
Fatih menghentikan langkah kakinya saat seseorang memanggil namanya dan saat Fatih menoleh. Terlihat seorang gadis sedang berjalan menghampiri dirinya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
"Selamat pagi Pak, saya datang untuk memberikan surat lamaran ini," ucap Maryam dengan nafas yang ngos ngosan karena berlari untuk menghampiri Fatih yang baru saja tiba di perusahaannya.
"Baik, masuklah. Nanti kamu akan di bantu oleh Seno," jawab Fatih yang kembali melanjutkan langkah kakinya memasuki gedung menjulang tinggi itu.
Sementara Maryam mengikuti Fatih dari arah belakangnya. Saat memasuki lobby perusahaan, Maryam kembali dibuat kagum saat melihat semua karyawan yang ada di sana tampak menunduk hormat kepada Fatih.
Fatih sendiri hanya menanggapi hal itu dengan dingin dan juga datar sapaan dari para karyawan nya itu.
Fatih pun segera membawa Maryam ke dalam ruangannya, untuk membicarakan pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan oleh gadis itu selama bekerja di sana.
"Ayo masuk," titah Fatih mempersilahkan Maryam untuk masuk kedalam ruangan kerjanya.
Maryam pun menurut, dan mengikuti jejak Fatih yang sudah lebih dulu masuk ke dalam sana.
Setelah berada di ruangan nya, Fatih segera menghubungi sang asisten untuk membantu Maryam dan menunjukan pekerjaan apa yang bisa di lakukan oleh gadis itu.
"Duduklah dulu, sebentar lagi Seno akan datang untuk membantumu," lanjut Fatih yang langsung membuka berkas yang ada di mejanya begitu oria itu duduk di kursi kebesaran nya.
Tidak lama setelah Fatih dan juga Maryam duduk. Sebuah ketukan pintu pun terdengar yang menandakan jika Seno sudah datang.
Tok
Tok
"Masuk," seru Fatih mempersilahkan Seno masuk.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Seno begitu memasuki ruangan atasan nya.
"Tolong bawa Maryam ke divisi marketing. Mulai hari ini, dia akan bekerja di sana No," jawab Fatih tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya yang ada di meja kerja.
"Baik tuan. Mari nona Maryam, ikut dengan saya," jawab Seno mempersilahkan Maryam untuk ikut bersama denhan nya.
"Baik, terima kasih Pak Fatih karena sudah menerima saya bekerja di sini. Kalau begitu saya pamit untuk bekerja dulu, permisi."
__ADS_1
"Iya, sama sama," jawab Fatih yang lagi lagi singkat padat dan jelas.
Maryam pun akhirnya pergi bersama dengan Seno untuk pergi ke tempat nya bekerja di perusahaan itu, meninggalkan Fatih yang begitu fokus dengan pekerjaan nya.
*
*
3 Bulan kemudian.
Fatih menatap sebuah bangunan besar dan megah yang dia datangi saat ini dengan perasaan yang gugup dan juga takut karena tepat hari ini, Fatih akan mendengarkan jawaban dari khitbahan nya yang Fatih ajukan pada Aulia 3 bulan yang lalu.
Meski selama masa ta’aruf hubungan nya dengan Aulia begitu berjalan dengan baik dan semakin baik. Namun, tetap saja tidak akan ada yang tahu isi hati manusia itu sendiri, termasuk dengan isi hati Aulia.
Tidak menutup kemungkinan jika Aulia akan menolak khitbahan nya dan tidak melanjutkan ta’aruf dengan sebuah pernikahan nya.
Dengan kedua tangan yang saling meremas satu sama lain. Fatih memantapkan langkah nya memasuki bangun itu, dimana dia sudah ditunggu oleh Umi Amina.
Orang yang menjadi perantara hubungan antara Fatih dan juga Aulia. Dengan ditemani Mama Dini dan juga Papa Dimas, Fatuh pun segera mendatangi Umi Amina yang sudah menunggu bersama dengan Aulia dan si kecil Aliya tentunya.
“Assalamualaikum,” sapa Fatih dan kedua orang tuanya saat memasuki sebuah ruangan dimana ada Umi Amina dan juga Aulia disana.
“Ayo Nak Fatih, silahkan masuk,” sambut Umi Amina dengan senyum lembut menyambut kedatangan Fatih dan juga kedua orang tuanya.
“Baik Umi, terima kasih. Oh iya Umi, perkenalkan ini kedua orang tua saya,” jawab Fatih yang langsung memperkenalkan kedua orang tuanya pada Umi Amina.
“Iya, selamat datang Ibu, Bapak.” sapa Umi Amina pada Mama Dini dan juga Papa Dimas.
“Iya Umi, terima kasih.” jawab Mama Dini yang langsung duduk di samping Fatih.
“Bagaimana Nak Fatih, apa sudah siap menerima jawaban dari Nak Aulia?” tanya Umi Amina pada Fatih.
“Insya Allah sudah sangat siap Umi. Apapun keputusan yang diambil Aulia, akan saya hargai dan hormati, meski itu tidak sesuai dengan harapan saya selama ini,” jawab Fatih yang akan berlapang dada jika nantinya Aulia menolak lamaran nya.
“Bismillah, kita serahkan semua pada Allah ya Nak,” jawab Umi Amina lagi mencoba memberikan ketenangan di tengah tengah ketegangan yang terjadi di sana.
__ADS_1
“Nah, Nak Aulia bagaimana? Apa keputusan mu Nak?” tanya Umi Amina yang kini beralih bertanya pada Aulia.
“Bismillahirrahmanirrahim, maaf sebelum.”
Deg
Suasana ruangan semakin tegang saat Aulia mulai mengeluarkan suara nya, untuk menjawab pertanyaan yang Umi Amina layangkan padanya.
Tentu saja, hal itu juga semakin membuat perasaan Fatih tak karuan. Antara takut dan juga gugup bercampur aduk menjadi satu, hingga membuat jantungnya berdetak cepat sekali.
“Sebelum saya menjawab permintaan dari Mas Fatih. Apa boleh jika saya mendengar langsung permintaan dan niat baik dari Mas Fatih ini?” tanya Aulia yang membuat Fatih mengangkat kepalanya yang sejak tadi terus saja menunduk.
“Maksudnya?” tanya Fatih yang tampak linglung.
“Bolehkah Aulia mendengar langsung permintaan yang Mas ajukan pada Aulia tiga bulan yang lalu,” lanjut Aulia.
“Tentu Aulia,” jawab Fatih mantap.
Fatih pun segera menegakkan posisi duduknya lalu menghadap ke arah Aulia. Pria itu terlihat menghela nafas panjang sebelum mengatakan niat hatinya pada pujaan hatinya itu.
“Bismillahirrahmanirrahim, Aulia Rahma. Dengan segenap kerendahan diri dan mengesampingkan rasa malu dari diri ini, setelah dosa dan kesalahan yang sudah aku perbuat kepadamu. Maka, izinkanlah aku untuk memintamu menjadi pendamping hidupku. Menyempurnakan ibadahku panjangku dan menebus semua kesalahanku dengan menjadikanmu ratu di dalam hidup dan juga di dalam istanaku. Aulia Rahma, Izinkan aku meminangmu dengan Bismillah.”
Tes
Satu tetes cairan bening langsung saja meluncur begitu saja dari mata indah milik Aulia saat untuk kedua kalinya wanita itu mendapatkan sebuah lamaran dari seorang pria yang berniat menjadikan nya pasangan hidupnya.
Namun, berbeda dengan saat mendapatkan lamaran dari Hanan dulu. Saat ini hati Aulia begitu merasa terharu dan merasakan sebuah kelegaan saat pria yang dulu melukainya teramat sangat dalam hingga membuat hidupnya hancur itu meminta nya untuk menjadi pasangan hidupnya.
Menyempurnakan ibadah terpanjang nya dan menjadi pelengkap di dalam hidup pria itu. Luka dan rasa sakit pernah Fatih hadirkan dalam hidup Aulia. Namun, tidak bisa Aulia pungkiri jika dari Fatih jugalah Aulia merasakan sebuah kebahagiaan yang selama 3 bulan ini Aulia rasakan.
“Bagaimana Nak Aulia? Apa Nak Aulia menerima khitbah dari Nak Fatih ini?” tanya Umi Amina yang semakin membuat suasana menegang.
****
Lunas ya, terima kasih atas dukungan pembaca semua...
__ADS_1
Untuk jawaban nya, kita lanjut besok ya...bye bye.
Love sekebon untuk kalian 🥰🥰🥰