Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper

Kehidupan Gadis Pendiam Dan Kuper
BAB 64


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


 


Tiga hari sudah mereka berada di penginapan untuk berlibur dan tiga hari pula pasangan suami istri(Fahmi dan mawar) ini menikmat liburannya bersama sang buah hati mereka beserta orangtua dan sahabatnya, dan tiga hari pula Anita menahan sesak didadanya akibat melihat kemesraan antara mantan kekasihnya dan adik sambungnya yang selalu diperlihatkan. Namun dirinya bersikap acuh melihat kemesraan didepannya dan mencoba terlihat baik² saja meski hatinya terluka sangat dalam akibat perlakuan Fahmi yang begitu mesra dengan istrinya (Mawar)


 


 Dan pada Akhirnya Fahmi  pun memutuskan untuk pulang besok, sebab pekerjaan sudah menunggu kepulangannya untuk segera digarap.


 


“Oke sudah cukup malam ini, mungkin sudah waktunya untuk istirahat. Supaya besok pagi kita bisa bangun lebih Awal dan bisa segera kembali kekota. Jadi lebih baik sekarang kita istirahat dikamar masing². Ayah, ibu dan mama juga sebaiknya istirahat” ucap Fahmi mengakhiri perbincangan yang sebelumnya terjadi diruang keluarga.


 


“Iya benar, sebaiknya kita istirahat sudah malam juga, kalau begitu kita pamit duluan kekamar ya” balas Ayah Mawar dengan menatap sang istri lalu bangkit dari sofa yang dudukinya.


 


“Selamat malam dan selamat beristirahat” sambung ayah mawar lantas pergi menuju kamarnya beserta istrinya.


 


“Ehemmmm” dehem Deren. Lantas membuat semua orang beralih menatap dirinya untuk mendengarkan ucapannya.


 


“Tante nggak pengin kayak gitu. Nikah gitu kek” celetuk Deren dengan menggerakan alis matanya menunjuk mertua Fahmi yang sudah memasuki kamar.  Dan semua orang yang berada disitu merasa kaget dengan ucapan Deren, terutama Fahmi sebabnya bisa²nya sahabatnya itu menyuruh Mama nya untuk menikah padahal dirinya sendiri(Deren) saja belum menikah, pikirnya.


 


“Heyy anak tengil, bisa² nya kamu menyuruh Tante untuk Menikah. Ingatnya! Denger baik², tante itu nggak mau menikah lagi karena cinta tante itu sudah tante kasih semua untuk Papa nya Fahmi sampai tak tersisa buat orang lain” ucap Diana(mama Fahmi) dengan jumawa menatap Deren.


 

__ADS_1


“Lagian seharunya yang ngomong begitu tuh Tante, kamu nggak pengen kayak Fahmi dan Mawar yang sudah menikah. Katanya pintar menggait wanita, tapi buktinya belum ada tuh yang diajak menikah” sambung Diana(mama Fahmi) yang lagi² berbicara dengan jumawa dan memandang Remeh pada Deren.  Deren sendiri hanya bisa menatap pias sebab lagi dan lagi dirinya diremehkan dan diragukan kepiawaiannya dalam menggait wanita dengan wanita paruh baya dihadapanya ini, anak dan ibu saama saja, pikir Deren. Sedangkan yang lain hanya memandang Deren dengan tatapan mengejek ingin menertawakannya terutama Aji Dan Fahmi.


 


“Belum waktunya Tante, Deren bawa cewek untuk menikah. Deren masih ingin menikmati hidup” bela Deren pada dirinya sendiri. Aji sendiri hanya melirik malas pada Deren yang berada disampingnya.


 


“Heleh, sok sok menikmati hidup. Bilang saja memang nggak laku, hufftt alasan” cibir Diana(mama Fahmi) lagi.


 


“Tante Deren ngg.....”


 


“Shutttt, stop it Deren. Sudah tante nggak mau lagi denger ocehan mu, mending tante istirahat huftttt capek”potong Diana cepat menghentikan ucapan Deren yang nantinya pasti akan melebar, lantas berjalan meninggalkan mereka semua diruang keluarga. Sedangkan yang lain sudah tertawa puas melihat muka masam Deren akibat kalah berdebat dengan Diana(Mama Fahmi).


 


“Seneng loh pada, lihat gue yah kayak gini, huftttt”kesal Deren melihat dua sahabatnya menertawakannya dengan puas. Sedangkan Mawar sendiri hanya menahan suara tawanya disamping sang suami (Fahmi) karena tak enak hati pada Deren, jika dirinya menertawakannya juga.


 


 


“Ayok sayang mending kita sekarang kekamar saja, daripada disini terus nanti makin nggak jelas” sambung Fahmi berdiri hendak beranjak dari sofanya dan menggandeng tangan sang istri untuk serta ikut.


 


“Puas loh, habis ngejek gue langsung mau pergi gitu aja” ucap Deren dengan nada kesalnya. Aji sendiri hanya menikmati perdebatan Deren dan Fahmi ditempatnya setelah puas menertawan Deren juga.


 


“Iyalah, lagian udah waktunya gue mau kelon sama Bini gue. Daripada loh kelon sama guling terus”balas Fahmi dengan senyum mengejeknya dan spontan mendapat pukulan dilengannya oleh sang istri.


 


“Udah sayang nggak usah malu, ayok kita kekamar saja. Daripada makin panjang nanti urusannya” sambung Fahmi lantas pergi meninggalkan Aji dan Deren menuju kamarnya, karena ia tahu saat ini sang istri tengah malu karena ucapannya tadi.


 

__ADS_1


“Sinting ya tuh orang emang, sok sok an pamer mau Kelon segala” kesal Deren ketika melihat Fahmi yang sudah pergi menuju kamarnya.


 


“Loh yang sinting, lagian mereka udah suami istri jadi boleh ngapain aja. Maka nya nikah biar nggak pengin” balas Aji telak yang langsung mendapat tatapan tajam dari Deren.


 


“Loh sama aja, kayaknya Fahmi sama tante Diana nyuruh gue kawin mulu. Padahal loh sendiri aja belum kawin” ucap Deren dengan senyum mengejek diakhir.


 


“Nikah bukan kawin” tekan Aji diakhir kalimatnya.


 


“Ye elah iya² nikah bukan kawin” ucap Deren malas.


 


“Entar juga gue nikah sendiri tanpa disuruh, mending loh urus hidup loh. Katanya pinter menggait wanita, tapi sampe sekarang gandengan aja belum ada” balas Aji mengejek Deren kembali.


 


“Udahlah malas gue bahas ginian mulu, mending tidur biar besok bisa bangun dengan fresh”ungkap Deren malas menanggapi ucapan Aji yang sama saja seperti Fahmi dan tante Diana yang meragukan kemampuannya dalam menggait wanita, pikirnya. Dan lantas berdiri dari tempat duduknya untuk pergi menuju kamarnya.


 


“Halah Alasan, bilang aja mau menghindar” ucap Aji yang melihat Deren pergi meninggalkannya dan enggan membalas ucapannya. Deren sendiri bersikap acuh mendengar ucapan Aji yang masih terdengar jelas ditelinganya ketika dia beranjak pergi.


Bersambung.......


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys......


like, koment, dan vote. okayyy🤗🙏🙏


Oh ya, gimana kabar hari ini?. sudah lama banget nggak Up cerita ini ternyata maaf ya, hehehe


semoga yang baca cerita ini semua dalam keadaan baik² saja dan dipermudah segala urusannnya sama Tuhan ya. Aamiin......


jangan lupa bersyukur untuk hari ini dan hari² berikutnya🤗🤗🤗.......

__ADS_1


sekian dulu ya, doa in juga supaya Author bisa cepet dapat ide buat ngelanjutin cerita ini. hehehe🤭🤭


__ADS_2