
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
"Bisa kita bicara?" Tanya Sarah yang siang ini memutuskan untuk menemui Fatih di kantornya setelah kemarin kembali tidak pulang ke rumah.
Q
Padahal Sarah begitu menunggu kepulangan pria itu untuk meminta penjelasan perihal gugatan cerai yang dilayangkan oleh Fatih kepadanya.
Melihat Sarah datang, Fatih pun hanya bisa menghela nafas lalu mengangguk dan mempersilahkan Sarah masuk ke dalam ruangan kerja nya.
"Masuk dan duduklah, tunggu sebentar. Aku selesaikan berkas ini dulu," jawab Fatih yang kembali menatap berkas yang ada di meja nya lalu menghubungi seseorang untuk datang ke ruangan nya.
"Keruanganku sekarang No," titahnya lalu segera mengakhiri panggilan itu.
Tidak lama, sebuah sebuah ketukan pintu pun mulai terdengar di pintu ruangan nya.
"Masuk," seru Fatih tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas yang ada di tangan nya.
"Permisi tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan Fatih.
"Iya Seno, masuklah dan ini berkas untuk meeting sore ini. Aku ada urusan sebentar, jadi untuk dua jam kedepan tolong handel semua pekerjaan ya. Nanti, kita ketemu langsung di tempat meeting saja," jawab Fatih memberikan berkas yang tadi dia kerjakan.
"Baik tuan, apa ada yang lain?"
"Tidak, hanya itu saja,"
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu saya permisi," jawab pria yang bernama Seno itu.
"Iya,"
Setelah Seno keluar, Fatih pun segera menghampiri Sarah yang masih menunggunya di sofa dengan wajah yang sendu.
"Kita bicara di rumah saja. Tidak akan nyaman jika bicara di sini," ucap Fatih yang di angguki oleh Sarah.
Tidak percakapan di antara mereka, bahkan sepanjang perjalanan pulang pun. Baik Sarah maupun Fatih sama sama memilih diam.
Setibanya mereka di rumah, Fatih langsung membawa Sarah ke lantai dua. Karena di sana lah ruang privasi untuk Fatih.
Dan kini, keduanya tengah duduk berdampingan di balkon lantai atas dengan bersekatkan meja bulat sebagai penghalang.
"Kenapa Mas? Kenapa tiba tiba ingin berpisah?" Tanya Sarah dengan nada bicara yang bergetar karena menahan tangis nya.
"Aku rasa kamu tahu betul kalau ini tidaklah tiba tiba. Sudah satu tahun aku menundanya, dan kini sudah tidak bisa lagi," jawab Fatih tenang dan santai.
"Kamu sudah tahu jawaban nya bahkan sejak dari awal kita menikah. Haruskah dipertanyakan lagi?"
"Kenapa tidak mau mencoba untuk mencintaiku? Padahal 3 tahun aku membersamaimu. Kenapa tidak bisa melihatku meski hanya sebentar saja?" Tanya Sarah lagi dengan nada yang semakin lirih.
"Ini masalah hati Sarah, aku bukanya tidak mau mencoba. Itu sudah aku lakukan, tapi tetap saja tidak bisa," tegas Fatih.
"Apa semua ini karena Aulia si pemilik toko kue itu?"
Deg
Fatih tersentak kaget saat Sarah membawa nama Aulia di dalam pembicaraan mereka saat ini. Bahkan Fatih sampai menoleh saat nama Aulia disebutkan oleh Sarah.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Fatih bingung.
"Aku tahu Mas, aku tahu semua nya. Aku tahu jika dua bulan kebelakang Mas terus saja mendatangi toko itu. Aku juga tahu jika kalian pernah bertemu dan bicara secara pribadi hanya berdua saja. Aku bahkan sadar betul bagaimana kamu yang tidak pernah berhenti menatapnya dengan sorot mata penuh cinta. Sorot mata yang seharusnya kamu tujukan hanya untuk istrimu, namun kamu malah tunjukan untuk wanita lain," jelas Sarah yang kini sudah mulai menangis.
Mendengar penjelasan dari Sarah, Fatih pun hanya bisa terdiam. Lalu, menghela nafas panjang sebelum akhirnya menjelaskan siapa Aulia sebenarnya.
"Ini semua murni bukan karena Aulia, Sarah. Ini murni keinginan aku yang sudah satu tahun aku tunda karena permintaan darimu kan, jadi tolong jangan membawa nama nya dalam permasalahan kita. Kamu tidak tahu bagaimana menderitanya dia karena apa yang sudah aku lakukan padanya 10 tahun yang lalu. Jangan menjadikan dia kambing hitam atas apa yang terjadi pada kita. Karena tanpa bertemu dengan dia kembali pun aku tetap akan melakukan ini," jawab Fatih yang membuat Sarah terkejut.
Bahkan tangis gadis itu sampai langsung berhenti saat Fatih mengatakan jika dia dan Aulia sudah saling mengenal sejak 10 tahun yang lalu. Itu artinya, jauh sebelum Sarah hadir di kehidupan Fatih.
"Ma_maksud Mas apa? Ja_jadi kalian sudah saling mengenal selama itu?" Tanya Sarah dengan nada terbata saking kagetnya dengan Fakta yang dia dengar saat ini.
"Kami teman satu sekolah dulu. Tapi karena perbuatan bejatku, Aulia terpaksa dikeluarkan dari sekolah. Aku dan dia terikat hubungan yang rumit dan kuat dengan nya, yang sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa memutus terkecuali maut. Karena kami, memiliki Aliya di antara kami yang baru aku ketahui 2 bulan kebelakang."
Sarah semakin dibuat shock oleh penjelasan Fatih tentang siapa Aulia sebenarnya. Dia tidak menyangka jika suaminya memiliki wanita lain yang bahkan telah memiliki anak dari nya.
"Aku minta maaf karena selama kita menikah, aku sama sekali tidak pernah bisa memperlakukanmu dengan baik. Aku tahu aku salah, tapi jujur aku tidak bisa melakukan itu. Karena, hanya dengan menatapmu saja bayangan bagaimana aku sedang menghancurkan hidup Aulia akan langsung muncul begitu saja seolah olah melarang aku untuk memulai hidup baru dengan wanita lain sebelum aku menyelesaikan masalahku dengan Aulia. Aku tahu jika ini sudah terlalu terlambat. Tapi, aku ingin mencobanya, aku ingin memperjuangkan maaf dari nya. Agar aku bisa menjalani hidupku secara normal kembali. Meski begitu, gugatan ini aku layangkan sama sekali tidak ada sangkutan nya dengan Aulia." Tegas Fatih yang membuat Sarah terdiam.
"Tapi kenapa kita harus bercerai? Mas bisa berjuang meraih maaf nya dan bertanggung jawab tanpa menceraikan aku. Aku pun tidak akan mempermasalahkan hal itu, karena itu memanglah tanggung jawab Mas," jawab Sarah kian sendu.
"Aku menceraikanmu bukan untuk menikahi Aulia, Sarah. Aku memang ingin memperjuangkan maaf darinya dan juga dari putri kami. Tapi perlu kamu tahu, meskipun aku sangat ingin menikahi Aulia. Tapi mungkin tidak untuk Aulia karena aku tahu bagaimana bencinya dia terhadapku, hanya saja. Aku menceraikanmu karena aku tidak ingin terlalu lama mengurungmu di dalam hubungan yang aku sendiri tidak bisa pertahankan. Aku tidak mau kamu semakin terluka oleh harapan kosong dari hubungan ini," jelas Fatih yang kembali membuat Sarah menangis tersedu.
*
*
..."Buat yang minta othor dobel up. Lunas ya, nih sudah othor kasih 4 bab sekaligus. semoga puas dan senang ya...terima kasih untuk dukungan nya selama ini dan selamat membaca."...
Love sekebon untuk kalian semua....
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️