
...HAPPY READINGS...
.......
.......
.......
Pagi ini keluarga Fahmi sudah bersiap untuk pulang kekediaman masing². Fahmi dan sang istri sudah selesai dengan barang² mereka. Begitupun dengan keluarga yang lain dan juga sahabatnya. Namun ada yang kurang dari rombongan mereka yaitu Aji dan Anita. Padahal semalam mereka semua sudah sepakat untuk pulang dipagi hari agar bisa sampai dirumah masing² pada siang harinya.
“Ren, Aji belum selesai juga berkemas” tanya Fahmi pada sahabatnya yang baru saja datang untuk bergabung.
“Nggak tau, gue kira dia udah disini bareng lo. Tau²nya belum, padahal niatnya gue mau ngomelin dia karena kopernya masih dikamar sama barang²nya yang berserakkan belum dikemasi, malah ternyata tuh anak nggak disini” deru Deren yang juga kesal pada Aji dan sekarang justru dibuat bingung karena tidak adanya Aji.
“Jadi Aji belum berkemas dan sekarang nggak ada dikamarnya” tanya Fahmi kaget dan bingung karena aji yang menghilang tiba².
“Ya emang itu kenyataannya, tuh anak nggak tau kemana perginya tiba² ngilang gitu aja. Semalam terakhir misah waktu gue milih untuk tidur duluan, setelah itu gue tinggal dia diruang tamu. Gue kira dia nyusul tidur tapi nyatanya tadi pagi bangun tuh anak udah nggak ada aja disebelah gue, dan tempat tidurnya pun masih rapi kayak nggak dipake tidur” jelas Deren yang juga masih bingung kemana perginya Aji dari semalam.
“berarti semalam dia nggak tidur bareng lo, kemana dah tuh anak. Nggak biasanya ngilang tiba² gini.” Ucap Fahmi dengan sedikit kesal. Dan Deren sendiri pun sama masih tak habis pikir kemana perginya sahabatnya itu.
“Nggak mungkinkan tuh anak diculik, ck konyol” pikir Deren memikirkan hilangnya Aji, dengan diakhirnya decakkannya karena pemikiran konyolnya itu tentang Aji.
“Mas gimana udah selesai?, mama, ayah sama ibu udah nunggu didepan tuh.” Ucap Mawar yang baru datang menghampiri suaminya.
“emmm iya sayang, ini sudah selesai kok”balas Fahmi pada istrinya.
“Terus, kenapa masih disini. Ada apa masalah kah?” tanya Mawar pada suaminya.
“Jadi gini, kita semua sudah selesai. Cuma lagi nunggu Si Aji yang belum keliatan batang idungnya sama sekali, mawar. Makanya gue sama suami lo masih disini, mikirin kemana perginya Aji. Padahal kopernya masih ada dikamar, tapi orangnya nggak ada.” Sambar Deren menjelaskan perkara yang sedang mereka alami. Sedang Fahmi mengdengus kesal pada Deren yang menjawab pertanyaan istrinya yang ditujukan untuknya.
“ loh, kok bisa . Kira² kemana ya perginya Aji. Padahal kita semua udah mau balik, tumben Aji nggak ada kabar tiba² nghilang.” Ucap Mawar kaget dan heran kemana kira² perginya Aji. Deren sendiri mengedikkan bahu pertanda dirinya juga tidak tahu kemananya perginya Aji.
“Nah itu dia sayang, makanya aku sama deren juga bingung kemana perginya si Aji” timpal Fahmi dengan merangkul bahu sang istri.
“Oh iya kok kamu kesini ?. Apa ada yang tertinggal” tanya Fahmi pada istrinya yang masuk lagi kedalam villa.
“Astaqfirullah, Mas. Gara² ngomogin Aji, aku sampai lupa tujuan aku kesini lagi kan” jawab Mawar dengan menepuk jidatnya sendiri karena lupa aakan tujuannya.
__ADS_1
“Emang tujuan kamu apa” tanya Fahmi lagi.
“Jadi aku kesini juga sebenarnya disuruh ayah untuk manggil kak Nita. Karena daritadi pagi kak Nita juga belum keluar sama sekali dari kamarnya, kata ayah” Jawab Mawar menjelaskan tujuannya.
“Oh gitu, yaudah aku temenin kamu manggil kakak Mu ya” timpal Fahmi.
“Hmmm yaudah ayok mas, keburu ayah, ibu sama mama kelamaan nunggu diluar” ajak mawar pada suaminya.
“Iya”
“Ren, gue nemenin bini gue dulu. Mending loh hubungin terus tuh si Aji” ucap Fahmi pada sahabatnya Deren yang sedang memainkan ponselnya.
“Iye, lagian Aji bikin repot aja tuh anak” gerutu Deren pada Aji. Lalu Fahmi dan mawar pun pergi.
...***...
“Tok.....tok.....tok” mawar mengetuk pintu kamar saudara tirinya namun tak kunjung terbuka juga.
“Iya yaudah deh iya, aku juga jadi khawatir sama kak Anita” cemas mawar pada saudara sambungnya.
“Yaudah gih buruan buka, masa aku yang buka” timpal Fahmi menyuruh sang istrinya.
“Iya mas” jawab mawar dengan perlahan membuka pintu kamar kakaknya.
“Mas, nggak dikunci ternyata” ucap Mawar yang sudah membuka pintu kamar kakak sambungnya yang tidak terkunci.
“Oh yaudah bagus, kamu masuk dulu gih. Aku tunggu disini, nggak enak kalau aku harus ikut masuk” jawab Fahmi yang lebih memilih menunggu diluar dan menyuruh sang istri untuk masuk kekamar Anita.
“Iya mas”.
__ADS_1
Kamar Anita
Anita sedang menangis sendiri dengan keadaan berantakan akibat peristiwa semalam yang dirinya habiskan dengan seorang lelaki yang tidak dia diinginkan. Kamar inilah yang menjadi saksi bisu dirinya melepaskan keperawanannya pada Aji prayoga, orang yang dibencinya.
Anita sendiri bingung dengan nasibnya yang telah hancur akibat orang yang masih setia menutup mata dengan tenang disampingnya. Dirinya Takut membuat sang ibu kecewa akibat perbuatan yang dilakukanya, dia pun masih tidak habis pikir dengan keadaan yang sedang dialaminya.
Saat dirinya tengah menangis sesegukan diatas ranjang, tiba² dirinya mendengar suara pintu yang terbuka. Dirinya khawatir ketika pintu kamarnya mulai terbuka perlahan², dirinya sudah pasrah jika yang berada didepan kamarnya itu adalah ibunya . Ia hanya bisa menerima konsekuensi apa nantinya yang terjadi.
...***...
“Astagrifullah Kak Nita” ucap Mawar mempekik kaget melihat keadaan didalam kamar kakaknya yang berantakan, baju serta dalaman yang tercecer dilantai. Dengan kakaknya yang sedang menangis diatas ranjang menutup tubuh dengan selimut.
“Astaqrifullah, Aji” pekik Mawar kembali dan baru sadar ternyata ada Aji di samping kakaknya yang tengah tertidur dengan keadaan bertelanjang dada. Anita sendiri merasa lega karena ternyata adik sambungnya lah yang masuk didalam kamarnya dan bukan ibunya. Namun satu sisi, dirinya malu dengan sang adik karena mengetahui bahwa dirinya telah melakukan dosa besar bersama asisten suami adiknya.
“Kak apa yang kalian lakukan” ucap mawar berjalan menghampiri sang kakak yang masih menangis ditempatnya.
...***...
Sedangkan diluar kamar, Fahmi kaget dengan pekik sang istri yang menyebut nama Anita. Lalu setelahnya menyebutkan nama Aji sahabatnya yang sedaritadi dicarinya.
“ada apa ya dengan Anita?” ucap Fahmi bertanya² sambil mengelus dadanya akibat kaget dengan pekik an sang istri.
“Hah Aji, tunggu kenapa ada aji didalam kamar Anita”sambung Fahmi ketika baru sadar mendengar suara sang istri menyebut nama Aji sahabatnya.
“Jangan², nggak mungkin kan aji sama Anita. Nggak, itu nggak boleh terjadi” gumam Fahmi yang sudah mulai berpikiran macam² tentang Aji dan Anita. Lalu dengan tergesa dirinya menyusul sang istri untuk masuk kekamar kakak iparnya.
“Shitttt, Aji”.
Bersambung...................
**jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya,
karena jejak kalian buat saya jadi lebih semangat lagi untuk segera menyelesaikan cerita ini........
jangan lupa untuk bahagia hari ini :)🌻**
__ADS_1