
"Ananda Alfatih Brahmaseto bin Dimas Brahmaseto, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Aulia Rahma binti Rudi Alamsyah dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat shalat serta uang tunai 1milyar rupiah, dibayar tunai.”
"Saya terima, Nikah dan Kawin nya Aulia Rahma binti almarhum Rudi Alamsyah dengan mas kawin tersebut, tunai,"
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah,"
"Sah,"
"Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khairin."
Tes
Cairan bening akhirnya lolos dari mata indah Aulia, saat kata Sah menggema di seluruh ruangan dimana seorang Alfatih Brahmaseto menyebutkan nama Aulia Rahma dalam kabulnya dengan satu tarikan nafas.
Aulia tidak menyangka, jika dia akan dipersatukan dengan pria yang dulu pernah menghancurkan masa remaja nya. Pria yang dengan teganya menorehkan noda yang selama hidupnya tidak akan pernah bisa Aulia hilangkan dari dalam sejarah perjalanan hidupnya.
"Karena sudah sah, Umi tolong bawa Aulia kemari," titah Kyai Samsul yang tidak lain adalah suami dari Umi Amina, yang baru saja menikahkan Aulia dan juga Fatih secara agama terlebih dahulu.
Setelah kata 'Iya' terucap dari mulut Aulia saat Fatih mengkhitbahnya, Fatih pun langsung meminta kepada Kyai Samsul untuk menikahkan nya dengan Aulia secara agama terlebih dahulu di hari itu juga.
Hingga membuat semua orang kaget, termasuk Aulia sendiri. Bahkan wanita itu sempat menolak tapi akhirnya setuju juga setelah putrinya yang angkat bicara.
"Bukankah sekarang ataupun nanti sama saja Bun? Bukan kah tidak baik menunda hal baik,"
__ADS_1
Begitulah yang di katakan Aliya saat Aulia meminta waktu untuk melakukan ijab kabul dengan Fatih dan kini, disini lah mereka.
Duduk berdampingan dengan status yang sudah berubah. Dari janda dan duda, kini telah resmi menjadi suami dan istri, meski baru resmi menikah secara agama karena pernikahan itu di laksanakan secara mendadak.
"Nah sekarang, kalian sudah resmi menjadi suami istri. Nak Aulia, sambut tangan suamimu Nak, cium punggung tangannya sebagai tanda baktimu pada pria yang sudah menghalalkan mu." titah Kyai Samsul setelah Aulia duduk di samping Fatih.
Aulia pun mengubah posisi duduknya menjadi sedikit miring ke arah Fatih. Dengan tangan yang sedikit bergetar, Aulia pun langsung meraih uluran tangan dari Fatih, lalu menyalaminya dengan takzim.
Saat Aulia menunduk untuk mencium punggung tangan, Fatih pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala sang istri lalu menggumamkan doa di atas ubun-ubun wanita yang baru saja dia halalkan itu.
"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih." gumam Fatih dan di aamiin kan oleh Aulia meski di dalam hati.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami istri, meski baru menikah secara agama. Namun, hubungan kalian sudah halal satu sama lain. Ingat, jalankan ibadah terpanjang ini dengan sebaik baiknya. Laksanakan semua tanggung jawab dan kewajiban kalian, baik sebagai sorang istri maupun sebagai seorang suami. Penuhi nafkah lahir dan batin agar rumah tangga kalian tetap terjaga dan langgeng hingga maut memisahkan, aamiin," pesan Kyai Samsul pada pasutri baru itu.
"Aamiin Kyai, kami akan mengingat semua wejangan daei Kyai dan juga Umi tentu nya. Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari bersatunya kami kembali," jawab Fatih yang merasa begitu bersyukur karena di pertemukan dengan orang orang yang baik dan tulus didalam perjalanan nya menuju hijrah.
"Selamat ya sayang, akhirnya takdir menyatukan kalian berdua," ucap mama Dini memeluk hangat tubuh wanita yang baru saja resmi menjadi menantunya itu.
Aulia pun menyambut hangat pelukan daei ibu mertuanya itu. Suasana pun kini menjadi haru dengan adanya suara isak tangis dari mama Dini yang begitu terharu akan pernikahan putranya dengan wanita yang putranya itu cintai dari sejak usia remajanya.
"Iya Ma, terima kasih." jawab Aulia membalas pelukan dari ibu mertuanya.
"Selamat ya Ayah, Bunda. Akhirnya doa Aliya terwujud sudah," ucap si kecil Aliya yang kerap mendoakan bersatunya keduanya orang tuanya, di setiap sujudnya.
"Terima kasih sayang, maaf baru bisa memberikanmu keluarga yang utuh sekarang ini," jawab Fatih memeluk erat tubuh putrinya itu.
__ADS_1
Kini, lengkap sudah kebahagian Fatih. Selain memiliki seorang putri yang cantik, kini Fatih pun memiliki seorang istri yang Fatih cintai sejak 11 tahun yang lalu.
Sayang, karena di butakan oleh ego dan juga kebodohan nya. Fatih pun sampai harus kehilangan Aulia selama 10 tahun lamanya, hingga suatu hari takdir pun mempertemukan mereka kembal.
Namun, Fatih yang sekarang tidak akan melakukan kesalahan yang sama dengan yang dulu. Fatih yang sekarang akan berusaha menjaga Aulia dan memberikan kebahagiaan untuk wanita halalnya itu.
Setelah ijab kabul selesai, satu keluar yang kini sudah memiliki formasi yang lengkap itu pun segera pamit undur diri pada Kyai Samsul dan juga sang istri, Umi Amina.
keluarga baru itu pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena rencana nya, mama Dini akan mengadakan acara syukuran bersama dengan keluarga besar nya dan juga keluarga dari Papa Dimas.
Setelah sang putra tunggal nya kembali menikah, tentu saja mama Dini tidak tinggal diam. Wanita paruh baya itu langsung membagikan berita bahagia ini kepada seluruh anggota keluarga nya dan juga para sahabat nya.
Ratusan ucapan selamat pun tiba tiba memenuhi kolom chat yang ada di ponsel milik mama Dini dan juga Papa Dimas. Semua orang tampak memberikan ucapan selamat karena putranya sudah kembali mendapatkan pendamping hidup.
Tidak sedikit juga yang menanyakan siapakah gerangan wanita yang beruntung mendapatkan seorang Alfatih. Ada juga yang merasa kecewa dengan pernikahan Fatih saat ini.
Pasalnya, mereka yang kecewa memiliki niat untuk menjodohkan putri putri mereka pada sang duda keren itu. Namun, sayang belum juga niat itu terealisasikan Fatih sudah lebih dulu melepaskan masa duda nya dengan wanita yang masih misterius.
Aulia menatap penuh tanya pada Fatih yang sejak pergi meninggalkan tempat dimana bersatunya antara Fatih dan juga Aulia, terus saja senyum senyum sendiri.
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil milik Aulia dan dalam perjalanan pulang ke rumah keluarga Brahmaseto.
“Kamu kenapa sih Mas? Kok senyum senyum sendiri gitu?” tanya Aulia yang melihat tingkah aneh suaminya.
Suaminya? Cieee, yang sudah punya suami lagi. hihihi othor salting brutal.
__ADS_1
“Mas ini lagi bahagia sayang, makanya bawaannya pengen senyum terus,” jawab Fatih melirik Aulia yang duduk di samping nya.
“Eh yang, kita mampir dulu ke apartemen ya? Ada beberapa berkas dan juga barang yang harus Mas bawa dari sana. Bagaimana, nggak apa apa kan?”