Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.78


__ADS_3

"Apa dulu Priska yang memberi tahu Mas tentang aku yang suka pergi sama Om Om?" tanya Aulia saat keduanya sudah berada di dalam kamar.


"Iya, dia meyakinkan aku lengkap dengan memberikan foto fotomu bersama pria dewasa yang berbeda. Tentu saja aku percaya, itulah yang membuat aku gelap mata dan melakukan hal bejat itu padamu. Maafkan Mas, ya? Mas benar benar merasa malu dan tidak punya muka jika ingat kejadian itu. Bahkan sampai detik ini, Mas masih merasa tidak layak bersanding denganmu," lirih Fatih yang akan selalu seperti itu jika menyinggung masa lalu di antara mereka.


Melihat suaminya seperti itu, Aulia pun berjalan mendekati pria itu lalu memeluk erat tubuh kekarnya. Menenggelamkan wajah cantiknya di dada bidang sang suami.


"Aku benci melihatmu seperti ini, aku sudah sembuh Mas. Bahkan yang menyembuhkan luka hati dan traumaku adalah kamu. Jadi, tolong jangan merasa bersalah lagi," ucap Aulia semakin mengeratkan pelukan nya di tubuh Fatih.


Mendengar ucapan dari Aulia, Fatih langsung membalas pelukan itu. Menghirup aroma tubuh istrinya yang semakin lama semakin membuatnya candu pada tubuh mungil itu.


"Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah memberikan kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu dan juga pada Aliya. Terima kasih karena sudah mau menerima ku untuk menjadi bagian dari hidupmu saat ini dan untuk masa depan nanti. Mas, sangat mencintaimu Aulia Rahma, sangat sangat mencintaimu," ucap Fatih penuh dengan rasa haru.


"Aku juga Mas, aku juga sangat mencintaimu Alfatih Brahmaseto."


Mendengar ungkapan cinta dari sang istri dengan begitu lantangnya Fatih pun mengurai pelukan itu lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Aulia.


Keduanya pun kembali hanyut dalam lautan manis madu pernikahan. Meraih pahala dari aktivitas panas mereka di atas ranjang.


*


*


18 Tahun Kemudian.


.


Suara petir di tengah hujan lebat semakin membuat seorang gadis yang sedang berteduh di sebuah gubuk bekas warung pinggir jalan merasa semakin ketakutan.


Gadis yang baru saja pulang dari mengajar di salah satu sekolah internasional yang ada di kota itu pun semakin memeluk erat tubuhnya sendiri karena rasa dingin yang menyerang tubuhnya.


"Ya Allah, lindungi hamba dari orang orang yang berniat jahat," gumam nya saat melihat sekelilingnya yang sudah tampak gelap karena hari sudah mulai malam.


Gadis itu berulang kali melihat ke arah ponselnya. Melihat sebuah aplikasi khusus untuk memesan taksi atau ojek online yang sejak tadi tidak juga mendapatkan driver padahal dua sudah menekan tombol pesan sejak setengah jam yang lalu.


Tap


Tap


Srett

__ADS_1


Bruugghhh


"Aww, ssstttt,"


"Oh ya ampun, maaf. Apa kamu nggak apa apa?" tanya seorang pemuda yang baru saja menabrak tubuh nya hingga membuat keduanya pun jatuh terjerambab ke lantai yang basah karena air hujan malam itu.


Sreettt


Bertepatan dengan itu sinar dari lampu senter menyorot keduanya. Dimana sang gadis Tengah berada di bawah kungkungan si pemuda yang malam itu masih menggunakan kemeja seragam sekolah menengah atas.


"Hey, sedang apa kalian?" seru salah satu dari 4 orang bapak bapak yang sedang lewat itu saat melihat adegan tak senonoh antara dua insan yang berbeda jenis kelamin itu.


Merasa jika posisi mereka saat ini salah, gadis dan pemuda itu pun akhirnya bangkit dari lantai, lalu menegakkan posisi berdiri mereka dan merapihkan penampilan mereka masing masing.


"Kalian berbuat mesum di sini? Keterlaluan sekali kalian ini, kalian sudah mencemari tempat kami," ucap bapak bapak tadi setelah mendekati kedua orang itu.


"Tidak Pak, Bapak salah paham. Mana mungkin saya melakukan hal sehina itu," jawab si gadis yang tak terima saat dituduh yang tidak tidak.


"Kalau bukan mesum, lalu apa yang kalian lakukan tadi, hah? Jangan coba coba membohongi kami nona. Jangan mentang mentang anda berhijab maka kami akan percaya begitu saja. Ayo, kalian ikut kami ke rumah pengurus wilayah ini," lanjut bapak bapak tadi menyeret keduanya ke rumah ketua RW di sana.


"Tapi Kami tidak melakukan apapun Pak. Tadi hanya kecelakaan," sambung pemuda yang masih menggunakan seragam sekolah itu.


Keduanya pun akhirnya di giring ke sebuah rumah yang merupakan rumah seorang pengurus wilayah atau lebih tepatnya rumah itu adalah rumah ketua RW setempat.


Keduanya di bawa kesana untuk di sidak atas apa yang sudah mereka lakukan tadi dan kepergok oleh warga yang tengah berpatroli di wilayah sekitar.


Karena disekitar wilayah itu sering ada laporan jika suka ada pasangan mesum yang menggunakan tempat itu untuk melakukan hal hal yang tidak senonoh di sana.


Sialnya, malah kedua pemuda dan pemudi yang tidak saling kenal lah yang menerima dampaknya dan harus di seret ke rumah seorang pengurus di wilayah itu.


*


*


Sementara di sebuah rumah.


"Mau kemana Mas? Kok sepertinya mau pergi?" tanya sang istri pada suaminya.


"Pakai hijab dan jaket mu sayang, kita harus pergi desa Mawar. Putri kita terkena masalah di sana," jawab sang suami yang saat ini tengah memakai jaket nya.

__ADS_1


"Ada apa dengan Aliya Mas? Dia kenapa?" tanya Bunda Aulia pada suaminya Ayah Fatih.


"Kita kesana saja dulu. Biar semua jelas dan tidak ada ke simpang siuran, ayo Bun. Pakai hijab dan jaket mu, kita pergi sekarang,"


"Baiklah kalau begitu, tunggu Bunda dulu Yah."


Kedua orang tua Aliya pun segera pergi ke tempat dimana putrinya saat ini berada. Menembus derasnya hujan, mobil Ayah Fatih segera melaju ke tempat dimana sang putri sulung berada saat ini.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam, mobil yang di bawa Ayah Fatih pun tiba di sebuah halaman rumah sederhana yang ternyata sudah ramai oleh warga.


Ayah Fatih dan Bunda Aulia pun segera menghampiri rumah itu dan menerobos kerumunan warga yang ada di sana.


"Assalamualaikum," ucap keduanya saat tiba di ambang pintu rumah itu.


"Waalaikumsalam warahmatullaah,"


"Permisi, saya orang tua dari Aliya," ucap Fatih setelah mendapatkan salam dari pemilik rumah.


"Oh iya, silahkan masuk Pak, Bu," sambut sang ketua RW.


Bertepatan dengan itu, datang juga orang tua dari si pemuda. Yang berada tepat di belakang Ayah Fatih dan juga Bunda Aulia.


"Assalamualaikum, Pak, Bu. Kami orang tua Emir," ucap sang Ibu yang datang dengan wajah paniknya.


Mendengar ada orang tua lain yang datang, Bunda Aulia dan juga Ayah Fatih pun kompak menoleh ke arah sumber suara.


Dan.....


Set


Deg


"Mbak Aulia? Mas Fatih?"


"Sarah? Mas Hanan?"


***


"Ok, berhubung semua pasangan sudah berbahagia semuanya. Kini kita lanjut saja dengan kisah anak mereka ya. Semoga suka dengan kisah mereka ini."

__ADS_1


__ADS_2