Kehormatan Yang Ternoda

Kehormatan Yang Ternoda
Bab.67


__ADS_3

Aulia terdiam, entah harus berkata apa lagi setelah mendengar pengakuan betapa besarnya cinta yang Fatih punya untuk dirinya.


Tidak mendapat respon dari sang istri, Fatih pun akhirnya mengurai pelukan nya di tubuh Aulia lalu membalik tubuh wanita itu agar menghadap ke arah nya.


"Sayang, ka_kamu kenapa menangis?" tanya Fatih panik saat melihat wajah Aulia sudah basah oleh air mata.


"Apa aku menyakitimu?" tanya nya lagi saat Aulia tak menjawab dan hanya menatap ke arah nya.


Melihat istrinya menangis, refleks Fatih pun melepaskan pelukan nya di tubuh Aulia lalu berjalan mundur satu langkah memberi jarak antara tubuhnya dan juga tubuh Aulia.


Jujur, saat ini Fatih begitu ketakutan saat melihat istrinya kembali menangis. Bayang bayang Aulia yang menangis pilu saat dia gagahi 11 tahun yang lalu kembali hadir seolah mencekik nya.


Kedua tangan Fatih bahkan sampai gemetar saat menyadari jika mungkin dia kembali melakukan kesalahan yang membuat wanitanya itu kembali menjatuhkan air mata.


Wajah pria itu pun kini terlihat begitu pucat setelah menyadari mungkin yang dia lakukan pada Aulia kembali menghadirkan luka di masa lalu.


"Ma_maaf, maaf kalau aku kembali menyakitimu," ucap Fatih terbata saat Aulia tak kunjung bersuara.


Melihat sikap Fatih saat ini, ada satu hal yang baru Aulia sadari. Ternyata, bukan hanya dia yang memiliki luka dan trauma yang mendalam akan kejadian yang terjadi 11 tahun yang lalu itu.


Bukan hanya korban yang memiliki luka dan trauma. Nyatanya, Fatih pun sebagai pelaku memiliki hal yang sama dengan dirinya. Hanya saja dalam konteks yang berbeda.


Melihat Fatih yang panik sampai ketakutan. Membuat Aulia pun akhirnya bergerak, wanita itu melangkahkan kakinya mendekati Fatih.


Semakin mengikis jarak antara mereka, setelah berada di hadapan Fatih, Aulia meraih kedua tangan Fatih yang bergetar karena ketakutan.


Aulia menggenggam erat tangan pria yang kini sudah resmi menjadi suami untuknya itu. Lalu, menatap wajah pucat Fatih dengan senyuman lembut membingkai wajah cantiknya.


"Aku baik baik saja Mas, aku hanya terharu. Aku terharu karena ternyata seorang Alfatih Brahmaseto yang kaya raya memiliki cinta yang begitu besar untuk seorang anak panti seperti diriku. Terima kasih, terima kasih atas cintamu yang besar itu Sayangku."

__ADS_1


Deg


Jantung Fatih serasa hampir lepas dari tempatnya saat kata Sayangku terucap dari mulut Aulia. Sungguh, rasanya seperti mimpi jika saat ini Fatih mendengar Aulia memanggilnya Sayang.


Set


Greeepppp


Belum selesai rasa keterkejutan Fatih karena Aulia memanggilnya sayang. Kini Fatih kembali terkejut dengan Aulia yang memeluk erat tubuh kekarnya.


Menenggelamkan wajah cantik nya di dada bidang Fatih. Kedua tangan mungil nya membelit di pinggang pria bertubuh kekar itu.


"Sa_sayang," lirih Fatih memberanikan diri memanggil Aulia.


"Iya, kenapa?" jawab Aulia semakin menenggelamkan wajah nya di dada bidang Fatih, menikmati aroma tubuh Fatih yang membuat Aulia merasa nyaman.


"Aku tahu,"


"Lalu, bagaimana denganmu?"


Deg


Mendapat pertanyaan itu membuat jantung Aulia berdebar. Rasanya ingin sekali mengatakan hal yang sejujurnya, tapi Aulia masih takut dan ragu.


"Tidak apa apa kalau kamu masih belum mencin___,"


"Aku juga mencintaimu Mas," jawab Aulia memotong ucapan Fatih.


Fatih kembali dibuat tertegun dengan jawaban yang di berikan oleh Aulia saat ini. Benarkah itu? Apa mungkin Aulia bisa mencintainya? Secepat ini? Batin Fatih bermonolog saat mendengar jawaban yang di berikan oleh Aulia.

__ADS_1


"Be_benarkah itu?" tanya Fatih lagi sedikit ragu akan jawaban yang di berikan oleh istrinya.


"Tentu saja itu benar, jika aku tidak mencintai Mas mana mungkin aku mau menikah dengan Mas. Mas adalah pria yang menorehkan luka terdalam dan trauma yang sulit untuk disembuhkan di dalam hidup aku. Aku bahkan tidak bisa memberikan nafkah batin untuk suami terdahulu ku karena rasa trauma yang Mas berikan kepadaku. Bahkan, sampai kami bercerai pun aku tidak pernah bisa memberikan haknya sebagai seorang suami. Tapi dengan Mas, aku baik-baik saja. Aku bahkan bisa menerima dengan baik sentuhan dan pelukan yang Mas berikan. Padahal Mas adalah pria yang menorehkan luka dan Trauma di dalam hidupku. Kalau bukan cinta, lalu karena apa Mas?" jelas Aulia semakin membuat Fatih tertegun.


"Ma_maksudmu, apa? Apa selama menikah kamu dan Hanan tidak pernah___," Fatih tidak bisa melanjutkan ucapannya.


Rasanya, hatinya tidak sanggup membayangkan bagaimana Aulia bergumul panas dengan pria lain.


"Iya Mas dan itu adalah noda dari sebuah perkawinan. Di mana seorang istri tidak tidak bisa memberikan kebutuhan biologis untuk suaminya. Jujur aku merasa bersyukur karena Mas Hanan kini kembali memiliki pasangan hidup dan akan memiliki seorang anak. Walaupun awalnya merasa sakit dan kecewa, tapi aku yakin dibalik semua itu Allah punya rencana indah dan ada hikmah yang bisa kita ambil dari setiap kejadian yang kita alami. Masa Hanan yang kembali memiliki seorang istri dan calon anak begitupun dengan aku. Akhirnya aku bisa memberikan keluarga yang utuh untuk Putri kita Aliya. Terima kasih Mas, terima kasih karena sudah kembali dengan keadaan yang jauh lebih baik dan menjadi sosok ayah dan suami yang begitu sempurna untuk aku dan juga untuk Aliya," jawab Aulia panjang lebar hingga membuat Fatih tak kuasa lagi menjatuhkan air matanya.


Qodarullah, kuasa Tuhan itu luas. Kita tidak akan pernah ada yang tahu kemana takdir membawa kita melangkahkan kaki kita dan pada siapa kita berjodoh.


Meski harus melalui perjalanan yang berliku dan terlibat dengan seseorang yang ternyata bukan jodoh kita. Akhirnya, Aulia dan Fatih kembali dipersatukan dengan keadaan yang sudah sama sama membaik.


Fatih pun akhirnya membalas pelukan dari Aulia dengan tidak kalah eratnya. Menumpahkan semua rasa resah yang selama ini tertanam di dalam hatinya.


Pasutri itu pun akhirnya menangis dengan saling berpelukan. Menumpahkan semua rasa yang mereka pendam selama hampir 11 tahun ini.


Merasa hatinya sudah cukup merasa tenang dan lega. Fatih pun akhirnya mengurai pelukan nya di tubuh Aulia.


"Seharusnya Mas yang berterima kasih karena kamu mau menerima kehadiran Mas sebagai suami dan ayah untuk anak kita. Terima kasih sayang, Mas sangat mencintaimu," lanjut Fatih yang langsung menyatukan bibir keduanya.


Aulia dan Fatih pun kini hanyut dalam pergulatan panas lidah mereka. Hingga tanpa di sadari, Aulia mulai mengeluarkan suara maut yang membuat tubuh Fatih memanas karena hasrat yang tidak bisa lagi dia pendam.


"Bo_bolehkah, aku meminta hakku malam ini?" tanya Fatih di sela nafas yang tersengal sengal akibat pergulatan bibir keduanya.


Fatih sengaja melepaskan pagutannya di bibir Aulia untuk meminta izin sang istri untuk menyentuhnya lebih dalam karena hasratnya yang sudah mulai naik.


Hingga, sebuah anggukan pun di berikan Aulia membuat Fatih kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Aulia.

__ADS_1


__ADS_2