
🌸🌸🌸
~Happy Reading~
*
..."Sebelum lanjut, ada yang ingin Othor sampaikan lebih dulu ya. Berhubung Othor tidak sempat balas komen satu satu jadi Othor jelaskan saja di sini. Untuk yang kemarin nanya, "Loh kenapa Sarah sudah menikah? Kan baru satu bulan cerai, belum selesai masa idah kenapa sudah menikah lagi?". Ok, mari kita jelaskan...."...
..."Masa idah itu berlaku jika pasangan suami istri itu sudah bercampur saat masa pernikahan dan sebelum adanya perceraian diantara mereka. Maka, istri yang sudah digauli oleh suami sebelum masa perceraian maka, istri itu memiliki masa idah. Namun, jika istri itu belum digauli oleh suaminya selama apapun masa pernikahan itu terjalin dan sang istri masih dalam keadaan perawan saat diceraikan. Maka istri itu tidak memiliki masa idah, karena belum digauli oleh suaminya."...
..."Begitu pun dengan Sarah yang tidak memiliki masa idah karena di cerai dalam keadaan masih perawan dan belum pernah sekali pun satu kamar dengan Fatih selama mereka menikah. Begitu ya teman teman penjelasannya."...
..."Semoga penjelasan ini bisa menjawab rasa ketidak tahuan dan rasa penasaran para pembaca semua ya. Mohon maaf kalau penjelasan nya agak panjang lebar, Othor hanya tidak mau di anggap sebagai penyampai informasi yang salah. Semoga informasi ini bermanfaat ya dan terima kasih atas dukungan para pembaca semua. Tanpa kalian Othor tidak akan ada di posisi ini. Love banyak banyak Untuk kalian. Terima kasih."...
...***...
Yukkk lanjut lagi ke cerita....
*
*
"Astaghfirullahaladzim, kenapa fotonya bisa jatuh?" Gumam Aulia saat melihat foto pernikahan nya bersama dengan Hanan tiba tiba jatuh tanpa sebab.
Melihat bingkai dan kaca yang membingkai foto pernikahannya bersama dengan Hanan berantakan. Aulia pun segera membereskannya lalu membuang bingkai yang sudah rusak itu lalu menatap foto dirinya dan juga Hanan yang tersenyum bahagia dalam balutan baju pengantin.
Merasa rindu akan keberadaan sang suami, Aulia pun segera meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas disamping tempat tidur lalu segera menghubungi suaminya lewat sambungan video call.
__ADS_1
Tuuutttt
Tuuutttt
Klik
Senyum Aulia mengembang saat melihat wajah sang suami memenuhi layar ponselnya. Wajah yang terlihat begitu lelah itu tak sedikitpun mengurangi ketampanan dari seorang Hanan Hanafi.
"Halo, assalamualaikum sayang. Kenapa?" Tanya Hanan saat sambungan video call itu terhubung.
"Waalaikumsalam warahmatullah, tidak. Hanya kangen Mas saja, Mas kapan pulang?" Jawab Aulia.
Deg
Dada Hanan kembali diterpa rasa sesak yang menghimpit dada manakala mendengar suara manja yang mengatakan kalau Aulia merindukan nya dan menanyakan kapan dia pulang.
Rasanya, ingin sekali berlari ke arah sang istri dan memeluknya dengan sangat lama agar melepas semua sesak yang sejak pagi ini begitu menyiksanya.
Wanita yang baru saja dia halalkan tanpa sepengetahuan dan tanpa seijin sang istri sah nya. Namun, sebagai seorang pria sejati yang memiliki tanggung jawab tentu hal itu harus Hanan lakukan, apalagi Hanan adalah pria pertama yang menyentuh Sarah meski wanita itu berstatus janda.
Nyatanya Sarah masihlah seorang perawan yang keperawanan nya hilang direnggut oleh Hanan di bawah alam sadarnya. Karena jika dalam keadaan sadar, tentu saja Hanan tidak akan mungkin melakukan itu.
Lima tahun Hanan menunggu Aulia siap untuk membuka hatinya untuk menerima kehadiran pria lain setelah rasa trauma yang diberikan oleh Fatih.
Jadi, mana mungkin Hanan mengkhianati Aulia setelah mendapatkan wanita yang sudah sejak lima tahun yang lalu dia cintai itu. Tentu saja jika dalam keadaan sadar hal itu tidak akan pernah Hanan lakukan.
Karena baginya, Aulia adalah segalanya bahkan dalam jarak lima tahun. Hanan tak pernah sekalipun mencoba membuka hatinya untuk wanita lain meski belum ada kepastian dari Aulia apakah dia akan menerima Hanan atau pun tidak.
__ADS_1
Namun kini, takdir tengah menguji nya dengan menghadirkan orang ketiga di dalam rumah tangga nya. Orang yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan ada dalam lingkaran kehidupan nya.
Sungguh, takdir sebercanda itu pada jalan nasib percintaan nya. Sudah susah payah menunggu sang pujaan hati menerima cintanya. Namun, kini dirinya lah yang malah berkhianat.
Mengkhianati cinta suci nya pada sang istri dan juga pada pernikahan nya yang baru saja berusia satu bulan.
"Sabar ya sayang, nanti setelah urusan di sini selesai. Mas akan langsung pulang kok, kamu baik baik di sana ya. Tunggu Mas pulang," jawab Hanan yang kembali harus menekan rasa sesak di dadanya dan juga harus terlihat baik baik saja, meski aslinya hancur berantakan.
"Baiklah, Mas juga ya. Jaga diri baik baik, aku menunggu pulang dengan selamat,"
"Iya sayang, ya sudah Mas lanjut kerja ya."
"Iya Mas, semangat kerjanya. Assalamualaikum,"
Waalaikumsalam warahmatullah,"
Klik
Begitu menutup sambungan telepon itu, Hanan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Bahu pria bertubuh kekar itu tampak bergetar hebat. Setelah sekian jam lamanya menahan rasa itu, akhirnya kini tangis Hanan pun pecah di depan Kyai Harun. Setelah mendengar suara sang istri dan melihat wajah cantiknya.
"Maafkan aku sayang, maaf karena telah mengkhianati kepercayaanmu dan pernikahan kita," gumam Hanan di sela isak tangis nya.
Sebuah usapan lembut di bahu pun dirasakan oleh Hanan yang berasal dari seorang pria baya yang baru saja mendengarkan semua curahan hatinya perihal pernikahan dan kejadian yang menimpanya sehingga harus melakukan poligami tanpa izin dan restu dari sang istri sah.
"Abah tahu, ini adalah masa masa yang tersulit untuk Nak Hanan. Tapi percayalah, Allah pasti punya rencana indah di balik semua ini," ucap Kyai Harun mencoba menenangkan Hanan yang masih menangis tersedu di samping nya.
__ADS_1
"Saya tidak tahu harus memulai dari mana menjelaskan semua ini pada istri saya Kyai. Saya sangat mencintainya, bahkan selama lima tahun hati saya hanya tertuju untuknya. Namun, setelah saya berhasil menghalalkan nya kenapa Allah memberikan ujian ini kepada saya? Apakah saya tidak layak bahagia bersama dengan wanita yang saya cintai Kyai?" Jawab Hanan dengan suara terbata karena tangisnya masih belum bisa dihentikan.
"Kuasa Allah itu luas Nak, mungkin Allah sedang merasa cemburu karena kamu lebih mencintai hambanya melebihi cinta kepadanya. Bersujudlah, memohon pengampunan, petunjuk dan berserah dirilah hanya kepadanya. Abah yakin, Allah akan memberikanmu jawaban yang terbaik dalam versinya. Meski itu tak sesuai dengan apa yang kita inginkan, namun percayalah itu adalah hal yang terbaik yang Allah pilihkan untukmu." lanjut Kyai Harun yang sejak tadi tangan nya terua saja mengusap punggung dan juga bahu Hanan.