
Tubuh Maryam membeku saat melihat bagaimana Fatih memeluk mesra Aulia dan memanggil janda satu anak itu dengan sebutan 'sayang'.
Maryam tidak pernah tahu kalau ternyata Aulia dan Fatih saling mengenal satu sama lain. Setahu gadis itu, selama ini Aulia hanya dekat bahkan sudah menikah dengan pria yang bernama Hanan.
Pria yang sering menemani Aulia dan Aliya kala mendatangi rumah baca milik Ummi nya, Ummi Alifa. Maryam tidak menyangka jika kini Aulia pun begitu dekat dengan Fatih.
Bahkan Fatih sudah memanggil Aulia dengan sebutan 'sayang' yang itu artinya, hubungan Aulia dan Fatih sangatlah istimewa.
"Eheemmm,"
Suara deheman seseorang pun akhirnya menyadarkan pasutri itu dengan keadaan sekitar. Dimana bukan hanya mereka berdua saja yang ada di sana.
Fatih pun segera mengurai pelukannya di tubuh Aulia saat mendengar Seno berdehem cukup keras.
"Kamu, gangguin saja," gerutu Fatih setelah melepaskan Aulia dari dekapan nya.
"Maaf, tapi di sini masih ada orang selain anda dan nyonya, tuan. Tolong hargai perasaan kami yang masih sendiri ini," jawab Seno dengan santainya.
Kami? oh ya ampun Aulia sampai lupa jika dia datang ke lantai itu bersama dengan Maryam yang entah datang untuk bertemu dengan siapa.
"Oh ya ampun aku sampai lupa kalau aku ke sini bersama Maryam," ucap Aulia saat baru menyadari jika tadi dirinya bersama dengan Maryam di dalam lift yang sama.
"Oh iya Maryam, ada perlu apa kamu ke lantai ini?" tanya Seno yang sejak tadi begitu penasaran akan kehadiran gadis berhijab itu di lantai yang khusus untuk atasan di perusahaan itu.
"Ah maaf, tadi saya mau bertemu dengan Pak Fatih tapi sepertinya Pak Fatih sedang ada tamu ya," jawab Maryam mencoba bersikap normal meski hatinya bergemuruh, menahan sesak di dada karena menyaksikan Fatih memeluk wanita lain.
__ADS_1
"Bertemu dengan ku? Ada keperluan apa kamu ingin bertemu denganku? Katakan saja, lagi pula Aulia ini bukan tamu. Dia adalah istriku jadi katakan saja, tidak usah sungkan,"
Duaaarrrrr
Bagai di sambar petir di siang hari, tubuh Maryam kembali dibuat membeku saat Fatih mengatakan jika Aulia adalah 'istri' nya.
"Istri?" tanya Maryam refleks begitu saja.
"Iya, kami sudah menikah tiga hari yang lalu jadi kamu tidak perlu sungkan karena Aulia adalah nyonya bos di sini. Jika ada masalah katakan saja," jawab Fatih semakin membuat dada Maryam penuh sesak.
"Oh, begitu. Kalau begitu selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga langgeng dan segera memberikan Aliya adik," lanjut Maryam mencoba tenang meski saat ini Maryam sudah ingin menangis sekencang kencang nya.
"Karena Pak Fatih sedang ada istri, mungkin nanti saja saya katakan maksud kedatangan saya kemari dan berhubung saya ada janji makan siang, maka saya permisi dulu. Mari Pak Fatih, Bu Aulia, dan Pak Seno saya permisi dulu," sambung Maryam yang segera pamit undur diri karena sudah tak kuasa menahan air matanya.
Tanpa menunggu jawaban dari ketiga orang itu Maryam pun segera berlari memasuki lift yang akan membawanya ke lantai bawah.
"Kenapa kamu lakukan ini Tuhan? Kenapa ini kembali terulang? Aku sangat menginginkannya tapi kenapa kamu menjadikannya milik wanita lain?" gumam Maryam di sela isak tangis pilunya.
*
*
Sementara itu, Fatih dan Aulia melanjutkan makan siang mereka di ruangan kerja Fatih. Tidak lupa Aulia juga membagi bekal yang dia bawa untuk Seno sang asisten yang setia selama beberapa tahun ini ikut bekerja bersama dengan Fatih.
"Habis ini jangan dulu pulang, ya? Tunggu Mas sebentar, kita pulang bareng," ucap Fatih setelah selesai makan siang dengan menu masakan yang di buat oleh tangan Aulia sendiri.
__ADS_1
"Memang nya kenapa harus bareng? Mas kan biasanya sama Mas Seno," jawab Aulia di tengah tengah kesibukannya membereskan tempat makan yang baru saja mereka gunakan.
"Si Seno lagi ada misi, makanya hari ini aku pulang sendiri," jawab Fatih lagi.
"Misi? Misi apa memang nya?"
"Misi meluluhkan hati adikmu,"
"Meluluhkan hati adikku?"
"Iya, beberapa bulan ini Seno lagi gencar deketin adikmu. Namun, sayang adikmu sepertinya sulit untuk di luluhkan,"
"Maksud Mas, Mas Seno sedang mencoba dekati Gita?"
"Memang nya kamu punya adik lain ya? Kok Mas nggak tahu?" tanya balik Fatih yang merasa gemas dengan istrinya yang tak kunjung ngeh dengan apa dia bicarakan.
"Masya Allah Mas, jadi Mas Seno suka sama Gita?"
"Eemm, tapi Gita menolaknya,"
"Loh, kenapa? Kok di tolak? Gita juga ga pernah bicara masalah ini denganku? Aneh deh tuh anak, tidak biasanya dia merahasiakan sesuatu dari aku,"
"Mungkin masih belum menemukan waktu yang tepat, jangan berburuk sangka dulu. Kadang, manusia itu butuh banyak persiapan untuk melakukan dan mengatakan sesuatu. Sabarlah, Mas yakin jika suatu saat nanti Gita akan cerita sama kamu," jelas Fatih.
***
__ADS_1
Lunas ya...
Kita lanjut lagi besok, Ok. Terima kasih atas antusiasnya, love sekebon untuk kalian semua. 🥰🥰🥰