
🌸🌸🌸
~Happy Reading~
*
"Apakah istri saya akan memaafkan saya Kyai? Saya benar benar tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semua ini padanya nanti. Bahkan saat ini, sekedar mendengar suaranya saja saya sudah tak mampu. Rasanya dada ini hampir pecah tiap kali kami berbicara dan saya selalu merasa bersalah yang teramat sangat atas kejadian ini. Namun, saya juga hanya manusia biasa yang tak bisa berbuat apa apa atas apa yang terjadi di luar kendali saya," jawab Hanan dengan suara yang lirih dan serak setelah menangis dalam waktu yang cukup lama.
"Mungkin awalnya akan terasa berat, namun jika kamu menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tutupi sedikit pun Abah yakin istrimu bisa memahami apa yang terjadi padamu dan juga Nak Sarah. Pulang lah, minta maaf dan jelaskan semua padanya."
"Baik Kyai, terima kasih untuk waktunya. Kalau begitu saya permisi," jawab Hanan yang akhirnya beranjak dari rumah Kyai Harun saat hari sudah menjelang malam.
"Sudah Nak?"
Suara bariton yang mampir di telinga Hanan membangunkan pria itu dari lamunan nya akan bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Aulia nanti.
Hanan yang baru saja tersadar begitu kaget saat melihat Sarah dan juga kedua orang tuanya masih ada di sana tengah menunggunya.
"Bapak belum pulang?" Tanya Hanan yang masih di ambang kebimbangan perihal kelanjutan rumah tangga nya bersama dengan Aulia.
"Kami tidak bisa meninggalkan kamu di sini sendiri. Mulai sekarang, kamu juga bagian dari keluarga kami. Ayo, pulanglah kerumah kami jangan tinggal lagi di hotel demi mencegah kejadian ini terulang kedua kalinya. Papa sudah mengutus orang untuk menyelidiki kejadian yang menimpa kalian, besok laporan nya akan kita terima. Dan semua akan jelas setelah tahu siapa dalang di balik kejadian ini dan apa alasannya dia melakukan ini padamu dan juga pada Sarah." Jawab Pak Hartono.
"Tapi__,"
__ADS_1
"Jangan Menolak, di rumah kami ada beberapa kamar kosong jika kamu tidak ingin satu kamar dengan putriku. Sarah juga sudah menjelaskan jiKa pernikahan kalian hanya bersifat sementara, Papa tidak tahu harus bagaimana. Tapi yang pasti, lebih baik kita selesaikan dulu kasus ini. Setelah mendapatkan bukti bukti kuat, Papa akan langsung melaporkan masalah ini pada yang berwajib. Namun, selama proses pelaporan Papa harap kamu tinggal di rumah kami agar semua bisa berjalan lancar. Papa yakin, jika hal ini adalah kesengajaan dari orang yang ingin menjatuhkanmu dan juga Sarah yang sudah Papa angkat sebagai CEO di perusahaan Papa. Dan tidak menutup kemungkinan jika orang itu akan kembali melakukan sesuatu padamu saat rencananya menjatuhkanmu dengan kasus ini gagal. Karena adanya pernikahan ini,"
Setelah mendengar penjelasan dari Pak Hartono, akhirnya Hanan pun setuju untuk tinggal di rumah sang mertua selama dia ada di kota itu. Meski begitu, Hanan dan Sarah memilih kamar yang terpisah meski mereka sudah menikah secara agama.
*
*
Keesokan harinya.
"Nanti ikut Papa ke kantor. Orang suruhan Papa akan datang membawa laporan yang dua dapat terkait kejadian yang menimpa kalian," ucap Pak Hartono di sela sarapan yang mereka lakukan pagi ini.
"Baik Pa," jawab Sarah dan juga Hanan secara bersamaan.
"Setelah kita mendapatkan bukti, kita langsung ke kantor polisi. Papa yakin, jIka kejadian kemarin juga ada campur tangan Tarman." Jelas Pak Hartono membuat Sarah kaget hingga menghentikan makan nya.
"Sejak malam itu, Tarman menghilang dan sampai sekarang belum bisa Papa hubungi. Setelah melihat ke dalam kamarnya, ternyata Tarman sudah membawa semua barang barang nya,"
"Tapi, bagaimana mungkin? Mang Tarman sudah bekerja dengan kita bertahun tahun lamanya. Mana mungkin Mang Tarman tega melakukan ini padaku Pa. Dan, apa motif di balik semua ini jika benar Mang Tarman ikut andil dalam kasus ini?"
"Entahlah, kita akan tahu setelah bertemu dengan David nanti di kantor,"
Hening, semuanya tampak kembali sibuk dengan pikiran masing masing. Hingga acara sarapan pun selesai dilakukan, dan ketiga dari orang yang sarapan pagi ini pergi bersama sama ke kantor Pak Hartono demi mendapatkan kejelasan atas apa yang sudah menimpa putrinya Sarah.
__ADS_1
Dan setelah menempuh perjalanan selama hampir 30 menit dalam perjalanan. Akhirnya ketiganya pun tiba di kantor Pak Hartono. Saat tiba di gedung yang menjulang tinggi itu, ternyata seseorang sudah menunggu kedatangan mereka di sana dengan sebuah berkas yang ada di tangan nya.
"Kamu sudah datang?" Tanya Pak Hartono pada pria bule yang berdiri di lobi kantor dan tengah menunggu kedatangan nya.
"Saya membawakan laporan yang anda minta tuan," jawab nya.
"Baik, mari kita bicara di ruanganku. Ayo, kalian juga itu," titah Pak Hartono pada Sarah dan juga Hanan.
"Baik," jawab keduanya, yang tampak mengikuti langkah Pak Hartono dan pria bule itu memasuki sebuah lift khusus.
Baik Hanan maupun Sarah sama sama tertegun saat melihat cctv hotel yang berhasil didapatkan di malam kejadian antara Hanan dan juga Sarah. Dimana Sarah yang dibawa oleh seseorang dengan pakaian serba hitam menuju ke kamar milik Hanan.
Pria bertopi dan bermasker hitam itu tampak membawa tubuh Sarah yang berjalan dengan sempoyongan. Mirip seperti orang yang sedang mabuk berat.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pintu kamar milik Hanan pun terbuka lalu si pria bermasker itu langsung mendorong tubuh Sarah untuk masuk kedalam kamar itu.
Dan setelah Sarah masuk, si pria itu pun segera saja menutup pintu kamar hotel itu lalu pergi meninggalkan tempat itu setelah memastikan jika Sarah tidak keluar lagi dari kamar itu.
"Siapa dia? Dan kenapa membawaku ke kamar Mas Hanan," tanya Sarah tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Namanya Tomi, dia adalah orang suruhan dari Pak Anwar untuk menjebak anda dan juga Pak Hanan. Dan Tomi ini bekerja sama dengan supir anda Tarman, nona. Untuk memudahkan aksinya," Jelas David yang membuat Sarah semakin shock dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Tapi, kenapa Mang Tarman melakukan itu? Kenapa Mang Tarman bekerja sama dengan Pak Anwar?" Tanya Sarah lagi yang tak percaya jika pria paruh baya yang sudah dia kenal semasih masa remaja itu tega melakukan hal kotor seperti itu padanya.
__ADS_1
"Karena Tomi anak Pak Tarman dan Pak Anwar menjanjikan posisi direktur jika mereka berhasil menjatuhkan anda dan juga Pak Hanan." jelas David lagi.
Akhirnya, setelah mendapatkan semua bukti itu. Pak Hartono, Hanan dan juga Sarah langsung mendatangi ke kantor polisi untuk melaporkan Pak Anwar dan juga orang orang nya, termasuk Mang Tarman atas tuduhan pencemaran nama baik, perbuatan yang tidak menyenangkan serta yang paling berat adalah kasus penggelapan uang perusahaan, agar segera di tindak lanjuti oleh pihak yang berwajib.