Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.60


__ADS_3

"Waalaikumsalam, Mas. Masih lama?" tanya wanita di sebrang sana dengan suara lembutnya hingga membuat hati Fatih tenang dan damai.


"Baru juga pisah 2 jam Yang, sudah kangen aja. Sebentar ya, Mas masih ada yang harus di selesaikan. Mungkin satu jam an lagi selesai, tunggu ya sayangku. Nanti Mas jemput kok," jawab Fatih dengan seulas senyum di wajah tampan nya itu.


Hingga membuat wanita muda yang berdiri tidak jauh dari nya terus saja menatap penuh dengan rasa kagum dan pesona.


"Iihh, apa sih Mas? Bukan begitu, aku hari ini ada tambahan pesanan. Mungkin agak petang selesainya, jadi aku mau ngasih kabar sama Mas biar nanti Mas nggak kaget kalau harus nungguin," jawab Aulia yang hari ini, entah hanya pendengaran Fatih saja atau memang seperti itu adanya.


Nada bicara Aulia terdengar begitu manja di pendengaran Fatih, hingga membuat ayah satu anak itu semakin gemas dan ingin mempercepat waktu agar bisa bertemu dengan calon istri nya itu.


Eh, bukan hanya itu. Seandainya bisa, Fatih ingin sekali mempercepat waktu 3 bulan ke depan agar bisa segera menyebut nama Aulia Rahma dalam kabulnya.


"Kangen juga nggak apa apa kok sayang, Mas senang malah," jawab Fatih dengan kekehan kecil karena membayangkan bagaimana cantiknya wajah sang calon istri yang merona karena malu.


"Bukan begitu, ya sudah aku tutup ya telepon nya. Mas lanjut lagi saja kerjanya aku juga mau lanjut buat kue, sampai ketemu nanti sore," jawab Aulia yang tanpa Fatih bayangkan pun nyatanya wajah cantik itu sudah memanas dan merona.


"Iya sayang, semangat bikin kue nya. I love u," lanjut Fatih hingga membuat jantung Aulia berdebar kencang.


Deg


"......." hening tidak ada jawaban dari Aulia.


"Tidak apa apa sayang, jangan di paksakan. Mas hanya ingin mengutarakan apa yang Mas rasakan, tapi bukan berarti Mas meminta atau menuntut jawaban darimu," lanjut Fatih yang mencoba memahami bagaimana ada di posisi Aulia.


Bagi Fatih, Aulia sudah mau menerima nya saja itu adalah anugrah yang terindah yang Allah berikan padanya. Masalah Cinta, akan Fatih perjuangkan lagi agar ibu dari anaknya itu bisa jatuh cinta padanya.


"Ya sudah, Mas tutup ya. Mau lanjut kerja ini, biar kerjaannya cepat selesai dan biar bisa langsung ke sana. Biar kangen nya sayangku ini terobati," ucap Fatih dengan sedikit bercanda demi mencairkan suasana yang tiba tiba canggung dan kaku karena ungkapan cintanya pada Aulia.


"Iihh, Mas,"


"Iya, iya. Ya sudah, Mas pamit ya assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,"


Usai menutup sambungan telepon nya Fatih pun segera menghampiri para pekerja yang masih sibuk mengerjakan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Fatih pun kini fokus dengan para pekerja untuk membahas apa saja yang kurang dan memastikan jika bangunan itu tidak memiliki kekurangan sedikit pun, hingga membuat penghuninya nyaman tinggal di sana.


Bahkan Fatih tidak lagi menghiraukan keberadaan Maryam yang sejak tadi terus saja ada di sana dan terus saja memperhatikan gerak gerik dari seorang Alfatih.


*


*


Sementara di toko kue.


"Ciee yang habis teleponan sama Ayang. Sampe merah gitu itu muka," ledek Gita saat melihat wajah Aulia yang memerah setelah teleponan dengan calon suami nya, siapa lagi kalau bukan Fatih.


"Apa sih Git, sudah sana. Lanjutkan pekerjaan kamu," jawan Aulia yang mencoba menyembunyikan rona merah di wajahnya itu.


Namun, sayang Gita sudah terlanjut melihat wajah cantik yang merona itu karena ulang sang calon imam nya tadi saat telponan.


Gita pun hanya mampu tertawa saat melihat sikap Aulia yang salah tingkah karena di goda oleh nya. Kedua wanita tangguh itu akhirnya kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya yang hari ini memiliki banyak pesanan.


Sampai menjelang sore, Aulia masih disibukan dengan pesanan kue nya. Sementara Fatih, kini bersiap untuk pulang dari lokasi proyek dan bersiap untuk menjemput bidadari syurga nya.


"Iya, ada apa Maryam?" tanya Fatih saat gadis itu memanggilnya.


"Ini, ada sedikit makanan untuk Bapak. Dimakan ya Pak," jawab Maryam menyodorkan sebuah paper bag pada Fatih.


"Oh, baik. Terima kasih, saya pamit ya assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam warahmatullaah,"


Tanpa menoleh lagi, Fatih pun segera masuk kedalam mobilnya untuk segera pergi menemui sang pujaan hati yang saat ini masih bergelut dengan pekerjaan nya membuat kue.


Meninggalkan Maryam yang masih berdiri di sana, menatap mobil Fatih hingga mobil itu menghilang dari pandangan.


*


*

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Fatih saat memasuki toko kue milik Aulia saat hari hampir saja gelap.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Mas sudah datang? Sebentar ya, aku siap siap dulu," jawab Aulia saat melihat calon suami nya datang untuk menjemputnya.


Sambil menunggu Aulia bersiap siap, tak sengaja netranya melihat ke arah Gita yang juga sedang bersiap untuk pulang.


Gadis berhijab itu pun segera berpamitan pada Aulia yang berdiri tidak jauh dari nya. Tanpa dua wanita itu sadari jika saat ini Fatih tengah mencuri dengar pembicaraan mereka berdua.


"Aku pulang ya Mbak, kunci bawa saja dulu sama Mbak. Besok aku masuk siang, ada jadwal ketemu dosen pembimbing buat bahas skripsi," ucap Gita yang memang kembali melanjutkan kuliah setelah perekonomiannya membaik.


"Kamu pulang naik apa? Bukan nya motormu masih di bengkel?" tanya Aulia karena memang, motor yang biasa di gunakan oleh Gita sedang di servis di bengkel.


"Ojol kan banyak Mbak," jawab Gita simple.


"Tapi ini hampir gelap Git, bahaya ga sih kalau pake ojol? Gimana kalau Mbak antar saja ya,"


"Nggak usah, nggak enak ada Pak Fatih. Aku bisa sendiri kok, tenang saja."


"Tapi Mbak yang khawatir,"


"Sudah, tenang saja aku bi___,"


"Gita pulang sama Seno saja. Biar Seno yang antar Gita pulang sayang," sela Fatih di tengah tengah perdebatan Gita dan Aulia.


"Tapi Pak, apa itu tidak merepotkan?" tanya Gita merasa tidak enak hati saat harus merepotkan orang lain.


"Yang repot kan si Seno, jadi kamu tidak perlu khawatir." jawab Fatih yang membaut Gita dan Aulia melongo.


"Iya justru itu Pak, saya naik ojol saja,"


"Jangan buat Mbakmu ini sakit karena khawatir sama keadaan kamu Gita. Ayo, nurut aku akan suruh si jomblo satu itu buat antar kamu pulang. Anggap saja ini adalah edukasi buat dia, agar dia tahu bagaimana cara memperlakukan pacarnya kelak," jawab Fatih lagi yang membuat Gita bungkam dan akhirnya menurut dan pasrah saat harus ikut dengan Seno menggunakan mobil milik Fatih.


Sementara Fatih pulang bersama dengan menggunakan mobil milik Aulia.


*****

__ADS_1


Yang mau dobel up...yukkk ramaikan kolkom, klo tembus 50 komen atau lebih, Othor tambah lagi up bab nya...😁😁


__ADS_2