapi itu kenyataannya kan dan memang benar kamu itu kakak ipar ku” ucap Fahmi mencoba menegaskan statusnya pada mantan kekasihnya.


Anita mencoba menahan amarahnya, namun sekita tiba2 tubuhnya melemas. Ya tujuan memanggil Fahmi adalah karena ia sakit dan butuh bantuan Fahmi untuk merawatnya. Semasa pacaran Fahmi memang sering merawat Anita jika sedang sakit dan dia begitu perhatian, oleh sebabnya sekarang Anita memanggil Fahmi ke apartemen agar merawatnya karena Fahmi memiliki sifat tidak tegaan apalagi pada seorang wanita, Anita ingin mendapatkan perhatian kembali dari Fahmi maka dari itu dia memanfaatkan sifat tidak tegaan Fahmi agar bisa berdekatan lagi.


 


Flashback off


Mawar bangun dari tidurnya dan mendengar suara percikan dari dalam kamar mandi dan sudah pasti itu adalah suaminya yang sedang mandi. Tanpa pikir panjang dia segera menyiapkan pakaian tidur sang suami.


Fahmi yang telah usai dengan ritual mandinya pun bergegas menuju tempat walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Namun belum juga masuk, dia sudah menyadari bahwa sang istri sudah tidak berada ditempat tidur, dia pun bergegas untuk mengganti pakaiannya baru setelahnya mencari keberadaan sang istri. Belum juga mencari keberadaan sang istri, ternyata dia sudah melihat istrinya yang tengah asyik menyiapkan pakaian tidurnya di walk in closet. Akhirnya dia bisa bernafas lega dan segera menghampiri sang istri Mawar.


 


Jangan lupa tinggalkan jejak teman2


Maaf yaaa kalau bikin  bingung dengan kata2 nya karena Author sendiri masih belajar untuk menulis cerita novel 🙏🙏🙏🙏


Tetep suport karya anak bangsa. Semangattttt💪


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2