Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.15


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


...~Happy Reading~...


*


Aulia yang baru saja turun dari mobil, menatap sebuah bangunan besar yang berdiri kokoh di tengah tengah halaman yang cukup luas dengan penuh rasa kagum.


Bangunan yang merupakan impian banyak orang namun hanya segelintir orang saja yang bisa memilikinya.


"Mbak Aulia,"


Suara panggilan dari seseorang akhirnya membangunkan Aulia dari lamunan nya. Aulia pun segera menghampiri seorang pelanggan yang memesan jasa catering dari nya hari ini dengan partai besar.


"Selamat pagi Mbak Sarah, saya mengantarkan pesanan anda," ucap Aulia yang sudah berdiri di depan Sarah yang menghampiri Auli masih dengan pakaian tidurnya.


Pelanggan Yang memesan jasa catering nya hari adalah Sarah. Istri dari Fatih yang akan merayakan acara anniversary pernikahannya yang ke 3 bersama dengan Fatih.


Meski kurang nyaman karena Sarah adalah istri dari pria di kisah kelam masa lalunya. Namun Aulia berusaha untuk bersikap profesional saat bekerja, terlebih saat berhadapan dengan para pelanggan nya.


"Iya Mbak, tempatnya sudah di sediakan di halaman belakang. Kebetulan acara akan di selenggarakan di sana, mari kita langsung ke belakang saja," jawab Sarah membawa Aulia masuk kedalam rumah nya.


Kedua wanita itu pun berjalan beriringan menuju ke area belakang rumah itu. Begitu tiba di lokasi, Aulia kembali dibuat takjub dengan dekorasi yang di pakai untuk acara ulang tahun pernikahan itu.

__ADS_1


"Sungguh beruntung wanita yang di nikahi oleh mu. Dia benar benar diperlakukan bak seorang ratu," gumam Aulia saat melihat betapa megah nya dekorasi yang pakai oleh Sarah untuk acara ulang tahun pernikahannya bersama Fatih.


Aulia yang kerap bekerja sama dengan IO dan WO ternama yang biasa menangani acara acara besar tentu tahu betul budget yang di keluarkan oleh Sarah hanya untuk sekedar menghias rumah nya itu.


Belum lagi makanan yang Sarah pilih adalah merupakan paket premium yang tentu saja dihargai cukup mahal untuk satu porsi makanannya.


Aulia terus memperhatikan sekeliling dengan senyum yang merekah hadir di wajah cantiknya. Aulia yang begitu terpana dengan dekorasi rumah itu yang begitu indah dan cantik karena dihiasi oleh bunga bunga hidup yang terpasang di sana.


Namun seketika, senyum di wajah Aulia lenyap begitu saja manakala netranya menangkap sesosok orang yang ingin dia hindari selama ini tengah menatap ke arah nya.


Pria yang saat ini tengah berdiri di atas balkon lantai atas rumah itu, menyorot dingin ke arahnya yang saat ini tengah berjalan dibelakang Sarah yang sedang menunjukan tempat di mana Aulia bisa menyajikan menu makanan yang di pesan Sarah untuk menjamu para tamu undangan.


Namun detik kemudian, Aulia pun langsung memalingkan wajahnya. Enggan untuk terus saling menatap dengan pria itu, selain karena bukan mahram. Tentu saja, Aulia juga masih belum bisa melupakan luka hatinya karena perbuatan Fatih padanya dulu.


"Ini stand makanan nya Mbak. Silahkan di siapkan, acara akan di mulai dari jam 1 siang hingga malam. Jadi pastikan makanan nya cukup untuk para tamu hingga acara selesai ya Mbak," ucap Sarah setelah keduanya tiba di stand yang di peruntukan untuk makanan yang di pesan dari toko Aulia.


"Baiklah, kalau begitu saya ijin pamit dulu ya. Mau Siap siap," lanjut Sarah pamit pada Aulia.


"Iya Mbak, silahkan," jawab Aulia yang kini mulai sibuk mengeluarkan makanan dari dalam box untuk di hidangkan diatas meja.


Meski Aulia adalah seorang owner dari jasa catering itu. Namun Aulia tidak akan segan segan untuk turun tangan langsung ke tempat lokasi di mana para pelanggan nya mengadakan sebuah acara.


Tidak jarang Aulia juga membantu para staf hingga acara selesai hanya demi memastikan makanan yang dia bawa sesuai dengan yang telah di pesan dan tamu tidak akan merasa kekurangan makanan itu sendiri.

__ADS_1


Terkadang Auli juga mencoba bertanya perihal makanan yang dia buat tersebut. Kritik dan saran akan Auli terima dengan baik untuk memperbaiki kwalitas dari bahan jualan nya tersebut.


Hingga Aulia pun akhirnya bisa menjadi sukses seperti saat ini, itu karena dia tidak hanya diam saja dan menyerahkan semua pekerjaan pada karyawan.


Justru di saat saat seperti ini, Aulia lah yang paling di buat sibuk dan repot. Namun hal itu sama sekali tidak di jadikan beban olehnya. Hal itu justru begitu di syukuri karena telah di beri jalan untuk menghasilkan uang untuk menafkahi putrinya dan membantu dua panti asuhan yang telah berjasa dalam hidup Aulia selama ini.


*


*


Sementara Sarah sendiri kembali ke dalam kamarnya untuk di makeup oleh salah satu MUA ternama yang sengaja di hubungi untuk membuat penampilan Sarah menjadi maha sempurna di hari spesialnya.


Di saat Sarah menyambut hari itu dengan begitu antusias. Namun tidak untuk Fatih sendiri, pria itu bahkan masih memakai piyama tidurnya saat turun ke lantai bawah untuk menghampiri Aulia yang tengah sibuk menyiapkan makanan di stand makanan yang di sediakan untuk makanan makanan nya.


"Assalamu'alaikum, Aulia. Apa kabar?" sapa Fatih saat tiba di depan Aulia.


"Wa'alaikum salam, selamat pagi Tuan. Alhamdulillah kabar saya baik baik saja, dan terima kasih karena telah mempercayakan jamuan untuk acara spesial Anda pada kami. Semoga makanan yang kami hidangkan tidak mengecewakan anda dan keluarga," jawab Aulia berusaha bersikap profesional di depan Fatih.


Karena Fatih adalah salah satu pelanggannya yang wajib Aulia hormati dan hargai. Terlepas ada atau tidak adanya kisah di antara mereka di masa lalu.


"Syukurlah, apa gadis kecilmu tidak ikut?" tanya Fatih mencoba mengalihkan pembicaraan dengan membahas Aliya, guna menutupi rasa kecewa nya karena Aulia masih bersikap seperti orang asing.


"Putri saya harus sekolah Tuan, harus mendapat sebuah gelar agar di hargai sebagai layaknya manusia. Saya tidak mau putri saya mengalami apa yang di alami oleh Ibunya, manusia yang di anggap begitu hina hanya karena dia anak yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan," jawab Aulia cukup menohok di hati Fatih hingga membuat pria itu seketika di buat bungkam oleh ucapan wanita itu.

__ADS_1


Meski Auli menjawab dengan cukup tenang dan santai, namun kata kata yang Aulia ucapkan benar benar menusuk di hati Fatih, hingga menimbulkan rasa sesak yang teramat sangat menyesaknya dada kembali menjalar di seluruh tubuh Fatih.


"Maafkan aku, Aulia,"


__ADS_2