
🌸🌸🌸
~Happy Reading~
*
"Bagaimana? Apa sudah ada kabar dari Hanan, kapan dia pulang?" tanya Ummi Fatimah pada Aulia yang sudah dua hari ini tinggal di rumah mertuanya karena kebetulan Aliya saat ini tengah bersama dengan Ayahnya.
"Masalah perusahaan yang di sana ternyata sedikit rumit dan berat Ummi, yang mengharuskan Mas Hanan berurusan dengan pihak kepolisian dan selama proses penyelidikan berlangsung Mas Hanan belum bisa pulang karena harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi dan tidak memungkinkan jika harus menjalani semua proses itu dari sini," jawab Aulia sendu.
"Begitu ya? Lusa Hanan akan merayakan ulang tahun. Bagaimana kalau kita buat kejutan dengan mendatanginya, bagaimana Nak? Apa kamu mau pergi menemui nya bersama kami?" tanya Ummi Fatimah yang tidak pernah melewatkan hari spesial untuk putranya itu.
Meski tidak ada perayaan yang mewah, namun acara doa bersama dan potong nasi tumpeng adalah hal yang selalu rutin Hanan lakukan saat merayakan penambahan usianya.
"Tentu saja Ummi, kebetulan Aliya juga tengah berlibur. Kita bisa sekalian liburan di sana," jawab Aulia yang tentu saja menyambut penuh semangat ajakan dari mertuanya itu.
Kedua wanita beda usia itu pun akhirnya merencanakan perjalanan ke kota dimana anak dan suaminya berada saat ini. Karena sudah terlalu lama mereka tidak bertemu dengan Hanan.
Meski hal ini sudah biasa Hanan lakukan, bahkan tidak jarang Hanan tidak pulang selama hampir dua bulan untuk mengurus pekerjaan. Namun kini berbeda, karena saat ini ada sang istri yang selalu menunggu kepulangannya.
Satu bulan sudah Hanan pergi meninggalkan Aulia, pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Dan kali ini sedikit membuat Hanan kerepotan karena selain harus membuat keadaan perusahaannya stabil dengan secepat mungkin untuk membuat karyawannya bisa kembali bekerja seperti semula, sebelum adanya masalah penggelapan uang itu.
Hanan juga di haruskan bulak balik ke kantor polisi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan setelah melaporkan Pak Anwar dan rekan rekannya ke polisi. Berulang kali Hanan akan pulang untuk menemui sang istri tercintanya itu namun berkali kali juga menemui kegagalan karena urusan perusahaan yang ternyata tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Ini adalah perusahaan cabang yang pertama kali nya Hanan bangun dan setelah satu tahun berjalan perusahaan tersebut sudah mendapatkan kesuksesan nya.
Hingga Hanan mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk para kaum muda yang bersemangat untuk bekerja. Namun sayang, setelah 5 tahun berjalan baik baik saja.
Perusahaan pun terkena ujian yang membuat perusahaan itu goyah. Dan Hanan tentu saja harus berusaha keras untuk mengembalikan kondisi perusahaan itu kembali membaik.
Itulah mengapa Hanan masih belum bisa pulang menemui istrinya dan menceritakan apa yang terjadi padanya selama tinggal di sana. Termasuk dengan pernikahannya bersama dengan Sarah yang sudah berjalan satu bulan ini.
__ADS_1
Hanan bukan sengaja mempertahankan pernikahan nya dengan Sarah dan bukan juga ingin berpoligami. Hanya saja, Hanan ingin meyakinkan lebih dulu jika kejadian malam itu meninggalkan jejak dengan adanya nyawa baru yang tumbuh di dalam rahim Sarah.
Karena bagaimana pun, jika Sarah mengandung anaknya. Mau tidak mau Hanan pun harus tetap mempertahankan pernikahannya dengan Sarah. Sementara untuk Aulia sendiri, Hanan hanya bisa pasrah dengan jalan takdir yang akan membawa kemana dirinya di takdirkan.
Hanan tidak bisa belaku egois dengan mempertahankan Aulia disaat dirinya lah yang sudah berkhianat. Hanan mungkin harus mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk yang akan dia terima setelah menceritakan semua yang terjadi padanya dan juga Sarah pada Aulia nanti saat dia kembali ke ibu kota.
*
*
Hembusan nafas penuh rasa lega akhirnya bisa Hanan rasakan saat Hanan sudah bisa menyelesaikan masalah perusahaannya hingga akhirnya perusahaan itu kembali stabil dan seluruh karyawan bisa kembali bekerja seperti biasa.
"Apa semua sudah selesai, No?" tanya Hanan yang baru saja menutup berkas terakhir yang dia periksa hari ini.
"Sudah tuan, dan anda bisa pulang besok seperti yang sudah anda rencanakan sebelumnya," jawab Seno yang selalu setia membersamai atasan nya itu.
"Syukurlah kalau begitu, lalu bagaimana dengan kasus Pak Anwar?"
"Baiklah, kalau begitu tolong atur kan penerbangan untuk malam ini juga. Aku harus segera pulang untuk menemui istriku,"
"baik tuan, akan saya pesankan sekarang."
"Baik, terima kasih. Kamu boleh kembali ke ruangan mu,"
"Baik tuan, saya permisi."
Seno pun langsung keluar dari ruangan Hanan, namun saat Seno membuka pintu. Pemuda itu di kejutkan dengan kehadiran seorang wanita cantik yang sudah tidak asing lagi dimata Seno.
"Hai, apa Mas Hanan nya ada?" tanya Sarah yang siang itu berkunjung untuk menemui Hanan.
"Ada nyonya, silahkan masuk saja." jawab Seno menunduk hormat pada Sarah.
__ADS_1
"iya, terima kasih."
Sarah pun segera mengetuk pintu ruangan dimana Hanan berada saat ini.
Tok
Tok
"Assalamualaikum Mas, boleh aku masuk?" tanya Sarah yang berdiri di ambang pintu.
"Waalaikumsalam warahmatullaah, masuklah."
"Terima kasih," jawab Sarah yang berjalan menuju ke arah sofa yang ada di ruangan itu. Diikuti oleh Hanan yang langsung bangkit dari kursi kebesarannya untuk mengikuti Sarah yang sudah lebih dulu berjalan ke arah sofa.
"Ada apa? Apa yang membawamu kemari?" tanya Hanan saat keduanya sudah duduk di sofa.
"Aku ingin membicarakan perihal hubungan kita Mas. Apa sebaiknya kita akhiri saja pernikahan kita? Ini sudah lewat satu bulan, dan tidak ada yang terjadi padaku. Aku tidak mau membuat Aulia terluka dengan semua ini," lirih Sarah yang meminta pernikahan siri nya dengan Hanan di sudahi.
"Jika itu sudah menjadi keputusanmu, baiklah. Mari kita bicara ini pada Mama dan Papa," jawab Hanan yang memang tidak memiliki alasan untuk mempertahankan pernikahan siri itu.
Selain apa yang terjadi pada keduanya merupakan ulah seseorang yang berusaha mencelakakan keduanya. Tampaknya, tidak ada yang terjadi pada Sarah seperti yang di takutkan oleh Hanan selama ini.
Yaitu, tumbuhnya janin dalam rahim Sarah yang akan membuat Hanan mau tidak mau tetap mempertahankan pernikahannya bersama dengan Sarah.
Setelah kedua nya berbicara, Hanan dan Sarah pun akhirnya memutuskan untuk menemui dan membicarakan masalah perpisahan mereka kepada kedua orang tua Sarah.
Namun, saat keduanya akan masuk kedalam lift tiba tiba Sarah merasa pusing hingga membuat tubuh Sarah limbung dan jatuh pingsan.
"Sarah, kamu kenapa?" tanya Hanan saat melihat tubuh Sarah yang limbung.
Belum juga menjawab, Sarah sudah jatuh pingsan tepat di samping Hanan hingga membuat Hanan kaget namun begitu sigap menangkap tubuh Sarah hingga tidak sampai jatuh ke lantai yang dingin dan keras.
__ADS_1