Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.76


__ADS_3

"Astaghfirullah, maaf sayang maaf. Yasudah, sekarang lebih baik kita ke bawah sekarang," jawab Fatih yang langsung beranjak menghampiri sang istri yang masih memasang wajah yang cemberut.


Fatih langsung merengkuh bahu istrinya untuk membawanya ke tempat acara dimana yang hari ini akan menjadi hari bersejarah untuk seorang gadis bernama Gita Safitri yang akan dipersunting oleh seorang pemuda bernama Seno Erlangga.


“Senyum dong sayang, masa mau memasang wajah cemberut begitu saat bertemu dengan Gita? Ini hari bahagia nya loh, masa kamu sebagai Kakak nya mau memasang wajah yang tidak bersahabat begitu,” ucap Fatih yang kembali menyadarkan Aulia jika saat ini dia tengah memasang wajah yang ditekuk.


Mendengar nama Gita, Aulia pun kembali memasang senyum di wajah nya. Entahlah, sepulangnya dari bulan madu mood Aulia jadi mudah sekali berubah.


Kini wanita itu menjadi lebih sensitif dari biasanya. Bahkan tidak sering juga Aulia dibuat menangis oleh hal hal sepele yang membuat Fatih kebingungan sendiri saat menyikapi sikap istrinya itu.


Sementara Aliya sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat sikap aneh dari sang Bunda. Wanita yang selama 10 tahun ini terlihat begitu tegas dan kuat. Kini malah menunjukan sikap yang begitu manja saat bertemu dengan sang pawang.


Sementara di dalam ballroom, suasana haru pun kini tercipta saat Seno menyebut nama Gita Safitri dalam ijab kabulnya dengan begitu lantang nya.


Satu tetes cairan bening pun lolos dari mata indah Gita saat kata ‘sah’ menggema di seluruh ruangan. Gadis yang saat ini tengah menggunakan baju pengantin muslim melayu itu tak dapat menahan air mata bahagianya.


Dimana, akhirnya dia dipersunting oleh pria yang sudah berhasil mencuri hatinya. Pria yang begitu baik dan begitu lembut saat memperlakukannya.


Sosok pria pelindung yang selama ini Gita harapkan. Bertahun tahun hidup merantau jauh dari orang tua dan keluarga membuat Gita rindu akan sosok pelindung yang siap menjaga dan merawatnya dalam segala situasi.


Dan hal itu, Gita dapatkan dari seorang pria bernama Seno yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Sah dimata hukum dan agama.


Perasaan tegang pun di rasakan oleh Gita dan juga Seno. Disaat keduanya akan dipertemukan di meja akad untuk menanda tanganan dokumen pernikahan.

__ADS_1


Seno menatap penuh dengan rasa kagum saat Gita di bawa keluar ruangan dengan di apit oleh Mamanya dan Bu Mina, Ibu dari Gita sendiri.


Kini, Seno pun lebih leluasa untuk memandangi wajah cantik wanita yang baru saja dia halalkan itu.


"Alhamdulillah, akhirnya kalian bertemu sudah dengan status yang baru ya. Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri dan berhubung kalian sudah halal, maka Nak Gita boleh meraih tangan Nak Seno, Nak. Salami tangan nya sebagai tanda bakti mu sebagai seorang istri pada suamimu," titah Pak penghulu saat Gita sudah berada di samping Seno.


Dengan tangan yang sedikit bergetar, Gita mulai meraih uluran tangan Seno lalu mencium punggung tangan pria itu dengan takzim dan Seno membalas dengan menggumamkan doa di ubun ubun Gita.


"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."


Doa yang dipanjatkan oleh Seno dan di aamiin kan oleh sang istri. Usai prosesi itu, kedua mempelai pun kembali melanjutkan dengan penanda tanganan dokumen pernikahan.


Lalu setelah nya, lanjut ke acara sungkeman dan menjamu para tamu undangan yang sengaja di undang oleh para orang tua untuk ikut berbahagia dalam pernikahan putra putri mereka.


"Iya Mbak, takdir Allah memang tidak pernah ada yang tahu. Terima kasih Mbak, terima kasih karena sudah menjadi Kakak yang baik untuk aku selama ini," jawab Gita membalas pelukan dari Aulia.


"Iya, sama sama sayang. Bahagia selalu ya,"


"Selamat ya No, akhirnya kamu bisa rasain juga nikmatnya dunia yang akan membuat kamu betah di dalam kamar," bisik Fatih yang langsung dapat cubitan sayang dari sang nyonya besar.


"Aww, sayang sakit. Kenapa nyubit?" tanya Fatih yang kaget saat bagian perutnya di cubit oleh Aulia.


"Ini tempat umum sayang, bisa nggak kalau nggak mesum dulu," bisik Aulia menahan kesal pada suaminya.

__ADS_1


"Memang nya apa yang salah, kamu aja sampe ga bisa ja___," ucapan Fatih menguap begitu saja saat Aulia menatap tajam ke arahnya.


Tidak ingin terjadi perang dunia ke 4, Fatih pun akhirnya membungkam mulutnya dan memilih untuk diam saat melihat bagaimana garang nya wajah sang istri saat ini.


Sementara Seno dan Gita hanya bisa tertawa saat melihat Fatih yang begitu patuh pada saat istri. Bahkan pria yang dulu terkenal arogan itu kini sudah seperti suami yang takut pada istrinya.


Acara pun semakin ramai dengan kehadiran banyak nya tamu undangan dan di antara banyak nya tamu itu.


Terlihat sepasang suami istri yang datang dengan membawa bayi mungil yang ada di dalam gendongan sang suami.


"Assalamualaikum Fatih, Aulia, apa kabar?" ucap sang pria yang lebih dulu menyapa pasangan Fatih dan Aulia.


"Waalaikumsalam warahmatullaah, alhamdulillah baik Mas Hanan. Mas Hanan dan Mbak Sarah sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Aulia balik yang kini bisa tersenyum saat bertemu dengan Hanan dan juga Sarah.


"Alhamdulillah baik Mbak," jawab Sarah yang kini sudah tidak lagi menatap Fatih seperti dulu, bahkan Sarah kini terlihat cuek dan fokus pada suami dan putranya, Emir.


"Ini putra kalian? Wah tampan sekali," lanjut Aulia saat melihat bayi laki laki yang saat ini tengah memakai kemeja kain batik yang seragam dengan sang ayah.


"Iya, kenalin ini namanya Emir dan Emir kenalkan ini Tante Aulia, Om Fatih dan Kak Aliya," sambung Hanan memperkenalkan putranya pada Aulia dan Fatih.


Kini, kedua pasangan itu pun sudah mulai bisa berbincang hangat kembali setelah apa yang pernah terjadi antara Hanan dan Sarah yang sempat melukai hati Aulia.


Akan tetapi, dari kejadian itu jugalah Aulia mendapatkan bahagianya yang datang dari seorang Alfatih.

__ADS_1


__ADS_2