
Isma berada diruang operasi.
Lalu dokter menyuntikkan suntikan anestesi diatas bokongnya.
Lalu ia berbaring.
Dokter menyuruhnya mengangkat kakinya, Isma mulai tak bisa mengangkatnya.
Tangannya diikat layaknya disalib. Selang oksigen sudah terpasang di hidungnya.
Udara disana sangat dingin. Dikelilingi orang-orang asing.
Badannya sudah tertutup kain hijau.
Lalu lampu yang sangat terang mulai dinyalakan.
"Trek......" Cahayanya sangat terang berada tepat di atas perutnya.
Terdengar suara-suara peralatan operasi seperti gunting dan sebagainya.
Tak lama dokter menunjukkan anaknya.
"Anak ibu.... sudah keluar. Ini anaknya... Jenis kelaminnya perempuan." Dokter menunjukkan pada Isma.
Bayi kecil yang masih merah baru saja dikeluarkan dari perut nya.
Isma menangis.... Ya itulah tangisan bahagia.
Kemudian anaknya dibawa menuju ruang bayi. Disana bayi dimandikan...di adzan kan.
Isma masih berada diruang operasi.
Lama kelamaan penglihatan nya mulai kabur. Ia terlelap.... Dan saat itu Isma merasa pergi ke satu lorong, seperti lorong waktu. Disana ia bertemu dengan ibunya.
Ibunya tersenyum bahagia.
Tak lama Isma membuka matanya. Ia sudah berada diruang pemulihan. Disana sudah ada suami dan ayahnya.
Isma tersenyum dan terus berbicara seolah-olah ia sedang menceritakan apa yang barusan ia alami.
"Ibu minum dulu ya.... Jangan terlalu banyak ngobrol dulu..." Ucap satu perawat.
"Ini minum dulu teh manis anget..." Fikri memberikan pada Isma menggunakan sedotan.
"Mana anak kita...?" Tanya Isma.
"Ada... Sudah ada di ruangan..."
Selang beberapa jam... Isma pindah keruangan. Disana melihat putri kecilnya sedang tidur.
"Kini aku sudah menjadi seorang ibu. Begitu lama penantian ini. Banyak juga suka dukanya yang telah dilewati."
"Selamat... Ya nak... Kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu. Cepat pulih ya..." Ucap sang ayah.
"Iya Pak..." Isma menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya.
"Anak ku tidak pernah mengenal sosok ibuku ya Pak...."
"Gak apa-apa nak, semua sudah kehendak yang kuasa."
Tiga hari Isma berada rumah sakit. Sampai akhirnya dokter sudah memperbolehkannya pulang.
Dirumah Isma, sudah banyak keluarga yang menunggu Isma pulang.
Semua ingin melihat bayi Isma.
"Ya ampun lucu sekali.... Siapa namanya Is..?" Tanya bibi nya.
"Belum ada bi... Nanti lah..."
"Alhamdulillah... Sudah selamat semuanya. Tinggal kamu nya Is... Cepet pulih ya...?"
"Iya.. bi... Aamiin..."
"Coba masih ada ibu kamu ya Is, pasti dia orang yang pertama yang selalu mengurus kamu dan bayimu."
"Iya.... ya bi.."
__ADS_1
Setiap hari Isma merawat bayi nya. Ia terlihat telaten..
Walaupun ini adalah pengalaman pertama nya.
"Kita beri nama siapa ya mas...?? Tanya Isma.
"Siapa ya.... Gimana kalau Aisyah saja..?"
"Bagus mas...."
"Assalamualaikum Aisyah...." Sapa Isma.
Dari bulan ke bulan bayi Isma tumbuh dengan sehat.
Aisyah tumbuh menjadi bayi yang cantik dan menggemaskan.
"Hai cantik.. makin gemesin aja sih..."
Bulan ke bulan.... Tahun ke tahun... Aisyah tumbuh jadi anak yang periang.
Hari-hari Isma diselimuti dengan kebahagian.
Hingga Aisyah menjadi balita... dan sudah bisa menanyakan sesuatu pada ibunya.
Aisyah membuka album foto.
"Ini siapa Bu...??" Tanya Aisyah sambil menunjuk satu foto.
"Mana sayang... Sini... Ibu lihat."
"Ini... Ibu...."
"Oh itu.... Itu foto nenek sayang."
"Nenek nya mana...kok gak kesini?" Tanya Aisyah lagi.
"Iya sayang... Nenek sudah pulang ke surga."
Isma tersenyum melihat anaknya...
"Kamu gak pernah mengenal dia ya nak....!" Ucap Isma dalam hati.
"Grengg... greng..." suara motor berhenti di depan rumah Isma.
Ternyata Zikri pergi berkunjung kerumah Isma.
Kakak Isma, Zikri ia berhenti bekerja. Mungkin ia lelah dengan pekerjaannya yang ia jalani saat itu. Disana ia menceritakan tentang pekerjaannya.
"Kakak sudah lelah bekerja ditempat kerja yang kemarin Is. Kakak cari Kerja yang lain aja deh."
"Ya kalau memang sudah tidak nyaman... Jangan dipaksakan Ka. Disini juga mungkin ada aja peluang kerja." Jawab Isma.
Beberapa hari kakak Isma tidak bekerja. Lama kelamaan mungkin istrinya merasa jengkel. Istrinya tak berkata-kata pada Zikri, mungkin itu ungkapan kekesalan nya.
"Is... Kakak mu gak ngomong-ngomong sama kakak." Zikri bercerita pada Isma.
"Iya... Mungkin ia kecewa kak. Kakak udah nyari pekerjaan lagi gak...?" Tanya Isma.
"Udah... Tapi belum ada panggilan."
"Ya udah sabar aja dulu kak."
Zikri memang sangat dekat dengan Isma. Dari kecil ia selalu mengantar jemput Isma kesekolah.
Kalau ada apa-apa ia selalu bercerita pada Isma.
Isma merasa prihatin dengan keadaan kakak nya. Isma coba hubungi teman-temannya mungkin aja ada lowongan kerja ditempat mereka.
Hingga Isma menelpon Santi.
"San masih kerja gak...?"
"Masih Is.... Kenapa emang...?"
"Ada lowongan gak buat cowok...??"
"Emang buat siapa Is...??"
__ADS_1
"Buat kakak San... Ada gak..??"
"Lowongan ada sih. Tapi buat cowok paling bagian marketing." Jawab Santi.
"Ya udah nanti aku bilang dulu ya sama kakak. Kalau dia mau, nanti aku hubungi kamu lagi ya...!"
"Oke... Is.."
Paginya Isma pergi ke rumah kakaknya.
"Assalamualaikum kak...."
"Waalaikumsalam..... Eh kamu Is. Ayo sini masuk."
"Wah keponakan ua main kesini ya....!" Sambung kakak ke Aisyah.
"Gini kak... Kemarin Isma coba nanya ke temen-temen Isma yang masih pada kerja. Isma tanyain lowongan kerja."
"Iya.... Terus gimana Is?" Tanya Zikri.
"Dari sekian banyak teman Isma, cuma ada satu yang ada lowongan kerja buat laki-laki. Itupun kalau kakak mau." Jelas Isma.
"Emang kerja nya apa, Is..?"
"Katanya sih bagian marketing kak."
"Ya udah coba aja dulu, dari pada sekarang nganggur." Jawab kakak ipar Isma.
"Ya udah kakak akan coba Is. Tempat kerjanya dimana...??" Tanya Zikri.
"Nanti Isma tanyain lagi ke orangnya ya kak. Alamat sama persyaratan nya apa aja."
"Oke.... Is. Makasih ya..."
"Iya sama-sama."
"Kring... Kring..." Suara telpon Santi berdering.
Ternyata Isma menelponnya.
"Assalamualaikum... Is.."
"Waalikumsalam.... San... Maaf nih aku ganggu waktunya ya."
"Engga Is... Santai aja. Gimana-gimana...?"
"Gini loh... Tadi aku udah ngomong sama kakak."
"Oh iya... Terus gimana katanya...?"
"Katanya mau coba dulu San... Terus syarat nya apa aja... Sama alamat nya dimana..."
"Oke... Oke.. nanti aku WA kamu ya... Persyaratan sama alamat nya."
"Oke... Siap San. Makasih banyak loh."
"Iya... Sama-sama."
"Nanti Santi kirim alamat sama persyaratan nya kak. Nanti aku WA in ke kakak ya..." Ucap Isma.
"Iya Is.... Siap."
"Ya udah kalo gitu Isma pulang dulu ya... Nanti besok main kesini lagi."
"Iya..."
Lalu Isma pulang kerumahnya.
Setibanya di rumah, handphone Isma berbunyi.
"Tet...tet..."
Lalu Isma membuka handphone nya.
Ada pesan masuk dari Santi.
Ia memberi alamat dan persyaratan kerja untuk kakaknya.
__ADS_1
Tak lama Isma langsung memberi tahu pada Zikri.
"WA ke ka Zikri selesai... Mudah-mudahan saja ada rezekinya."