Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.30


__ADS_3

🌸🌸🌸


~Happy Reading~


*


Malam hari nya.


Aulia masih berdiri di depan kaca wastafel kamar mandi hotel padahal sudah hampir 15 menit Aulia menyelesaikan membersihkan dirinya.


Tok


Tok


"Sayang, kamu nggak apa apa kan? Kenapa lama sekali?" Tanya Hanan dengan berseru dari balik pintu kamar mandi itu.


Tidak ada jawaban dari dalam karena Aulia terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik baik saja.


Ceklek


Pintu kamar mandi pun terbuka dan membuat Hanan bisa nafas lega karena melihat istrinya yang ternyata baik baik saja.


"Kenapa lama? Apa sesuatu terjadi?" Tidak Mas, semua baik baik saja kok.


"Baiklah, ya sudah ayo kita sholat dulu yuk? Biar istirahatnya tenang kalau kewajibannya sudah terpenuhi," ajak Hanan yang berjalan lebih dulu menuju ke sudut ruangan, dimana sudah ada dua buah sajadah untuk di gunakan oleh pasutri baru itu.


"Iya Mas," jawab Aulia mengekori suami nya untuk sudah lebih dulu berjalan menuju ke sudut ruangan itu untuk melaksanakan ibadah wajib yang sudah terlambat itu.


Keduanya pun mulai melaksanakan ibadah mereka dengan diimami oleh Hanan untuk pertama kalinya setelah mereka resmi menikah.


Karena sebelum sebelumnya, Hanan dan Aulia sering beribadah bersama dengan Hanan yang menjadi imam untuknya.


"Jangan dulu beranjak, kita lanjut sholat sunnah ya. Biar sekalian," ucap Hanan setelah mengucap salam dan menyelesaikan doa nya.


Deg


Jantung Aulia kembali berdetak cepat saat Hanan meminta nya untuk melanjutkan sholat sunnah. Yang artinya, Aulia harus mempersiapkan diri untuk menjadi istri seutuhnya untuk Hanan dengan memberikan pelayanan lahir serta batin.

__ADS_1


Meski rasa takut itu kembali hadir, namun Aulia berusaha menekan rasa takut itu dan terus meyakini dirinya sendiri. Bahwa semua akan baik baik saja.


"I_iya Mas," jawab Aulia gugup.


Keduanya pun kembali melanjutkan sholat sunnah nya. Baik Hanan maupun Aulia sama sama tidak langsung beranjak setelah mengucap salam


Keduanya sama sama melanjutkan doa kebaikan untuk pernikahan mereka dan segera diberi kepercayaan putra dan putri yang sholeh dan sholehah.


Usai menyelesaikan doanya, Hanan pun mulai membalik tubuhnya hingga kini kedua pasangan yang baru saja halal itu menjadi saling berhadapan satu sama lain.


"Wahai istriku, ijinkan malam ini aku dan kamu menjadi satu agar pernikahan kita semakin di ridhoi oleh Allah," ucap Hanan dengan suara yang berat.


Menahan gejolak yang hadir di dalam tubuhnya manakala berada di dalam satu ruangan privasi yang hanya diisi oleh mereka berdua.


"I_insya Allah Mas, aku akan berusaha menjadi istri yang berbakti padamu." Jawab Aulia kembali menekan rasa takutnya.


Mendengar jawaban dari Aulia, Hanan pun tersenyum lembut lalu menuntun sang kekasih halal menuju ke arah ranjang.


Hanan mendudukkan Aulia di bibir ranjang, lalu ikut duduk di samping nya. Tangannya terulur membelai wajah sang istri yang masih terbingkai oleh mukena nya.


Aulia bergeming, namun tetap mengangguk demi mengijinkan suaminya melepaskan penutup tubuh yang selalu menutupi auratnya selama ini.


Set


Deg


Bukan cuma jantung Hanan yang berdetak kencang saat penutup aurat itu Hanan buka dan memperlihatkan bagaimana cantiknya seorang Aulia Rahma yang terlepas dari hijab nya.


Namun Aulia juga, yang kembali di serang rasa takut manakala bayangan demi bayangan dimana Fatih memaksanya dulu kembali hadir seperti rol film yang kembali diputar ulang di dalam benaknya.


"Mas izin untuk memulai nya, ya?" Lanjut Hanan lagi yang kembali di angguki oleh Aulia.


Karena Aulia sama sekali kesulitan mengeluarkan suaranya dimana semua bayangan bayangan kelam itu kembali hadir di dalam ingatan.


Cup.


Aulia bahkan sampai mengepalkan kedua tangan nya dan memejamkan mata saat Hanan mulai mendaratkan satu kecupan di kening nya. Hanya demi menekan rasa takut itu dan meyakini jika semua akan baik baik saja.

__ADS_1


Hanan pun mulai menurunkan kecupan di wajah Aulia, dari kening berpindah ke kedua mata, pipi, hidung dan kini berakhir di bibir kenyal Aulia.


Deg


Jantung Aulia semakin tak terkendali saat merasakan sapuan lembut dan juga ******* yang Hanan lakukan di bibir ranum nya.


Set


Tubuh Aulia pun mulai merespon sebuah penolakan saat Hanan sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dan klimaksnya, Aulia mulai menangis histeris bahkan sampai memohon untuk Hanan berhenti saat Pria itu mulai menjelajahi tubuh Aulia, mulai dari leher hingga dada Aulia yang putih dan juga mulus.


Melihat reaksi Aulia yang begitu ketakutan pun membuat Hanan akhirnya menghentikan aksinya. Lalu segera berusaha untuk membangunkan Aulia.


Dengan tubuh yang gemetar hebat Aulia menangis histeris sambil memejam kan matanya dan terus memohon untuk berhenti.


"Tolong hentikan, aku mohon jangan lakukan itu padaku. Aku takut, aku sakit, sakit sekali," gumam Aulia di sela isak tangisnya, padahal Hanan menyentuhnya dengan lembut dan penuh kehati hatian.


"Sayang, bangun. Ini aku suamimu, please Aulia, bangunlah dan lihat Aku," ucap Hanan mencoba menyadarkan Aulia namun gagal.


Wanita itu terus saja menangis ketakutan sambil memohon untuk berhenti. Hingga akhirnya jatuh pingsan, sama seperti saat Fatih memaksanya. Aulia langsung tidak sadarkan diri saat merasakan rasa takut yang teramat sangat menghimpitnya.


"Sayang, bangun sayang. Aku mohon Aulia, tolong jangan begini," Hanan pun terus berusaha membangunkan istrinya namun tetap tidak ada respon sama sekali dari sang istri.


Panik dan juga takut terjadi apa apa pada Aulia, Hanan pun segera membawa Aulia ke rumah sakit untuk diperiksa. Namun sebelum keluar dari dalam kamar, Hanan lebih dulu menghubungi kedua orang tuanya dan tak lupa memakaikan sang istri hijabnya kembali.


"Hanan, apa yang terjadi? Kenapa Aulia tiba tiba pingsan?" Tanya Ummi Fatimah yang lebih dulu menemui putra dan menantunya itu.


"Nanti Hanan ceritakan Ummi, sekarang Hanan mau bawa Aulia kerumah sakit dulu. Hanan takut terjadi sesuatu yang buruk pada Aulia," jawab Hanan yang langsung membawa Aulia dalam gendongannya.


"Baiklah, Ummi sama Abi ikut kalau begitu,"


"Baik Ummi, nanti tolong temani Aulia di kursi belakang. Biar Abi sama Hanan di depan," Sambung Abi Hamid yang tak lama juga ikut menyusul ke kamar anaknya.


Akhirnya, malam itu juga Aulia dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan untuk mengetahui apakah ada penyakit lain di dalam tubuhnya atau memang trauma itu belum sepenuhnya hilang dari dalam diri Aulia.


Sementara di kamar lain nya, seorang pria tengah duduk termenung di bibir ranjang dengan memegangi dadanya yang tiba tiba merasa sesak, entah karena apa.


"Ada apa ini? Kenapa perasaanku sesak begini?" Gumam nya.

__ADS_1


__ADS_2