Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Prolog


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...~Happy Reading~...


Prolog.


Seorang wanita berdiri membeku di balik etalase kue yang ada di dalam toko miliknya, saat melihat sesosok pria bertubuh tinggi kekar berdiri di ambang pintu toko kuenya.


Sesosok pria di masa lalu yang menorehkan luka cukup dalam hingga menumbuhkan rasa trauma didalam dirinya terhadap makhluk Adam yang ada di sekitarnya.


10 tahun telah berlalu dari masa-masa kelam dalam hidupnya. Namun tak serta merta menghapus semua kenangan pahit dan pilu yang wanita itu alami karena perbuatan bejat makhluk berjenis laki-laki.


Dan kini, manusia bejat itu berdiri tepat di depan matanya dengan keadaan yang terlihat baik-baik saja. Seolah masa kelam yang dia berikan pada wanita itu bukanlah apa-apa atau mungkin pria itu lupa jika kenakalannya di masa remaja telah menghancurkan masa depan seorang gadis.


"Sayang, sudah diambil cake nya? kok lama?" seru seorang wanita yang datang dari balik tubuh kekar pria itu. Membangunkan keduanya dari lamunan masing-masing.


"Dasar cowok, menyebalkan," gerutu wanita tadi saat melihat suaminya hanya diam di depan pintu toko kue itu.


Si wanita pun langsung menghampiri seorang wanita yang berdiri di balik etalase untuk menanyakan kue pesanannya, yang sudah dia pesan lewat aplikasi di ponselnya.


"Selamat siang Mbak, saya Sarah mau mengambil kue pesanan saya yang kemarin saya pesan lewat aplikasi," ucapnya pada wanita berhijab yang berdiri di balik etalase.


"Kalau boleh tahu atas nama siapa ya kebetulan hari ini ada 10 pesanan yang sudah selesai dan akan diambil. Takutnya saya salah memberikan barang," jawab wanita berhijab itu mencoba bersikap profesional dan mengabaikan si pria yang sejak masuk ke dalam toko, terus saja memperhatikannya.


"Atas nama Sarah Amalia Mbak," jawabnya lagi.


"Baik, tunggu Sebentar ya akan saya cek dulu,"


Si wanita berhijab pun terlihat mengetik sebuah nama di layar laptop yang tersedia di meja kasir, untuk memastikan Apakah pesanan atas nama tersebut ada atau tidaknya.


"Oh iya, sudah mbak. Pesanannya sudah selesai dan sudah saya kemas juga, jadi tinggal dibawa saja. Tunggu sebentar ya, Saya akan hubungi orang belakang agar membawakan kuenya kemarin," jawab wanita berhijab itu sambil menghubungi seseorang untuk membawakan kue pesanan yang akan dibawa pulang hari ini oleh pemiliknya.

__ADS_1


Set


Deg


"Bunda, ini kuenya. Tadi Mbak gitanya lagi di kamar mandi jadi aku yang bawakan kuenya kemari," ucap seorang gadis kecil yang baru saja keluar dari arah dalam toko itu.


Dan seketika jantung si pria yang masih berdiri di dekat pintu itu berdetak dengan begitu cepatnya saat melihat wajah cantik dalam balutan hijab bernuansa nude yang saat ini dia kenakan.


"I_iya sayang terima kasih ya nak, asana masuk lagi kerjakan tugas sekolahnya biar cepat selesai," jawab sang Bunda yang tiba-tiba saja terlihat begitu gugup saat si pria terus saja menatap putrinya.


"Iya Bun,"


Tanpa membantah, gadis kecil itu pun kembali masuk ke dalam tanpa menyadari jika ada seseorang yang tengah memperhatikannya dengan seksama.


"Anaknya ya Mbak?" tanya Sarah saat gadis kecil itu telah kembali masuk ke arah dalam toko kue milik bundanya.


"Iya Mbak," Jawab si pemilik toko sembari membungkus kue yang akan diberikan kepada pemiliknya ke dalam sebuah paper bag khusus cake.


"Alhamdulillah sekarang sudah 10 tahun," jawabnya singkat.


Jantung si pria pun kembali dibuat berdetak kencang saat kata 10 tahun terucap dari mulut wanita si pemilik toko itu.


"Ini mbak cake nya, selamat menikmati dan terima kasih sudah memesan dari toko kami," lanjut si wanita pemilik toko kue itu berharap jika pasangan suami istri itu segera pergi dari tokonya.


"Iya Mbak, terima kasih. Saya sudah cocok banget sama kue dan cake dari toko ini. Bulan depan saya akan mengadakan syukuran pernikahan saya dan suami yang 3 tahun. Saya, bisakan pesan kue kuenya dari sini?"


"Insya Allah bisa Mbak. Mbak bisa hubungi admin kami untuk membuat reservasi agar tidak bentrok dengan pelanggan lain nya,"


"Baiklah kalau begitu. Akan saya hubungi lagi nanti, kami pamit ya. Terima kasih cake nya,"


"Iya Mbak, sama sama." Jawab nya mencoba tersenyum ramah pada pelanggan nya itu, meski perasaan nya sedang tidak karuan.

__ADS_1


"Ayo sayang, kita pulang. Kita sudah ditunggu oleh Mama dan Papa," lanjut Sara menarik pria yang tidak lain adalah suaminya sendiri untuk keluar dari dalam toko itu.


Seketika, rasa lega pun dirasakan si wanita pemilik toko saat melihat pria itu keluar dari dalam tokonya. Ada rasa takut yang dirasakan olehnya saat pria tadi terus saja menatap ke arah putrinya.


"Tidak, dia tidak boleh tahu. Aliya adalah putriku, hanya putriku." Gumam nya saat mengingat putrinya, Aliya.


"Mbak, Mbak Aulia kenapa?" Tanya seorang wanita yang baru saja keluar dari arah dalam toko.


"Astaghfirullahaladzim, Gita. Kamu bikin kaget saja," gerutu Aulia sembari mengusap dadanya karena kaget.


"Loh, kok jadi salahin saya. Mbak yang melamun, oh iya itu Aliya sudah selesai mengerjakan PR nya. Katanya Mbak janji buat ajak dia jalan jalan. Sana pergi, urusan toko biar Gita yang tangani,"


"Oh iya kamu benar, ya sudah. Mbak titip toko ya, tutup jam 3 sore aja jadi kamu tidak akan pulang ke sorean,"


"Baik, siap Mbak."


Aulia pun segera pergi ke arah dalam ruangan toko itu, untuk menemui putrinya. Hari ini Aulia sudah berjanji akan membawa putrinya itu jalan jalan karena sudah mendapatkan nilai terbaik.


Ibu dan anak itu pun menghabiskan waktu cukup lama di sebuah pusat perbelanjaan ternama di kota itu. Menjelang sore, barulah mereka kembali ke rumah sederhana yang berhasil dibeli oleh Aulia dari hasil berjualan kue di toko yang dia kelola saat ini.


"Selamat tidur putri Bunda yang cantik, mimpi indah ya," ucap Aulia saat menemani putrinya yang akan segera tidur.


"Iya Bunda, Bunda juga ya. Selamat beristirahat dan mimpi yang indah," jawab gadis kecil berusia 10 tahun itu.


"Iya Nak, tidurlah. Bunda akan ke kamar setelah kamu tidur,"


"Baiklah,"


Perlahan, mata si gadis kecil Aliya pun mulai tertutup dan tidak lama dari itu, mulai terdengar suara dengkuran halus yang menandakan jika putrinya itu telah tertidur.


Aulia menatap lekat wajah cantik putrinya yang tidak bisa dipungkiri wajah itu begitu mirip dengan ayah bioligisnya. Sayang, sang ayah tidak mau mengakui kehadiran putri cantik itu.

__ADS_1


"Maafkan Bunda Nak, semoga kelak kamu mensapatkan bahagiamu meski kamu tidak akan pernah tahu siapa ayahmu yang sebenarnya," gumam nya sembari mengingat kembali kejadian kelam di masa lalu.


__ADS_2