Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.57


__ADS_3

"Masya Allah, maha besar kuasa mu yaa robb ku. Qodarullah, di sini dan dari kejadian yang kalian alami ini, Allah benar benar menunjukan kuasanya pada kalian, anak anakku. Manusia memanglah tempatnya hadir sebuah dosa, tapi alangkah mulianya jika manusia berdosa itu mengakui kesalahan nya dan berjuang memperbaiki diri dengan kembali ke jalan Allah. Semoga dengan pertemuan ini, akan membawa kalian pada sebuah keberkahan," ucap Umi Amina setelah mendengar seluruh kisah perjalanan hidup Aulia dan juga Fatih hingga menghadirkan seorang gadis kecil yang cantik bernama Aliya Farah.


"Aamiin Umi, itulah mengapa saya datang dan meminta bantuan Umi dan Kyai untuk menyampaikan niat baik saya ini. Karena saya ingin meminang ibu dari anak saya ini dengan cara yang benar dan layak dengan ketentuan dan yang diridhoi oleh Allah tentunya," jawab Fatih yang sama sekali tidak mengangkat kepalanya selama pertemuan itu berlangsung.


"Kami mengerti Nak, terima kasih karena sudah percaya pada Umi dan juga Kyai untuk menjadi penasehat sekaligus perantara untuk kalian kembali bertemu dengan cara yang benar. Meski begitu, kami hanya bisa membantu mempertemukan karena kembali lagi, jodoh, rezeki dan maut hanya ada di tangan sang maha pencipta," jawab Umi Amina.


"Iya saya paham Umi, saya ucapkan banyak banyak terima kasih kepada Umi dan juga Pak Kyai." lanjut Fatih lagi.


"Nah, sekarang kita kembali lagi pada pokok pembicaraan ini. Bagaimana Nak Aulia, apa Nak Aulia berkenan menerima ta'aruf yang di ajukan oleh Nak Fatih?" tanya Umi lagi yang membuat Aulia kembali di bangunkan kembali dari lamunan nya.


"Saya, belum tahu harus bagaimana Umi. Ini terlalu mendadak untuk saya dan jujur, saya benar benar kaget dengan semua ini." jawab Aulia yang memang masih shock saat mendapatkan pinangan dari Fatih.


"Kenapa tidak di coba dulu Nak Aulia, seperti yang Umi katakan tadi. Menerima ta'aruf bukan berarti kita berjodoh dengan nya, karena kembali lagi jodoh dan jalannya takdir kita ada di tangan sang maha pencipta. Umi tahu jika Nak Aulia masih dalam masa pemulihan pasca perpisahan yang terjadi pada pernikahan Nak Aulia sebelum nya. Akan tetapi, tidak ada salahnya jika kita mau kembali membuka diri untuk memulai hidup baru. Apalagi, Nak Fatih bukan orang baru untuk Nak Aulia dan Nak Aliya, sehingga tidak akan sudah untuk beradaptasi dan lagi, masih ada waktu 3 bulan untuk Nak Aulia memantapkan hati apakah akan lanjut ke ijab qobul atau tidak," jelas Umi yang semakin membuat Aulia bimbang.


Namun, saat melihat binar bahagia di wajah putrinya, Aulia pun akhirnya memutuskan untuk menerima ta'aruf yang di ajukan oleh Fatih padanya. Meski belum tahu akhir takdirnya akan kemana dan akan bersama siapa.


Namun, tidak ada salahnya jika Aulia pun mencoba membuka hati untuk Fatih. Setidaknya, selama 3 bulan ke depan baik Aulia ataupun Fatih bisa saling mengenal lebih dalam lagi sebelum akhirnya memutuskan apakah mereka akan lanjut sampai ke pelaminan atau tidak.


"Baiklah Umi, bismillah dengan atas izin dan juga restu dari Allah. Insya Allah, Aulia bersedia untuk ber ta'aruf dengan Mas Fatih,"


Deg


Jantung Fatih rasanya ingin melompat dari tempatnya saat mendengar jika Aulia menerima untuk ber ta'aruf dengan nya. Bahkan mata pria itu sampai berkaca kaca saat niat baiknya disambut hangat oleh sang pujaan hati.

__ADS_1


Meski masih harus menunggu selama 3 bukan ke depan, tapi hal itu tidak di permasalahkan oleh Fatih. Fatih tahu dan sadar betul jika tidak akan mudah bagi Aulia untuk menerima dirinya.


Namun, Fatih sudah bertekad akan melakukan yang terbaik untuk bisa menaklukan hati Aulia yang memang sudah terlanjut sakit dan terluka oleh nya.


Fatih memang penyebab Aulia terluka sampai trauma. Namun, Fatih jugalah yang akan menjadi obat untuk Aulia agar Aulia bisa kembali sembuh dan hidup kembali dengan normal. Hingga Aulia pun bisa menerima kehadiran nya.


*


*


"Sebelum pulang, bagaimana kalau kita mampir ke rumah Mama dulu, mau kan?" tanya Fatih yang saat ini tengah menjadi supir untuk calon makmum dan juga untuk putrinya.


“Boleh Yah, kebetulan Aliya juga kangen sama Oma dan Opa,” sela Aliya sebelum Aulia menjawab ajakan dari Fatih.


Saat ini ketiganya tengah dalam perjalanan menuju pulang dari masjid dimana keduanya mengikuti kajian dan tempat dimana Fatih mengutarakan niat nya untuk mengkhitbah Aulia.


“Boleh, sekalian silaturahmi juga kan dengan Mama dan Papa,” jawab Aulia yang masih belum berani menatap ke arah Fatih yang saat ini duduk di samping nya.


Dengan alasan untuk saling mendekatkan diri, Aliya pun memaksa Bunda nya untuk duduk di depan bersama dengan Fatih. Mereka akan pulang dari kajian itu dengan memakai satu mobil saja.


Sementara mobil yang Aulia bawa akan dikembalikan ke toko oleh orang kepercayaan Fatih yang sengaja di panggil oleh Fatih untuk mengantarkan mobil milik Aulia kerumah nya atau ke toko kue yang nantinya akan dibawa pulang oleh Gita.


“Baiklah kalau kamu tidak keberatan. Sekalian kita juga beritahu tentang kita ya? soalnya tadi pas mau ke sini aku belum bilang apa apa sama Mama dan Papa,” lanjut Fatih yang membuat Aulia kaget hingga menoleh ke arah Fatih.

__ADS_1


“Kenapa kaget? Mereka harus tahu tentang ini, meski masih belum tahu hasil dari perjalanan ini akan berakhir dimana. Akan tetapi, bukankah meminta doa restu dari orang tua tetap harus kita lakukan agar perjalanan kita diberi kemudahan dan kelancaran,” jelas Fatih saat melihat bagaimana kaget nya Aulia saat ini.


“Apa tidak terlalu cepat Mas? Aku takut membuat Mama dan Papa kecewa,” jawab Aulia yang masih merasa belum yakin akan hubungan nya dengan Fatih akan berlabuh di pelaminan, meski Aulia sudah menerima untuk ber ta’aruf dengan pria itu.


“Bukan kah niat baik itu harus di segerakan ya? Tidak baik menunda nunda hal baik,”


“Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan Mas. Aulia ikut saja bagaimana baiknya,”


Fatih tersenyum lembut saat mendengar jawaban dari Aulia. Andai saja bisa, ingin sekali Fatih menghentikan waktu di saat ini saja. Karena akhirnya, setelah sekian tahun menunggu, keajaiban itu datang kepadanya.


Dimana dirinya kembali dipertemukan dengan wanita yang sudah Fatih hancurkan hidupnya dan juga masa depan nya untuk menebus semua kesalahan yang sudah dia lakukan pada wanita yang sejak awal mengenal kata cinta, nama Aulia lah yang dia tempatkan di dalam hatinya.


Namun, sayang hanya karena sebuah kesalahpahaman membuat Fatih gelap mata hingga menghancurkan hidup Aulia sampai sehancur hancurnya.


*


*


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mobil Fatih pun tiba di rumah kedua orang tuanya.


“Assalamualaikum,” ucap ketiga orang yang baru datang itu menggema di seluruh ruangan rumah mewah milik kedua orang tua Fatih.


“Waalaikumsalam warahmatullah, ya ampun sayang, kamu datang Nak?” ucap Mama Dini menyambut hangat kedatangan Aulia.

__ADS_1


*****


Lunas ya...udah dobel nih 😁😁


__ADS_2