
...Note....
...----------------...
..."Sebelum lanjut, terlebih dahulu Othor mau minta maaf jika hari hari ke depan nya akan ada keterlambatan saat up. Atau mungkin saja libur up dan hal itu di karenakan ke depannya atau lebih tepatnya dalam satu minggu ke depan othor akan sedikit sibuk karena mau sunat anak yang paling kecil. Mohon doanya agar segala urusan nya di mudahkan dan othor bisa kembali up seperti biasa. Sekali lagi othor mohon maad dan mohon pengertian nya. Terima kasih, love sekebon untuk kalian. 🥰🥰🥰"...
*****
.
"Kalian dari mana saja sih? Kok baru pulang?" pertanyaan itu langsung saja datang menyapa pasutri baru yang baru saja memasuki rumah keluarga Brahmaseto.
Pertanyaan yang sontak saja membuat wajah Aulia merona. Bagaimana tidak merona, karena pertanyaan itu kembali mengingatkan nya pada kejadian beberapa waktu yang lalu.
Dimana dirinya yang terlibat adegan yang cukup intim bersama dengan Fatih. Saking hanyutnya dalam sebuah rasa nikmat, Aulia dan Fatih lupa akan niat awal mereka mendatangi apartemen itu.
Hingga sebuah dering ponsel milik Fatih menyadarkan Aulia serta Fatih untuk kembali pada niatan awal mereka datang ke sana dan menghentikan pergulatan lidah antara keduanya.
Fatih pun dengan terpaksa harus menahan hasrat yang sudah berada di ubun ubun karena putrinya terus saja bertanya kemana perginya kedua orang tuanya itu.
Hingga hampir dua jam mereka belum sampai ke rumah, padahal di rumah sudah ramai oleh sanak saudara yang menunggu kedatangan pasutri baru itu.
"Kami ke apartemen dulu Ma, Fatih harus mengambil berkas yang harus Fatih selesaikan sebelum keberangkatan nanti," jawab Fatih sambil berlalu masuk ke dalam rumah dengan menggandeng tangan sang istri.
"Ya ampun Al, ngebet banget ya. Sampe curi curi waktu melipir ke apartemen, nggak bisa apa ditahan dulu,ckckck dasar anak muda," celetuk mama Dini yang berhasil menghentikan langkah Fatih dan kembali membuat wajah Aulia memerah karena malu.
__ADS_1
"Mama apaan sih? Bukan gitu, Fatih memang ada keperluan ke sana. Bukan sengaja, lagi pula kan sekarang sudah halal. Kenapa juga harus curi curi waktu Ma? Sekarang aja, kalau Fatih mau Fatih bisa aja tuh langsung kurung Aulia di kamar. Kenapa juga harus curi curi waktu, aneh Mama ini," jawab Fatih yang sedikit ngeles.
Karena pada kenyataannya dia memang memanfaatkan waktu itu untuk mendapatkan sesuatu dari kekasih halal nya itu.
"Bisa aja kamu jawab Al, sudah sana masuk. Kakek, Nenek, Om, Tante sama saudara lain sudah nungguin tuh di dalam. Perkenalkan istrimu pada mereka," lanjut Mama Dini yang membuat Aulia kaget hingga menoleh dan menatap ke arah suaminya.
Fatih yang melihat gurat ke khawatiran di wajah sang istri pun mencoba menenangkan dengan menggenggam erat tangan istrinya lalu tersenyum.
"Tidak apa apa yang, semua akan baik baik saja. Mereka sudah tahu tentang kisah kita dan sejujurnya, mereka sudah meminta ku untuk membawamu jauh jauh hari. Namun, aku menolak dan meminta waktu sampai aku bisa menghalalkan kamu. Yuk, kita temui Kakek dan Nenek," ajak Fatih yang langsung menarik tangan istrinya menuju ke ruang keluarga.
"Assalamualaikum," ucap Fatih saat memasuki ruang keluarga yang ternyata cukup ramai di huni oleh keluarga Brahmaseto format lengkap.
"Waalaikumsalam warahmatullaah, ciee pengantin baru akhirnya datang juga," seru seorang pria baya yang duduk bersama dengan seorang lansia yang begitu mirip dengan Papa Dimas.
"Iya Om, maaf nunggu lama ya? Tadi Al mampir dulu ke apartemen," jawab Fatih yang langsung menghampiri anggota keluarga nya untuk menyalami mereka satu persatu dan di ikuti oleh Aulia.
"Alhamdulillah Nak, kami sehat. Apalagi setelah tahu kalau ternyata kita sudah punya cicit ya Kek, kita tambah sehat deh kita. Ini istri sekaligus ibu dari anakmu Al?" jawab Nenek Indah sembari melirik ke arah Aulia yang terus saja menundukkan kepalanya.
"Iya Nek, sayang kenalin. Ini Nenek Indah dan Kakek Bima, beliau ini orang tuanya Papa dan itu Om Candra adiknya Papa dan istrinya Tante Nina," lanjut Fatih memperkenalkan satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu.
Dengan mengumpulkan seluruh keberanian nya, Aulia pun menghampiri satu persatu untuk menyalami keluarga suaminya dengan takzim.
"Sini Nak, duduk di sini dengan Nenek," ajak Nenek Indah saat Aulia menyalaminya.
Aulia pun tampak menurut, wanita ibu satu anak itu duduk tepat di samping Nenek Indah dengan wajah yang tegang dan itu membuat Fatih terkekeh.
__ADS_1
"Jangan tegang gitu dong sayang, Nenek orang nya baik Kok walau sedikit galak," celetuk Fatih saat melihat wajah tegang sang istri.
"Galak itu kalau sama orang yang buat salah kaya kamu Al. Untung Nenek rajin olah raga, jadi jantung Nenek aman pas kamu kasih tahu kalau sudah punya anak dari wanita yang kamu nodai di masa remaja. Ya Allah, Nenek ampe ga bisa tidur Al mikirin nasib nya dan nasib anakmu yang tidak kamu akui," jawab Nenek Indah yang masih saja bersikap sinis pada cucu pertama nya itu.
Setelah tahu apa yang di lakukan oleh Fatih pada Aulia dulu. Bahkan Nenek Indah langsung menjambak dan memukul cucu pertama nya itu dengan sapu saat Fatih melakukan pengakuan dosa di depan seluruh anggota keluarga.
"Tapi kan Fatih sudah mengakui dan menyesalinya Nek. Fatih juga sekarang sedang berusaha memperbaiki kesalahan Fatih," jawab Fatih.
"Iya, tapi setelah 10 tahun berlalu kan? Ya ampun Al, Nenek tidak bisa bayangkan bagaimana kehidupan Aulia yang harus membesarkan anaknya sendirian dalam keterbatasannya. Padahal ada seseorang yang memiliki segalanya yang bisa di andalkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Kamu benar benar tega Al," jelas Nenek Indah yang kembali mendatangkan rasa bersalah di dalam diri Fatih.
"Lalu, bagaimana kabarmu Nak? Kenapa kamu mau sih nerima anak kurang ajar dan brengsek itu?" lanjut Nenek Indah yang kini beralih pada Aulia dengan nada bicara yang halus dan lembut.
Berbeda dengan saat Nenek Indah berbicara dengan Fatih yang terdengar tegas dan penuh penekanan.
"Alhamdulillah baik Nek," jawab Aulia yang masih terlihat kaku dan canggung.
"Terima kasih ya, terima kasih karena susah mau memaafkan Fatih dan menerima dia sebagai suamimu. Nenek doakan, semoga pernikahan kalian diberkahi oleh Allah dan langgeng sampai maut memisahkan,"
"Iya Nek, aamin. Terima kasih doanya,"
Suasana pun semakin akrab karena ternyata keluarga Fatih menerima Aulia dengan sangat baik hingga membuat Aulia lama lama merasa nyaman berada di antara keluarga konglomerat itu.
Bahkan mereka menghabiskan waktu dengan berbincang bincang hingga larut malam dan tepat saat jam menunjukan pukul 23.00 barulah mereka mengakhiri obrolan itu karena harus beristirahat untuk menyiapkan syukuran atas pernikahan putra pertama dan cucu pertama dari keluarga Brahmaseto untuk yang ke dua kalinya.
Setelah pernikahan pertama nya gagal dan berakhir di pengadilan agama 8 bulan yang lalu.
__ADS_1
*****