
"Be_benarkah itu sayang? Ka_kamu, mau menerima kembali Fatih?" tanya Mama Dini terbata saking kaget dan juga senang dalam waktu yang bersamaan.
"Insya Allah Ma, Aulia akan mencoba nya. Meski belum tahu akhirnya seperti apa, tapi Aulia akan mencoba untuk mengenal Mas Fatih dalam waktu tiga bulan ini," jawab Aulia yang sejak duduk diruang keluarga di rumah keluarga Brahmaseto, tak berani mengangkat kepalanya.
Karena sejak masuk ke rumah itu, Fatih sudah mulai berani menatapnya sedikit lebih lama. Belum lagi senyum di wajah pria itu yang tak pernah luntur, semakin membuat Aulia salah tingkah di buatnya.
Dengan mata yang berkaca kaca, Mama Dini menatap penuh rasa syukur. Meski masih ada sekelumit perasaan bersalah dan merasa jika putranya tidak layak untuk dimaafkan setelah apa yang putra tunggalnya itu lakukan.
Namun, mama Dini merasa bersyukur karena Fatih mencintai wanita berhati mulai seperti Aulia. Wanita yang pernah Fatih hancurkan dengan begitu kejamnya hingga wanita itu harus melalui masa remaja yang sulit dan juga berat.
Karena harus berjuang keras demi hidupnya dan juga hidup buah hati hasil dari perbuatan bejat yang Fatih lakukan pada Aulia.
"Terima kasih Nak, terima kasih karena kamu masih berkenan menerima anak kurang ajar itu," lanjut sampai membuat semua orang kaget saat mama Dini menyebut Fatih 'anak kurang ajar'.
"Mama," sela Fatih dan juga Papa Dimas secara bersamaan.
"Apa? Kalau bukan anak kurang ajar, terus kamu apa? Kalau bukan karena kamu anak satu satu nya sudah Mama buat jadi adonan donat kamu Al," jawab Mama Dini menatap sinis pada putranya itu.
"Iya Al tahu Al salah, tapi jangan keluarin kata kata kasar Ma, ada Aliya," jawab Fatih yang melirik putrinya yang sedang sibuk dengan gadget di tangan nya.
"Astaghfirullah, maaf." lirih Mama Dini saat mengetahui kesalahan nya yang berkata kasar di depan anak anak.
"Tapi, apapun nanti hasilnya Mama sangat berterima kasih karena kamu masih mau memberi kesempatan untuk Fatih membuktikan jika dia sudah jauh banyak berubah," lanjut Mama Dini yang kembali bicara pada Aulia.
"Karena Aulia pikir tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan Ma, baik itu di sengaja atau pun tidak dan Aulia hanya berusaha memberikan ruang untuk Mas Fatih untuk menebus semua kesalahan nya dan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Agar kelak Aliya merasa bangga memiliki Ayah seperti Mas Fatih," jawab Aulia yang membuat Fatih semakin kagum dan semakin jatuh cinta pada cinta pertamanya itu.
Obrolan pun semakin mengalir karena Aulia sudah mulai merasa nyaman dan tidak merasa canggung lagi. Apalagi mama Dini begitu perhatian dan begitu lembut saat memperlakukannya.
Pertemuan pun berlanjut hingga petang, usai shalat berjamaah dengan Fatih yang menjadi imam nya. Satu keluarga dengan format lengkap meski belum sah itu melanjutkan kegiatan dengan makan malam bersama.
"Ini Mas makanan nya," Aulia pun menyerahkan piring yang sudah berisi makanan pada Fatih yang duduk di samping nya.
"Terima kasih sayang," Fatih pun mengambil piring itu dengan senyum sumringah di wajah nya.
__ADS_1
Deg
Namun, ada satu hal yang membuat jantung Aulia berdetak kencang, yaitu panggilan yang di sematkan oleh Fatih padanya.
"Eh, kok?" jawab Aulia yang kaget karena Fatih tiba tiba menyebutnya dengan sebutan sayang.
"Tidak apa apa Nak, biar nanti setelah sah jadi terbiasa. Kan makruh hukumnya jika kita memanggil pasangan dengan panggilan Ayah atau Bunda karena itu panggilan untuk anak kita. Kalau untuk pasangan, tentu saja harus panggilan sayang yang romantis, iyakan sayang?" sambung mama Dini saat melihat respon Aulia saat Fatih sudah mulai berani memanggilnya sayang, lalu mempraktekan nya pada sang suami.
"Tentu sayang, kamu benar sekali cintaku," jawab papa Dimas hingga membuat semua orang tertawa.
"Sudah sudah, lebih baik sekarang kita mulai makan saja. Kasihan tuh cucu kita sudah kelaparan," lanjut mama Dini lagi.
Acara makan malam pun berlangsung penuh dengan kehangatan. Si kecil Aliya menatap penuh dengan rasa haru kebersamaan mereka saat ini.
Akhirnya, doa dan mimpi yang selama ini Aliya harapkan terkabulkan meski Alia dan Fatih belum resmi menikah, tapi setidaknya Aliya bersyukur dan sangat berterima kasih karena Aulia mau memberikan kesempatan pada Fatih untuk memulai hubungan yang serius dari awal lagi.
*
*
"Besok aku banyak pesanan yang harus aku kerjakan dari subuh Mas, akan sangat repot kalau menginap. Lagipula, kurang baik jika di lihat orang. Kita kan belum sah Mas," jawab Aulia yang memang belum bisa berlaku sesuka hati meski sudah menerima niatan baik dari Fatih.
"Kalau gitu, bagaimana kalau kita nikah besok aja? Biar ga ada kata 'Tidak enak' lagi saat kebersamaan kita dilihat orang lain,"
"Mas,"
"Iya, iya becanda sayang. Serius amat, besok sore mau ikut nggak ke rumah baca. Proyek pembangunan di sana sudah di mulai dan Papa suruh aku ke sana buat melihat progresnya sudah sampai mana,"
"Kalau di toko tidak sibuk, insya Allah ikut tapi nggak bisa janji juga ya. Soalnya banyak pesanan yang masuk untuk besok,"
"Ya sudah tidak apa apa, besok aku ke toko saja dulu sebelum pergi kesana,"
"Boleh, semoga di toko tidak sedang sibuk ya jadi bisa ikut," jawab Aulia yang sudah mulai merasa nyaman saat berbincang dengan Fatih.
__ADS_1
"Yang,"
"Iya, Mas. Kenapa?"
"Terima kasih ya,"
"Untuk?"
"Sudah mau memberikan kesempatan ini untuk Mas."
"Terima kasihnya sama Allah Mas, karena kuasa Allah lah yang memberikan kelapangan di hati ini untuk memberikan kesempatan itu,"
"Itu pasti sayang, tentu Mas akan sangat berterima kasih dan bersyukur kepadanya."
"Yang,"
"Apa lagi Mas?"
"Kalau misalnya kita berjodoh dan kita bisa bersatu di dalam ikatan suci pernikahan. Bagaimana kalau setelah kita ijab kabul kita pergi umroh?"
"Umroh?"
"Iya, sebagai rasa syukur atas apa yang telah Allah berikan padaku. Aku ingin pergi mengunjungi rumah Allah dan aku, ingin pergi ke rumah Allah bersama denganmu, bagaimana? Mau kan?"
"Insya Allah Mas, semoga Allah melancarkan segala urusan kita, ya." jawab Aulia.
"Alhamdulillah, semoga tiga bulan ini segera berlalu ya Allah. Aamiin allahumma aamiin,"
"Aamiin,"
Kedua sejoli yang sedang sama sama menata hati masing masing untuk memulai kehidupan baru di antara mereka pun tersenyum bersama penuh dengan rasa haru.
Karena akhirnya, setelah panjang nya jalan kehidupan dan juga banyaknya drama yang menyakitkan dan penuh dengan luka. Kini, Aulia dan Fatih bisa memberikan senyum terindah dan termanis untuk diri mereka masing masing.
__ADS_1
*****