Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.75


__ADS_3

"Mas, kita mau kemana sih? Kenapa mataku harus di tutup?" tanya Aulia yang saat ini di bawa ke suatu tempat oleh Fatih dengan mata yang tertutup kain.


"Sabar, nanti juga kamu akan tahu," jawab Fatih yang terus menggandeng tangan istrinya menuju ke suatu tempat yang saat ini keduanya datangi.


"Bismillah ya, Mas akan buka penutup matanya," lanjut Fatih setelah tiba di tujuan nya membawa sang istri kesana.


Ketempat yang begitu ingin di kunjungi oleh Fatih dengan membawa serta Aulia yang telah resmi dia nikahi.


"Masya Allah Mas, indah sekali," ucap Aulia saat Fatih membuka penutup matanya dan pemandangan indah langsung menyapa indra penglihatannya.


Hamparan dataran tinggi yang terjal oleh berbatu yang begitu indah. Di lengkapi dengan balon balon udara raksasa semakin memperindah pemandangan di depan mata Aulia dan juga Fatih saat ini.


Cappadocia, menjadi pilihan Fatih untuk di jadikan hadiah kejutan untuk sang istri tercintanya.


"Bagaimana, kamu suka?" tanya Fatih memeluk sang istri dari arah belakang.


Menyimpan dagunya di bahu Aulia yang tampak diam terpaku menikmati keindahan yang ada di depan matanya.


"Masya Allah Mas, ini indah sekali. Tentu saja aku suka, terima kasih kejutan nya." jawab Aulia tersenyum penuh rasa haru.


Bahkan kini matanya sudah mulai mengembun, dipenuhi oleh cairan bening yang siap jatuh membasahi wajah cantiknya hanya dengan satu kedipan saja.


Aulia tidak menyangka, setelah badai hebat yang menimpa hidupnya karena perbuatan Fatih. Kini, bahagia yang dia dapat pun datang dari Fatih, pria yang menorehkan luka tapi juga memberi sejuta rasa bahagia.


"Sayang, kok kamu nangis? Apa aku melakukan kesalahan lagi?" tanya Fatih saat membalik tubuh Aulia dan wanita itu tampak sedang menangis.

__ADS_1


"Nggak sayang, Mas tidak melakukan kesalahan apapun padaku. Aku hanya terharu atas apa yang sudah kamu lakukan padaku, saat ini aku benar benar merasa bahagia, Mas Al," ucap Aulia membuat Fatih merasa lega.


Pria itu pun kembali menarik Aulia masuk kedalam pelukan nya. Mendekap erat tubuh wanita yang dia cintai seumur hidupnya. Begitu pun dengan Aulia yang membalas pelukan dari Fatih, menenggelamkan wajah cantiknya di dada bidang sang suami.


"Sayang,"


"Iya, kenapa Mas?"


"I love you, Aulia Dara,"


"Me too, Alfatih Brahmaseto,"


Fatih pun mengurai pelukan nya di tubuh Aulia, lalu menatap lekat wajah cantik yang hanya berjarak beberapa senti meter saja dari wajahnya.


Begitu pun dengan Aulia, yang membalas tatapan dari sang suami penuh dengan cinta yang selama ini terpendam dalam hati masing masing.


(Selebihnya silahkan bayangkan sendiri 🤭)


*


*


1 bulan kemudian.


"Sudah belum? Ini sudah dua jam loh sayang?" tanya Fatih pada Aulia yang sejak dua jam yang lalu masih sibuk di depan cermin demi membuat penampilannya sempurna.

__ADS_1


"Iya, sebentar lagi kok sayang. Lama lama kamu kaya nenek nenek aja deh, cerewet," jawab Aulia yang langsung bangkit dari duduknya dengan wajah yang merenggut.


"Bukan begitu, sebentar lagi keluarga Seno datang dan acara ijab kabul nya akan dimulai. Masa kita masih di sini," lanjut Fatih saat melihat wajah istrinya yang merenggut.


"Ayah benar loh Bun, bukan maksud Ayah mau cereweti Bunda. Hanya saja acara nya sebentar lagi akan di mulai, masa kita masih di kamar," sambung si kecil Aliya yang ikut kesal karena sang Bunda yang dandan nya sudah terlalu lama, menurutnya.


"Kalian ini, Ayah dan anak sama aja. Nyebelin," gerutu Aulia yang entah mengapa jadi lebih sensitif dan perasa.


Hingga membuat Fatih dan Aliya kadang merasa serba salah di buatnya. Seperti saat ini, padahal suami dan putrinya hanya memberi tahu jika acara ijab kabul antara Gita dan juga Seno akan di mulai.


Akan tetapi Aulia malah kesal dan memasang wajah yang merenggut karena mendapat teguran dari suami dan juga anaknya.


"Bunda mu kenapa sih sayang? Kok aneh, tidak biasanya marah hanya karena di tegur," tanya Fatih pada Aliya setelah ditinggal pergi oleh istrinya yang sudah lebih dulu keluar dari dalam kamar hotel.


"Mungkin lagi PMS Yah," jawab Aliya yang juga tidak mengerti dengan sikap aneh Aulia akhir akhir ini.


"Masa sih? Tapi setahu Ayah, saat kemari Bunda ga bawa pembalut. Saat tiba di sini juga Bunda nggak kelihatan beli pembalut. Masa PMS nggak pake itu sih?"


"Kalau begitu, mungkin Bunda lagi ngidam makanya jadi sensi begitu,"


"Ngidam? Ah masa sih?"


"Kok masa sih? Bisa saja kan Yah. Apalagi kan Ayah sama Bunda baru pulang dari bulan madu. Bisa saja Allah langsung menitipkan calon adek di rahim Bunda," jawab Aliya yang membuat tubuh Fatih membeku.


Tidak bisa di pungkiri, tujuan Fatih mengajak Aulia berbulan madu adalah salah satunya agar bisa segera kembali di beri momongan.

__ADS_1


Akan tetapi, rasanya sangat mengejutkan jika mereka di berikan kepercayaan itu secepat itu.


"Katanya tadi suruh buru buru, sekarang kalian yang malah diam dan ngobrol di kamar, gimana sih?" gerutu Aulia yang mengalihkan Fatih dan juga Aliya dari obrolan mereka perihal Aulia yang tengah hamil lagi, mungkin.


__ADS_2