Kembali Ke Surga Mu

Kembali Ke Surga Mu
Arul ikut ke perantauan


__ADS_3

Jam 02.00 siang ini Arul akan berangkat ke tempat ayahnya. Mobil travel yang ia pesan sudah datang menjemput Arul. alur berpamitan kepada ibu, kakek bibi adik dan pamannya. lalu Ia masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku belakang. Ini adalah kali pertama ia pergi ke kota.


"Hati-hati ya Rul, kalau sudah sampai kabari ibu."


"Iya Bu." jawab Arul


Majulah mobil yang ditumpangi Arul.


"Bismillahirohmanirohim." ucap Arul dalam hati


Tak k lama Zikri pun menelpon Arul.


"Sudah berangkat nak." Tanya Zikri


"Sudah Pak ini baru saja jalan." Jawab Arul


"Alamat Bapak sudah dikasihkan ke sopirnya?"


"Sudah Pak,sudah Arul berikan."


"Hati-hati ya nak nanti kalau sudah dekat, Bapak tunggu kamu di pinggir jalan."


"Iya Pak." Jawab Arul


Setelah beberapa jam di kontrakan Zikri kemudian kembali ke tempat kerja.Ia hendak melihat keadaan di tempat kerja.Di jalan ia melihat ada tukang gorengan, lalu ia beli beberapa bakwan,pisang dan lain sebagainya untuk dimakan bersama dengan Pak Setya dan Pak Arief.


"Assalamualaikum." Ucap Zikri


"Waalaikumsalam Ndan."


"Loh kok malah ke sini lagi Pak, bukannya istirahat." ucap Pak Setya


"Nggak apa-apa Pak lagian di kontrakan saya juga kan tidak ada teman." jawab Zikri


"Lagi pula anak saya sekarang sudah di perjalanan mau ke sini." jelas Zikri lagi


"Oh begitu Pak." ucap Pak Setya


"Oh ya ini ada gorengan lumayan teman buat ngopi." ucap Zikri sambil membuka gorengannya


"Kalau gitu saya buatin kopinya dulu Pak, mantap nih kalau sama kopi panas." ucap Pak Arief


Pak Arief pun membuatkan 3 gelas kopi. Mereka menikmati kopi dan makanannya sambil berbincang-bincang.


"Pak Arief gimana sudah ada berita dari Pak Budi?" tanya Zikri


"Belum Pak,sampai sekarang telepon saya juga tidak diangkat." jawab Pak Arief


"Kemana ya Pak Budi itu?" Zikri merasa heran


"Coba ditegasin dulu Pak… ini namanya ngelunjak." jawab Pak Arief


"Iya Pak Budi sudah dua kali seperti ini… kalau nanti seperti ini lagi saya akan tegas sama dia." jelas Zikri


Selesai minum kopi Pak Arief dan Pak Setya kembali bekerja. Tak lupa mereka melakukan patroli berkeliling area kantor. Zikri menunggu di pos jaga. Ia coba menanyakan keberadaan anaknya sekarang. Ternyata Arul sudah agak dekat.


Saat itu sudah mendekati waktu maghrib. Ia lihat jam tangannya lalu ia pergi ke mushola.


"Sepertinya Arul akan sampai sekitar 20 menit lagi sebaiknya aku salat magrib dulu." ucap Zikri dalam hati

__ADS_1


Tak selang lama Pak Arief dan Pak Setya pun datang ke pos jaga, Zikri pamit salat magrib terlebih dahulu.


"Alhamdulillah lega rasanya kalau sudah salat." ucap Zikri


kemudian Zikri kembali ke pos jaga dan menyuruh Pak Setya dan Pak Arief untuk bergiliran salat.


"Ayo Pak pada salat dulu."


"Siap Pak, ini juga mau segera ke mushola." jawab Pak Setya


Zikri kembali berdiam di pos jaga, sembari melihat ke arah jalan… siapa tahu Arul sudah datang.


beberapa menit kemudian Pak Arief dan Pak Setya pun kembali dari mushola.


"Belum datang putranya Pak?" tanya Pak Arief


"Belum Pak, tapi tadi sudah coba saya tanya katanya sebentar lagi sampai."


Tak selang lama, terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang kantor. Zikri langsung melihat ke arah sana. Ternyata benar Arul yang turun dari mobil itu.


Zikri langsung menemuinya.


"Alhamdulillah sudah nyampai ya nak." ucap Zikri


"Iya Pak Alhamdulillah.


Semua barang bawaan dikeluarkan dari mobil. Tak lupa Zikri mengucapkan terima kasih kepada sopir travel tersebut.


"Terima kasih banyak ya Pak, sudah nganterin anak saya." ucap Zikri pada sopir travel


"Iya Pak Zikri sama-sama."


"Iya Pak terima kasih banyak, lain kali saja ini masih banyak penumpang yang harus saya antarkan."


"Oh ya kalau seperti itu Pak baiklah, sekali lagi terima kasih ya Pak."


"Iya Pak sama-sama nanti kalau perlu lagi Bapak tinggal telepon saya saja Arul sudah tahu nomor saya."


"Oke siap." jawab Zikri


Travel itu pun melanjutkan perjalanannya.


Lalu Zikri mengajak Arul untuk berkenalan dengan temannya.


"Ini tempat kerja Bapak." jelas Zikri


Arul hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat ke sekeliling.


"Ini teman-teman kerja bapak, yang ini namanya Pak Setya yang ini namanya Pak Arief."


"Oh iya Pak." ucap Arul sambil menganggukkan kepalanya


"ini kenalin anak saya Pak namanya Arul."


"Iya Ndan… wah anaknya ganteng banget sama seperti komandan." ucap Pak Setya


"Wah bisa saja Pak Setya ini."


"Selain Pak Arief dan Pak Setya ada juga teman bapak namanya Pak Yanto, Pak Ilham, dan Pak Budi, cuma semua udah Bapak bagi-bagi tugasnya." Jelas Zikri kepada Arul

__ADS_1


Lalu Zikri berpamitan pulang terlebih dahulu.


"Pak, saya izin pulang terlebih dulu ya, mau antar anak ke kontrakan dulu kasihan kelihatannya dia kelelahan."


"Iya Pak silakan."


"Saya permisi dulu ya pak!" ucap Arul pada kedua rekan ayahnya


"Iya silakan."


Lalu Zikri membantu membawa tas Arul. Ayah dan anak itu segera pulang ke kontrakan.


"Ayo ke gang sini kontrakan bapak."


Arul terus mengikuti langkah ayahnya. Sampai akhirnya tiba di depan satu kontrakan.


Zikri mengeluarkan kunci dari kantong bajunya. Lalu ia buka kunci kontrakan itu.


"Ayo masuk Rul." ajak Zikri


"iya Pak… Assalamualaikum." ucap Arul sambil menginjakkan kakinya ke dalam kontrakan


"Beginilah kondisi kontrakan bapak ya,walaupun sederhana mudah-mudahan kamu betah di sini ya." ucap Zikri pada Arul


"Iya pak nggak apa-apa."


Mata Arul langsung tertuju pada molly kucing peliharaan ayahnya.


"Hai molly apa kabar?" Ucap Arul pada kucing


Ia keluarkan kucing dari kandangnya lalu mengelus-elus nya.


"Lucu banget pak… biasanya cuma lihat di video call."


"Oh iya Pak Arul belum ngabarin Ibu kalau Arul udah sampai." ucap Arul


"Ya udah kamu minum aja dulu biar nanti bapak yang telepon." jelas Zikri


Zikri membuka handphonenya,lalu mengabari istrinya.


"Assalamualaikum Bu."


"Waalaikumsalam Pak… apa Arul sudah sampai ke sana." tanya istrinya


"Alhamdulillah sudah Bu… ini baru aja sampai ke kontrakan." jawab Zikri


"Alhamdulillah kalau gitu mana coba Arul nya Ibu pengen video call."


lalu Zikri mengarahkan handphonenya ke Arul.


"Gimana capek nggak Rul?" tanya ibunya


"Nggak bu Arul nggak capek kok." jawab Arul


"Ya sudah kalau sudah sampai istirahat saja dulu." ucap ibunya


"Kalau perlu apa-apa kamu bilang saja ke Bapak ya Rul." tambah ibunya lagi


"Iya Bu." jawab Arul

__ADS_1


Kemudian Zikri membeli makanan untuk mereka makan.


__ADS_2